Suami yang diinginkan

Suami yang diinginkan
EPS 32 ENDING


__ADS_3

Gusti dan Andi sampai di titik tempat GPS nya berhenti, tempat itu seperti tidak berpenghuni sama sekali bahkan lebih tepat nya di bilang tempat yang sudah usang di tinggal pemilik nya beberapa tahun lama nya,


Gusti masuk ke dalam tempat itu tapi belum menemukan petunjuk, begitu pula dengan Andi yang sudah memeriksa tempat itu berkali kali tetap tidak menemukan jejak Raina.


Di ruang bawah tanah Ryan bercinta dengan Lisa tepat di samping Raina yang masih terlelap tidur akibat suntikan yang dia berikan tadi saat menculik nya.


"Ryan.... apa kau bisa membuat Raina menjadi milik mu jika kau tidak melakukan kegiatan panas ini kepada nya...." Lisa membisikan kata kata itu di telinga Ryan dengan menggoda


"aku ingin melakukan nya dengan Raina jika kamu sudah merasa puas Lisa....." Ryan mencium leher Lisa


"Ryan, aku sudah sering melakukan nya dengan mu bukan..... ini adalah waktu yang tepat untuk kau mendapat kan Raina dan aku mendapat kan Gusti dengan situasi ini......" Lisa mendorong Ryan sambil menunjuk sebuah kamera yang ada di samping nya


"wow Lisa..... kamu benar benar sangat hebat bahkan dalam situasi seperti ini....." Ryan menatap Lisa


"tapi seperti nya tidak asik jika dia tidak sadar..... lebih baik aku melakukan nya saat dia sadar saja.....!!!" kata Ryan kembali mencium leher Lisa.


BRAKKKK.


pintu di dobrak dari luar oleh Gusti dan Andi mereka murka melihat Raina pingsan dengan pakaian yang sedikit sobek di bagian dada nya, Gusti dan Andi memukul Ryan sampai babak belur bahkan sampai Ryan nyaris kehilangan nyawa nya


"Dika...... kau bawa Raina kembali lebih dulu, aku yang akan mengurus dirinya......!!!" kata Andi yang masih mengunci Ryan dengan tangan nya


Gusti pun melepas jas nya dan memakai kan nya pada Raina setelah itu langsung membawa nya pergi.


Gusti membawa Raina ke rumah nya masih dalam keadaan pingsan karena bius yang telah di berikan Ryan kepada Raina, Gusti mengelus rambut calon istri nya dengan penuh kasih sayang di tatap lekat lekat wajah Raina yang masih pingsan itu, tidak terasa esok hari adalah hari dia akan mengikat Raina dengan ikatan pernikahan, hari yang sudah dia tunggu tunggu sangat lama.


"Gus......" kata Raina bangun dari pingsan nya


"aku disini sweetheart......!!" kata Gusti dengan lembut


"Gus...... apa aku masih menjaga mahkota ku..... ??? atau sudah di renggut oleh Ryan pria brengsek itu.....!!" kata Raina dengan nada sedih


Gusti otomatis bingung dengan pertanyaan kekasih nya itu, kenapa dia bisa bertanya seperti itu setelah dia pingsan


"kenapa kau bertanya seperti itu Raina......!!"


"sebelum aku pingsan di bius oleh Ryan aku mendengar suara kalo dia akan merenggut mahkota ku.....!!!" kata Raina masih sedih


"seperti nya kau masih menjaga mahkota mu sayang......!!"


"atau aku akan mencoba untuk mengecek nya sekarang........!!" kata Gusti lagi dengan nada jahil


"jangan coba coba kau........!!!!" kata Raina dengan tatapan kesal dan memunggungi Gusti


"hai sweetheart, jangan marah......!!!" kata Gusti mengusap lengan Raina


"baiklah kamu istirahat lagi saja, soalnya besok adalah hari yang sangat melelahkan untuk pernikahan kita....... !!!!" sambung Gusti lagi dan berniat untuk tidur di ruang kerja nya.


saat ke luar kamar Gusti melihat ayahnya sedang duduk di ruang keluarga dia berpikir kenapa sudah dini hari ayah nya belum tidur

__ADS_1


"ayah....... !!!" panggil Gusti


"iya nak.....!!"


"sudah jam satu dini hari kok ayah belum tidur......??" tanya Gusti menghampiri ayah nya


"tadi ayah sudah tidur, lalu ke bangun saat ayah mendengar suara mobil mu....!!"


"calon menantu ayah sudah sadar...... ????" sambung ayah Jodi lagi


"kok ayah tau kalo Raina pingsan........ ????" Gusti balik bertanya dengan bingung


"tadi ayah sempat liat kamu bawa gadis itu ke kamar dengan keadaan berantakan dan ayah melihat kamu seperti habis bertarung........"


"ya sudah kamu tidur gih sana, besok kamu pasti juga akan sibuk, ayah juga mau lanjut tidur....." kata ayahnya tersenyum dan meninggalkan Gusti


Gusti pun beranjak ke ruang kerja nya tapi dia lupa membawa selimut sehingga dia kembali lagi ke kamar nya


"sayang kok kamu belum tidur......" kata Gusti saat melihat gadis nya masih membuka mata berguling kesana kemari


"aku tidak bisa tidur......" kata Raina dengan manja


"kenapa......???"


"bagaimana aku bisa tidur di kamar yang asing ini, bahkan tidak ada yang menemani ku......!!" kata Raina kesal


"kau mau bawa selimut kemana......???" tanya Raina


"tidak boleh kau harus menemani ku tidur disini......" bentak Raina


"baiklah aku akan tidur di sofa.....!!"


"kenapa harus tidur di sofa.....??" tanya Raina


"Kita belum sah sweetheart.....!!!"


Raina menundukan kepala nya sedih mendengar perkataan Gusti, Gusti pun tidur di sofa yang cukup lebar, Raina yang masih ketakutan langsung ikut tidur di sofa memeluk Gusti


"kenapa sayang.....!!!!" kata Gusti ketika Raina memeluk nya dari belakang, Gusti yang melihat tangan kekasih nya gemetaran langsung berbalik dan memeluk Raina


"aku takut......!!!" kata Raina terisak di dalam dada bidang Gusti


"baiklah sekarang kau tidak perlu takut lagi....... kau bisa tidur sekarang !!!" kata Gusti mencium kening Raina.


Keesokan hari nya Hari pernikahan


"ya ampun Raina...... kenapa kau belum siap siap juga ini sudah siang..... !!!" kata Shanti kepada anak gadis nya yang sebentar lagi akan menikah


"iya...... Gus bentar lagi, aku masih ngantuk...!!"

__ADS_1


"ini ibu Raina bukan Gusti......" Shanti menepuk kencang pundak Raina


"loh..... aku udah ada di sini bu..... ??" Raina lonjak dari tidur nya dan bertanya penasaran, karena seingat dia semalam ada di rumah Gusti


"iya calon suami kamu yang nganterin kesini tadi pagi......!!"


"udah sana mandi siap siap resepsi nya sudah mau mulai...... orang mau nikah kok jam segini baru bangun......" kata Shanti tak berhenti bicara


"iya.... iya.... bu.....!!" Raina pun langsung mengambil handuk dan ke kamar mandi.


Tiga jam kemudian


"ya ampun putri ibu cantik sekali.....!!"


"Dari dulu Raina udah cantik bu...... ibu nya aja gak pernah liat kecantikan ku....!!" kata Raina membenarkan penutup kepala nya


"iya udah cepetan gih kita kesana udah pada nungguin kamu tau.....!!"


"yaudah ayuk bu......" kata Raina sambil membawa buket bunga


Di altar pernikahan banyak sekali tamu undangan yang datang bahkan jika di hitung lebih dari dua ratus undangan


"hei lihat..... pengantin wanita nya sudah datang..... cantik sekali ya..." kata salah satu undangan, semua undangan melihat ke arah Raina begitu pula dengan Gusti yang sangat terkagum kagum melihat Raina yang begitu cantik.


Mereka pun mengucapkan ikrar pernikahan yang di ucapkan oleh penghulu, dan sekarang status mereka sudah sah menjadi suami istri, Raina mencium tangan Gusti dan Gusti mencium kening Raina dan membisikan sesuatu di telinga Raina


"nanti malam aku akan memakan mu my wife....... !!"


perkataan sang suami membuat pipi Raina menjadi merah, karena nanti malam dia akan memberi kan mahkota nya kepada orang yang dicintai nya selama ini.


************


cinta kita selalu mengalami banyak rintangan yang harus kita hadapi, tapi yakin lah jika terus berjuang untuk menghadapi nya pasti kita akan mendapat kebahagiaan di akhirnya.




END


suami yang diinginkan kini sudah END


bagi kalian yang suka baca novel jangan lupa baca novel ku juga ya...... yang judulnya


"Istriku putri seorang bangsawan"


Sama novel ku yang baru mau aku tulis yang judulnya


"Cinta yang sudah BASI"

__ADS_1


Makasih ya buat para readers yang baik hati.


😊😊☺️☺️☺️


__ADS_2