
Sesampai Di kebun teh mereka berjalan sambil bergandengan tangan Raina merasakan kehangatan pria yg ada disebelahnya merasa tenang serasa dia tidak ingin melepas tangan nya ingin selalu menggapai nya, mereka akhirnya duduk di bawah sebuah pohon rindang "kamu mau minum?" tanya Gusti Raina pun mengangguk "yaudah aku cari minum dulu ya kamu tunggu disini ya" kata Gusti mengelus rambut Raina entah mengapa Gusti rasanya ingin sekali melindungi wanita yang ada di hadapannya itu. akhirnya Gusti hilang dari pandangan Raina untuk mencari minum. "entah kenapa aku ingin selalu berada di samping mu Gus rasanya aku menemukan kebahagiaan ku dalam dirimu, ini baru aku rasakan untuk pertama kalinya di dalam hidupku apa ini yang dinamakan cinta sejati, tapi entah apakah kau merasakan hal yang sama seperti diriku" batin Raina menganggumi pria yg telah hilang pandangan nya Raina. Tiba-tiba dari kejauhan terlihat wajah pria yang sangat membuat Rain naik darah siapa lagi kalau bukan Andi tapi kali ini dia tidak sendiri melainkan dengan seorang gadis mungkin itu adalah sasaran baru nya "hai rupanya disini ada mantan pacar ku.... oopssss.... bukan lebih tepat nya mantannn... tunangannn...!!!!!!" kata Andi dengan nada menghina "maaf saya bukan siapa-siapa anda tapi kalo di bilang saya mantan tunangan anda seperti nya bukan... bahkan saya tidak pernah bertunangan sebelumnya" kata Raina dengan nada sinis "hai..... kamu gadis miskin berani sekali bicara seperti pada saya kamu tidak ingat saya siapa haahhhhh...." kata Andi yg mulai emosi saat Raina ingin membalas perkataan Andi, Gusti muncul dari belakang "cantik kamu kenapa....? kaya kesal gitu... kamu kenal Sama mereka...?" tanya Gusti " kenalin saya Andi orang paling Kaya disini dulu sempat tunangan dengan Rain tapi batal karena dia bukan wanita idaman saya" katanya dengan sifat sombong sambil menjulurkan tangan kearah Gusti "ohhhh.... kamu pria itu... saya Gusti pacar nya Rain walaupun dia bukan gadis idaman kamu tapi dia adalah idaman saya dan gak lama lagi Kita akan bertunangan" Gusti menarik Rain dalam dekapan nya mesra sekali, Rain pun bingung dengan apa yang di katakan Gusti, Gusti yg merasakan kebingungan Rain pun langsung mencium kening nya "udah ga usah bingung pasti keluarga Kita pasti akan setuju ko apa lagi kamu cantik dan baik hati" kata Gusti "oh... jadi ini pria yg kamu goda setelah aku!!!! hati-hati mas dia punya rencana busuk" kata Andi menghasut Gusti "walaupun dia punya rencana busuk aku sudah tau semuanya" kata Gusti membelai kepala ku "udah yuk sayang ngapain sih ngeladenin orang gila cape tau mending Kita cari tempat lain aja yuk" kata Rain menggandeng tangan Gusti "hati-hati mba jangan sampai nyesal kemudian hari kaya saya" kata Rain berbisik kepada wanita di sebelah Andi, Mereka pun meninggalkan Andi "tadi itu siapa sih cantik kamu kenal?" tanya Gusti "dia itu pria yang sudah membuat aku kecewa yg gak jadi tunangan, iya... yang dia omongin benar aku dari keluarga miskin gak terpandang kaya dia yang punya kekayaan.... tapi yang paling aku bingung kenapa dia masih mau pake harta perempuan untuk memperkembang bisnis nya itu dan yang paling bikin sakit hati lagi dia bilang aku wanita murahan yg pertama godain dia aku kesel banget......" kata Rain "oh...ya kamu orang baru ya di kampung ini kok!! aku gak pernah melihat kamu di desa ini?" tanya Raina yang merasa tidak pernah melihat Gusti sebelumnya Di desa nya "iya Aku baru tiga hari disini eh... pas hari ke dua aku dengar ada seorang gadis cantik yg tidak jadi bertunangan aku sering lihat kamu pas aku baru pindah di desa ini rupanya benar kata warga kamu gadis cantik tapi gak mungkin kalo kamu gadis yang murahan" kata Gusti menatap wajah Rain "ah..... kamu bisa aja sih....(tersenyum) kamu pindah ke desa ini kenapa? apa karna tugas atau karena orang tua ada di sini?" tanya Raina penasaran "Yang pertama aku pindah kesini karena ingin mengejar impian ku, yang kedua karena Aku ingin menenangkan diri, yang ketiga aku ingin menemukan kebahagiaan ku, dan yang keempat kalau boleh Aku ingin mengisi hidup mu Raina" kata Gusti menggenggam tangan Raina dengan pandangan mata yang lembut Raina yang mendengar perkataan Gusti merasa senang wajah nya yang putih menjadi merah jambu mungkin karena Rain baru pertama kalinya menganggumi Gusti tapi dia pintar menyembuyikan perasaan "ah.... kamu Gus bisa aja gombal nya gak mungkin lah kamu Kan bisa dapat yg lebih cantik dari Aku" kata Rain menatap mata Gusti untuk menyakinkan apakah yang dia katakan benar atau tidak "bagi ku cantik tidak lah penting yang terpenting bagi ku adalah kecantikan hati seorang gadis, tidak masalah orang lain menilai mu apa tapi bagi ku kau cantik segala nya" kata Gusti membelai wajah Raina "kamu belum pernah punya pacar sama sekali ya Gus?" tanya Rain, Gusti pun langsung merubah raut wajah nya kesal "kamu kenapa Gus?" tanya Rain yang melihat perubahan raut wajah Gusti "Dulu Ada...!!!!! tapi gak sekarang" kata Gusti
(segini dulu y Mohon dukungnya untuk para readers 🤗🤗🤗🤗)