
"Hai sweety udah lama gak ketemu nih, Kita mau kemana sekarang?" tanya Gusti kepada kekasih nya "sweety-sweety emang kamu gak takut kedengaran ayah aku kalo panggilan nya mesra begitu" kata Raina "loh... emang kenapa sama ayah kamu Rain?" tanya Gusti "ayah aku tuh gak suka kalo aku dipanggil sweety sama kamu, nanti kalo ayah marah gimana!!! masa anak kesayangannya dipanggil sweety" kata Raina melirik ke arah ayahnya sambil senyum-senyum "ya ampun kamu ribet banget sih masa ayah kamu gak bolehin aku untuk manggil kamu sweety, sweety itu kan manis Rain" kata Gusti ngambek "eh....eh...eh... ko kamu manggil anak saya manis sih emang dikira anak saya tanaman tebu apa sweety-sweety" kata ayah di hadapan Gusti berpura pura marah Gusti langsung panik setengah mati melihat ayah Raina tiba-tiba ada di depan nya dia berpikir keras untuk tidak membuat ayahnya Raina marah "maaf om, tapi itu panggilan sayang saya sama Rain boleh kan om ga apa apa ya om please........."kata Gusti mengatupkan kedua tangan nya di hadapan ayah Raina dengan muka sangat memelas sehingga wajah tampan nya tidak terlihat baik.
__ADS_1
Raina dan keluarga nya yg melihat Gusti memelas pun langsung tersenyum bahagia berbeda dengan Gusti yg justru terasa bingung kenapa Raina dan seluruh keluarga nya tersenyum "loh..... kalian pada senyum-senyum sih jahat banget, kamu juga Rain ko kamu ikut-ikutan senyum tega banget kamu Rain" kata Gusti cemberut "kamu jahat Raina sama aku bukan bantuiin aku malah senang lebih baik aku pergi aja deh dari sini" kata Gusti hampir menyalakan motor nya "Kalo kamu pergi gitu aja jangan harap bisa ngajakin Rain pergi dan juga jangan harap bisa ketemu lagi sama Raina" kata ayah. Gusti yg mendengar itu tidak jadi menyalakan motor nya lalu menghampiri ayah "apa om aku gak boleh ketemu Rain lagi!!!!! gak boleh om aku gak bisa hidup tanpa Raina om" kata Gusti "ah... kamu lebay banget sih baru diancam segitu aja" kata ayah menjitak kepala Gusti dengan pelan "yaudah sana pergi Raina kasian anak orang, tapi ingat pulang nya jangan malam-malam!!!" kata ayah mengelus rambut putri nya "Dan kamu awas kalo anak saya kenapa-kenapa nanti saya hajar kamu ngerti gak!!!" sambung ayah dengan muka serius "siap om pasti saya akan menjaga putri om dengan segenap jiwa raga saya bahkan jika saya akan mengorbankan nyawa saya, akan saya berikan" kata Gusti bijak "yaudah sana pergi sok bijak kau lama lama disini" kata ayah "yaudah om saya sama Raina pergi dulu ya" kata Gusti bersalaman kepada orang tua Raina "ingat pulang nya jangan malam-malam" kata ayah "SIAP..... komandan" kata Raina dan Gusti bersamaan Abraham pun bahagia sekali melihat putri kecil sekarang sudah besar dan bisa memilih laki-laki yg baik. "sweety ayah kamu galak tapi seru juga ya" kata Gusti "ya iya dong siapa dulu ayah ku gitu lo, tapi ya honey dia Kalo udah marah seram bgt lohh... kamu harus hati-hati kalo ayah lagi marah" kata Raina "tenang aku bisa naklukin hati ayah kamu kalau lagi marah nanti" kata Gusti "honey Ada es krim tuh aku boleh beli gak" kata Raina sambil menunjuk tukang es krim "boleh apa sih yg engga buat calon istri ku" kata Gusti senyum "isss..... apaan sih kamu" kata Raina lalu berlari menuju tukang es krim "Pak rasa coklat dua ya!!" kata Raina kepada tukang es krim "siap neng!!!!" jawab abang nya "nih neng semuanya jadi dua puluh ribu" kata abang tukang es krim lagi "ok... nih bang" "itu siapa neng pacar nya?" kata abang tukang es krim "iya bang itu pacar saya, emang kenapa bang" "oh..... ga apa neng semoga langgeng ya neng" kata abang nya lagi "iya bang makasih ya bang atas restu nya" kata Raina lalu menghampiri kekasih nya. mereka bersenda gurau berdua "sweety cita-cita yg kamu inginkan menjadi apa?" tanya Gusti sambil memandang langit "cita-cita ku adalah menjadi seorang desainer hebat" kata Raina yg masih asik makan es krim nya seperti bocah yg tidak pernah makan es krim "desainer...." Gusti menatap wajah nya Raina "iya..... Aku ingin menjadi seorang desainer hebat yg bisa menggambar sebuah rancangan yg ada di dalam fikiran ku" jelas Raina " kalo kamu cita-cita nya apa?" tanya Raina "Aku ingin menjadi seorang pengusaha untuk membuat ayah ku senang, Aku ingin sekali mewujudkan cita-cita ayah yg belum tercapai" kata Gusti sambil memandang langit lagi "oh........." kata Raina "Rain seandainya suatu saat aku pergi untuk mengejar impian ku itu apa kamu akan tetap menunggu ku" Gusti menatap wajah kekasih nya "maksud kamu..?" tanya Raina dengan wajah bingung "iya seandainya Aku pergi apa kamu masih mau menunggu ku" jelas Gusti lagi "Aku bakal tetap menunggu kamu sampai kamu kembali asal kamu tidak berbohong padaku" kata Raina mengacak acak rambut kekasih nya, mereka menghabiskan waktu bersama seharian sehingga Gusti dan Raina memutuskan untuk pulang jika tidak ayah Raina pasti tidak mengizinkan Gusti membawa kekasih nya yg cantik lagi.
__ADS_1
{selamat membaca para readers 🤗 🤗}
__ADS_1