
Yogyakarta, Indonesia
"ibu...... cepat nanti ketinggalan pesawat ..... seharusnya kita sudah sampai di bandara.......!!!" kata Abraham Maharashtra ayah Raina dari ruang keluarga membawa koper nya ke mobil taksi yang sudah di pesan Yanti "iya ayahhh..... sabar kenapa, aku lagi siapin barang nya Raina buat pernikahan nya nanti......" kata Shanti dari dalam kamar "ya ampun....... lama sekali sih......." kata ayah lagi "Ayo aku sudah siapin semuanya untuk putri ku tersayang......" kata Ibu mengikuti ayah dan Yanti dari belakang "jadi maksud ibu, yanti bukan putri tersayang ibu gitu......." kata Yanti dengan wajah sedikit cemberut "kau juga adalah putri kesayangan ku........" kata Ibu mengusap rambut Yanti tersenyum "ya udah ayo berangkat deh........... nanti pesawat nya pergi gimana......!!!" kata Ibu lagi sambil menaiki mobil. dua puluh menit kemudian mereka sampai di bandara dan langsung mematikan ponsel mereka, sebelum mematikan ponsel Yanti sempat mengirim pesan kepada suami nya di Prancis.
__ADS_1
Paris, Prancis
"sweety.... kamu sudah merasa baikan sekarang.....!!!" kata Gusti membawa kan semangkuk sup jamur kesukaan Raina "aku sudah tidak apa apa honey...... kenapa kau selalu menghawatirkan diri ku terus......!!!" kata Raina dengan wajah cemberut "tentu saja aku sangat menghawatirkan diri mu sweetyyyyy....... jika tidak apa yang akan dikatakan oleh family big kita nanti......." kata Gusti mencubit gemas pipi kekasih nya itu "maksud kamu........" kata Raina bingung "iya, aku kan calon suami mu........ kalo aku tidak bisa menjaga calon istri ku dengan baik apa yang akan dikatakan oleh keponakan dan seluruh keluarga di hari pernikahan kita nanti......" kata Gusti menyuapi sup ke mulut Raina "memang kapan, kita akan menikah.......??" kata Raina dengan wajah polos "besok aku akan menikah dengan diri mu........ sayang.........." kata Gusti menatap mata Raina "WHATTTTT......... besok....... apa aku tidak salah.........." kata Raina benar benar terkejut "kenapa.......!!! apa kamu ingin menikah malam ini......" kata Gusti dengan nada nakal "tidak - tidak bukan seperti itu aku hanya ingin orang tua ku ada di sini saat pernikahan kita nanti........" kata Raina merindukan orang tua nya "itu pasti, sayang........." kata Gusti memeluk Raina "itu tidak akan mungkin....... bahkan aku belum mengabari orang tua ku, kita akan menikah besok....... bagaimana dia bisa datang......" kata Raina melepas pelukan nya dari Gusti "sweety...... apa kamu tidak percaya dengan ku lagi......." kata Gusti menatap lembut kekasih nya "aku sangat mempercayai mu...... tapi bagaimana orang tua ku akan sampai di hari pernikahan kita......" kata Raina sedih "sudah sayang....... kamu tidak usah khawatir kan hal itu....... sekarang kamu harus tidur cukup supaya kamu terlihat cantik besok di pernikahan kita..... dan yang lebih penting lagi setelah malam pernikahan itu, kamu tidak akan bisa tidur......." kata Gusti tersenyum nakal, Raina melempar bantal ke wajah Gusti tapi Gusti berhasil menghadang lemparan Raina "ya...... sudah kamu tidur sana..... jangan sampai kamu keliatan jelek besok di hari pernikahan......." kata Gusti tersenyum mengejek dan keluar dari kamar supaya Raina bisa tidur.
__ADS_1
Di dalam kamar Raina, Ryan berusaha untuk menculik Raina yang tertidur lelap "hai Raina......... gadis manis yang keras kepala..... rupanya besok adalah hari pernikahan mu...." kata Ryan melihat Raina yang tertidur, tanpa berpikir panjang dia langsung mengangkat Raina dan membawa nya pergi melalui jendela kamar Raina yang lumayan besar sehingga bisa untuk kabur.
Setengah jam kemudian,
__ADS_1
"Pak....... bu......... tuan muda Andi......!!!!" teriak mbok Lim dengan suara yang benar benar panik setengah mati "ada apa mbok....... kok teriak teriak......" kata Tania penasaran "itu loh...... bu, itu......." kata mbok Lim masih panik "itu apa sih mbok...... yang jelas dong ngomong nya........." kata Tania mulai ikutan panik "nyonya Rain......... ga ada di kamar nya......." kata mbok Lim "apa mbok..... kok bisa......" kata Andi terkejut "mbok udah cari ke semua ruangan belum..... siapa tau dia keluar kamar......." kata Tania yang panik "udah bu...... saya sampai nyari ke balkon dia tidak ada......." kata mbok Lim "ini pasti perbuatan dari dia........" gerutu Gusti geram dan langsung pergi mencari calon istri nya "Gus...... kamu mau kemana.......??" kata mas David penasaran "pa...... aku mau ikut Dika ya........." kata Andi "tapi kamu mau pergi kemana.........??" tanya David benar benar penasaran "udah..... tenang aja......." kata Andi dan langsung menyusul Gusti "Dika..... tunggu...... aku akan ikut mencari kak Raina......" kata Andi dan langsung masuk ke mobil, Gusti membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi mengejar titik GPS yang telah terpasang di ponsel Ryan "Dika, kapan kamu pasang GPS di ponsel Ryan......??" kata Andi penasaran "dua hari yang lalu..... aku menyuruh anak buah mu untuk memasang nya......" kata Gusti yang masih fokus mengemudi "maksud kamu........" kata Andi tambah bingung "sudah aku akan ceritakan nanti...... sekarang kita fokus pada Raina terlebih dahulu....." kata Gusti dengan fikiran kacau tentang kekasih nya "Raina semoga kamu baik baik saja....... dan semoga aku tidak terlambat lagi untuk menyelamatkan mu......" batin Gusti sangat gelisah, Andi yang dari tadi melihat ekspresi Dika sangat kesal "kenapa selalu saja begini hubungan kak Raina dan kak Dika...... selalu saja banyak rintangan...... dan salah satu nya adalah Ryan...... yang selalu saja menyakiti kak Raina........ Aku tidak akan melepaskan kamu untuk terakhir kali nya Ryan...... aku pasti akan menghabiskan dirimu........" kata Andi benar benar kesal sekesal kesal nya apalagi saat dia mengingat bahwa besok kakek dan nenek nya akan tiba di Prancis untuk pernikahan Raina dan Gusti.