
Flash Back Gusti
Dua Bulan sebelumnya
" hai sayang hari ini kamu anterin aku ke salon yuk" kata Tari "ok deh darling aku jemput kamu dirumah ya" jawab Gusti "yaudah aku tunggu ya jangan lama-lama" kata Tari "iya.....sepuluh menit aku akan sampai disana ok" jawab Gusti lagi, tak lama Gusti melajukan motor ya dengan kencang.
__ADS_1
"darling aku udah sampai nih" Gusti mengirim message ke Tari, Tari pun keluar dari rumah nya "sayang ko kamu gak pernah pake mobil lagi sih!!!! Mobil kamu kemana darlingg......?" tanya Tari melihat motor Gusti yg sedikit kotor
"pake mobil nya nanti lagi aja soalnya aku harus cepat balik kekantor lagi mau ada meeting" kata Gusti "yaudah deh terpaksa" kata Tari sedikit kesal, Tari pun naik ke motor, Gusti melajukan motor nya dengan kencang menuju salon beauty. satu jam lamanya akhirnya Tari selesai "sayang temenin aku makan yukk!!!" kata Tari merangkul tangan Gusti "aduh sayang maaf banget ya aku harus balik ke kantor lagi meeting nya sebentar lagi mau dimulai" jawab Gusti menolak kekasih nya yg genit itu "issss..... kamu selalu gitu jarang banget ada waktu sama aku" kata Tari sedikit kesal "yaudah gimana kalo aku ikut kamu ke kantor? sambil kenalin aku ke temen-temen kamu kan kita dua minggu lagi mau tunangan masa kamu belum kenalin aku ke temen kamu" kata Tari merangkul tangan Gusti, Gusti pun mengangguk dan langsung mengendarai motor karena dia ingat waktu nya untuk meeting tidak lama lagi. setelah sampai di tempat kerja Gusti, Tari pun langsung bertanya "lho sayang kita katanya mau ke kantor kamu ko jadi kesini sih?" "ini kantor ku sayang....., dan itu yg disana ruangan ku kamu tunggu disina aja soalnya aku mau langsung meeting sama yang lain" kata Gusti "apa jabatan kamu disini???" kata Tari sedikit kesal "jabatan ku sebagai bidang pengawas desa, ya ga apalah walaupun gak terlalu tinggi" jawab Gusti "WHATTT kamu hanya lembaga pengawas desa ini......, aku kira kamu seorang CEO atau pemilik perusahaan tapi ternyata kamu hanya seorang kacung disini" kata Tari dengan suara tinggi "lho emang nya kenapa?" tanya Gusti dengan rasa bingung "kamu gila ya dengan status kamu yg rendah itu mau ngelamar aku apa kata dunia nanti,, (emosi nya memuncak) Kalo gitu mulai hari ini kamu gak usah komunikasi lagi sama aku, detik ini juga kita putus" kata Tari dengan emosi yg memuncak-muncak "ko kamu gitu sih sayang aku sayang banget sama kamu" kata Gusti menarik tangan Tari yg hendak pergi "lepasin aku, aku gak mau nikah sama pria miskin kaya kamu" kata Tari kesal Gusti pun langsung melepaskan tangan nya, Tari akhirnya pergi meninggalkan Gusti yg Masih mematung di tempat.
"oh... jadi gitu ceritanya kamu putus dari dia, ko ceritanya hampir kaya aku sih!!" kata Rain sambil mengunyah coklat yg dia bawa setiap dia pergi "masa sih sama!! kayanya engga deh" kata Gusti penasaran berharap Rain cerita kepada nya "iya hampir sama aku gak jadi tunangan karena pas datang seserahan dia liat rumah ku yg sangat sederhana aku langsung di bilang yg engga-engga sama dia cuman beda nya kamu ditinggalin dia pas belum tunangan kalo aku ditinggalin pas acara tunangan ingin dilakukan" kata Rain sedikit sedih walaupun sebenarnya dia tidak ingin terlihat sedih, Gusti pun langsung menarik Raina ke dalam pelukan nya Raina merasakan kehangatan tubuh Gusti serasa ingin menangis kencang, tapi dia tidak ingin menangis di hadapan orang lain selain keluarga nya sendiri "kamu kalau mau nangis, nangis aja gak apa-apa jangan anggap aku orang lain karena aku janji akan selalu menyayangi kamu semampu ku" kata Gusti mengelus rambut indah Raina tapi Raina memang tidak bisa menangis di depan orang lain dia pun hanya menatap kekosongan. Gusti yg merasa kekosongan gadis yg ada di pelukan nya tidak bergeming sama sekali dia pun mengeluarkan nya dari pelukan nya Dan berkata "cantik kamu gak boleh kaya gini suatu saat kamu pasti akan bertunangan seperti pertunangan yang kamu inginkan" Raina masih tidak bergeming Gusti merasakan sakit dalam hatinya melihat gadis di depannya seperti itu "Rain kamu mau jadi bidadari dalam hidupku" kata Gusti "maksud kamu?" tanya Raina tiba-tiba bersuara Gusti merasa senang gadis nya kembali bersuara lalu dia memegang tangan Rain "kamu mau gak jadi bidadari dalam hidupku, menjadi wanita yg aku sayangi seumur hidupku" katanya menatap mata Rain dengan lembut dan penuh arti, Raina pun bingung dengan kata Gusti apakah yg dia katakan benar atau hanya mimpi saja jika itu mimpi dia berdoa agar tidak di bangun kan dari mimpi nya karena Gusti adalah suami yg diinginkan oleh Raina ,Gusti yg merasakan kebingungan Rain langsung mendaratkan ciuman di bibir Rain untuk membuktikan bahwa itu nyata Raina yg sontak kaget langsung mendorongnya "ciuman pertama ku kenapa kau rebut!!!!!" kata Rain yg rasanya ingin menangis Gusti pun langsung menarik Rain dalam dekapan nya lagi kali ini Raina menangis sejadi jadinya
__ADS_1
apakah yg dilakukan Gusti dan perkataan nya benar atau hanya bualan belaka yg menghanyutkan hatinya lalu pergi "kamu adalah suami yg aku ingin kan apakah kamu akan pergi setelah ini" batin Raina "Aku ingin selalu melindungi dan menjaga mu Raina Aku tidak ingin kau disakiti orang lain" batin pria itu sambil mencium rambut Raina.
{cape bikin nya mana mati lampu Pula tapi gak papa buat babang Gusti Sama neneng Raina apa sih yg enggaπ π π }
like and komentt ya makasih ππ»
__ADS_1