Suami yang diinginkan

Suami yang diinginkan
EPS 3


__ADS_3

Hari demi hari Raina menjalani kehidupan nya seperti biasa lagi tanpa mengurung diri Di kamar lagi membantu ibunya di dapur, pergi ke ladang bersama ayahnya, bahkan membantu kakak membuat skripsi Kalo Di mampu, Shanti merasa senang melihat anak nya kembali menjadi gadis yg riang dua hari ini tidak seperti sebelumnya saat pembatalan pertunangan seperti pepatah hidup segan mati tak mau "sayang ibu liat dua hari ini kamu ko bahagia banget bahkan liat handphone saja sambil senyum sendiri kaya orang lagi jatuh cinta kamu kenapa masih waras kan sayang" kata ibunya saat melihat Rain sembari nada mengejek "ya ampun ibu Raina masih waras ko bu gak gila!!! lagian ibu ini kenapa orang Raina lagi liat-liat gambar lucu" kata Raina yang pintar cari alasan "iya kali bu Raina lagi jatuh cinta soalnya dari kemarin dia liat foto cowo sambil senyum-senyum sendiri kaya orang gila" kata Yanti menimpali dari arah dapur "apa foto seorang pria siapa Yan....???" kata ibu penasaran "Rain........!!!!!!!" ibu melihat kearah ku "apa sih bu... enggaaa Rain lagi lihat foto idola pria Raina dia itu ganteng, baik, juga gak sombong saat ketemu fans nya makanya Aku senyum senyum sendiri tapi apa sih udah ah Rain mau keluar mau main ke rumah Tasya" kata Rain sambil mengambil tas nya " ya udah hati-hati pulang jangan sore sore nanti jatuh lagi luka lagi tu kaki mu" kata ibunya. "iya bu Assalamu alaikum" jawab Raina "Waalaikumsalam" balas ibunya Raina pun lansung ke garasi untuk mengambil sepedanya tapi tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan rumah nya "hai cantik..." kata pria itu. Raina pun yg merasa familiar dengan suara dan panggilan itu langsung menghampiri nya dengan senyum bahagia di wajah nya "hello Gusti kamu lagi ngapain disini" kata Raina penasaran sambil melihat sekitar takut kakak dan ibu nya melihat "Aku mau ajak kamu jalan-jalan ke kebun teh mau gak?" tanya nya kepada Rain "yah tapi Aku main ke rumah temen lain kali aja yah" kata Rain menolak walaupun batin nya berkata tidak untuk menolak "oh.... ya udah ga apa apa lain kali aja janji yaa.." katanya dengan rasa kesal KRINGGG.....KRINGGG...KRINGGG tiba tiba handphone Rain di genggaman nya berbunyi tanpa sengaja Rain memegang tangan Gusti "kenapa Tasy lo mau pergi padahal gw udah siap mau jalan" kata Rain "iya Rain sorry ya gw gak bisa nolak bokap and nyokap gw you tau kan mereka gimana kalo gw menolak" kata Tasya dari seberang telpon sana "iya.... iya... ga apa deh Tasya hati-hati di jalan" kata ku "makasih Raina miss you" kata Tasya sedikit lebay terdengar oleh ku "miss you too baby" kata ku semakin lebay "siapa pacar kamu ya?" kata Gusti "pacar?!!!!! mana ada pacar" kata ku cuek "tapi emang pacar kamu gak marah kalo liat kamu pegang tangan aku dari tadi Rain pun yg sontak kaget langsung menarik tangan nya "yeee... Aku mana ada pacar sih kamu kan tau sendiri Aku batal bertunangan mana mungkin langsung dapat cowo baru" kata Rain agak jengkel karena Gusti tidak mengetahui isi hatinya yg sebenarnya "terus itu tadi siapa....?" tanya Gusti penasaran "itu tadi temen ku bilang kalo gak jadi ketemu soalnya dia diajak parents nya pergi" jelas Raina "oh.... gitu tohh... klo gitu gimana kalau Kita jalan ke kebun teh aja sekarang mau gak" kata Gusti sedikit bahagia "boleh ayo berangkat sekarang aja...." kata Rain bahagia sekali "Ayo Kalo gitu tuan putri.." kata Gusti menyalakan motor nya dengan rasa bahagia karena bisa jalan dengan calon pengisi hatinya selama di perjalanan mereka bersenda gurau dengan wajah wajah sejoli yang baru pertama jatuh cinta Raina merasa ada kebahagiaan dalam hidupnya tidak seperti Andi Rain selalu merasa tertekan saat bersama nya Gusti meraih tangan Rain untuk melilitkan nya di pinggang nya, Raina yg merasa pun langsung menarik tangan nya tapi Gusti kembali meraih tangan Rain untuk Di lilitkan di pinggang nya kali ini Rain tidak bisa menarik tangan nya karena Gusti tetap memegang tangan Rain. Gusti yg merasa kegelisahan Rain pun langsung bicara "kenapa takut jadi pembicaraan warga lagi" Raina pun langsung mengangguk seperti boneka "sudah tidak usah di pikirkan hidup ini yg jalanin kamu toh bukan mereka jadi ngapain di pikirkan anggap saja angin lalu" kata Gusti dengan nada lembut membuat Rain tenang. Raina pun langsung melilitkan tangan nya ke pinggang Gusti selama di perjalanan warga desa melihat ke arah mereka kadang ada yg mengejek dan ada pula yg bahagia melihat mereka bahagia


(ya ampun dua sejoli ini bisa di bilang sweet sih semoga aja bersatu gak ada halangan ya AMINNNNMMMMM)


__ADS_2