
Dua tahun kemudian Di Perusahaan RCM
"Nona ini ada sebuah dokumen dari perusahaan Liu yang harus Nona tanda tangani hari ini......!!!" kata asisten Rafi sambil menyerahkan dokumen "baiklah taruh saja di atas meja nanti saya akan tanda tangani....." kata seorang wanita yang sangat sibuk pada pekerjaan nya "Nona hari ini anda akan makan siang di restoran Du Roy bersama tuan Mahardika, apakah anda sudah siap....?" kata Rafi mengingat kan Bos nya "iya...... aku ingat tentang itu....... biarkan aku menyelesaikan pekerjaan ku terlebih dahulu setelah itu aku akan pergi......" kata wanita yang masih fokus pada dokumen perusahaan.
__ADS_1
Raina Cantika Maharashtra telah menjadi pemilik perusahaan desain di Paris, setelah kejadian dua tahun lalu yang telah menimpa dirinya tuan Liu telah meminta maaf untuk kelakuan putra nya yang sangat bejat itu sehingga dia memberikan saham perusahaan Liu tujuh puluh persen kepada Raina untuk mendirikan perusahaan nya sendiri.
Sedang kan di lain tempat Gusti telah menjadi CEO di perusahaan Robert "tuan anda punya janji dengan Nona Raina siang ini......!!!" kata Vivi memperingatkan Gusti "iya..... aku tidak akan melupakan janji dengan wanita ku....." kata Gusti merapikan berkas nya yang berantakan "baiklah tuan saya akan mempersiapkan mobil terlebih dahulu....." kata Vivi lagi "oh...... ya Vivi apakah kamu sudah menyiapkan barang yang saya butuh kan......?" kata Gusti "sudah tuan..... barang nya saya letakan di dalam mobil......" kata Vivi "baiklah...... usahakan agar tidak ada cacat sedikit pun...." kata Gusti bersiap-siap untuk pergi menemui kekasih nya.
__ADS_1
Setengah jam kemudian
"Gusti kenapa kamu membawa ku ke tempat seperti ini....??" tanya Raina saat mereka berhenti di depan sebuah rumah yang lumayan besar dan luas seperti istana "kamu akan tau jika tidak banyak bertanya istri ku......" kata Gusti tersenyum manis ke arah Raina, pipi Raina langsung memerah mendengar perkataan Gusti barusan "ciee...... yang pipi nya merah jambu abis di panggil calon suami....." kata Gusti menggoda Raina sambil mencubit pipi nya yang chabi itu "ih...... apaan sih kamu Gusti, siapa juga yang pipi nya merah di panggil sama kamu kegeeraan banget sih....." kata Raina berbohong dengan memalingkan wajah nya "tapi sebenarnya tempat apa ini kenapa kau membawa ku ke tempat yang megah ini...." kata Raina yang masih penasaran "Dari pada kau banyak bertanya lebih baik kau ikut aku saja, bagaimana tuan putri......??" kata Gusti mengulurkan tangan nya kepada Raina.
__ADS_1
Raina pun langsung menyetujui perkataan Gusti kali ini dan memasuki rumah yang indah dan megah itu, Raina sangat kagum saat melihat taman bunga yang indah di samping rumah itu "bagaimana sweety..... apa kamu suka dengan ini.....??" kata Gusti melihat Raina yang tersenyum manis "iya...... honey, aku sangat suka dengan ini semua........" kata Raina yang masih tersenyum manis "andaikan saja rumah ku ada di sini....... pasti aku setiap hari akan melihat taman bunga yang cantik ini....." kata Raina dengan wajah murung "hai...... sweety kamu jangan murung seperti itu dulu dong....... kamu kan belum tau semuanya di sini..... kenapa murung seperti itu....." kata Gusti memeluk dari belakang "maksud kamu......" kata Raina bingung, Gusti langsung mengajak Raina ke kolam renang yang berdekatan dengan taman bunga itu "wowwww...... bahkan sekarang ada kolam renang di sini dan tema nya juga seperti anime ke sukaan ku......." sorak Raina ke girangan "honey, kenapa semua ini seperti kesukaan diri ku......?" tanya Raina bingung "mungkin pemilik rumah ini tau apa kesukaan mu, jadi semuanya dia buat untuk menyenangkan hati mu......" kata Gusti tersenyum "tapi siapa pemilik rumah ini, kenapa dia bisa tau semuanya........!!!!?" kata Raina lagi makin bingung "sudah tidak usah di pikirkan....... sekarang kamu lebih baik bermain basketball saja kebetulan disini ada lapangan nya......!!" kata Gusti "benarkah......... dimana honey..........." kata Raina kegirangan saat mendengar kata basketball, Gusti pun menunjukan lapangan nya yang tidak jauh dari belakang rumah itu, Raina pun langsung berlari dan memainkan basketball dia merasa sangat senang karena dia sudah lama tidak melakukan olahraga tersebut, Gusti yang masih berdiri di depan kolam renang tersenyum saat melihat gadis cantik nya bermain basketball menggunakan pakaian kerja nya di dalam hati nya berkata "aku telah menemukan cinta sejati ku....." begitu pun dengan Raina yang sedang bermain basketball melihat ke arah Gusti "Aku telah memilih dia sebagai pendamping hidupku....." gumam Raina dan lanjutkan bermain basketball.