Suamiku Bandar, Selingkuhanku INTEL

Suamiku Bandar, Selingkuhanku INTEL
Konspirasi Terbesar


__ADS_3

Markas BIN (Badan Intelijen Negara), Jakarta.


Suasana di ruang pertemuan para petinggi markas BIN bertemu. Mereka semua sedang membicarakan Mario – si bandar narkoba yang sangat licik. Tak ada satupun bukti kejahatan Mario yang mereka punya. Setiap kejahatan pria itu tak punya rekaman jejak.


Seolah ada kadal yang menghapus jejak kejahatan Mario. Mereka berdiskusi bersama, bagaimana caranya menangkap Mario.


"Laki-laki ini benar-benar licik. Sudah empat tahun kita memburunya, tetapi tidak sekalipun berhasil. Belum lagi beberapa rekan kita mati terbunuh saat mencari bukti kejahatan nya!"


"Saya rasa sepertinya ada permainan orang dalam, Pak!" ujar David serius membuat semua mata tertuju padanya.


"Jelaskan, David!" titah sang ketua membuat David menganggukkan kepalanya mantap.


Dia segera berdiri, beranjak ke depan untuk mempresentasikan hasil penelitian dan dugaannya selama ini. David memasang foto tiga orang petinggi polri membuat semua orang terkejut.


Namun, mereka tidak menyela, memberi waktu untuk David berbicara.


"Kita semua mengenal wajah-wajah ini. Yang pertama, Pak Joseph Vincent– menjabat sebagai KOMJEN (Komisaris Jenderal), kedua Pak Elizar – menjabat sebagai IRJEN (Inspektur Jendral polisi), yang terakhir Pak Ahmad – menjabat sebagai BRIGJEN (Brigadir jenderal polisi)."


"Ketiga petinggi polri ini terlibat kerjasama dengan Mario. Beberapa waktu lalu, saya menyuruh Dina untuk meretas rekening bank milik Pak Joseph Vincent bertiga, karena saya telah lama menduga kalau mereka punya bisnis kotor."


Saat David sedang menjelaskan, Jackie – sang ketua menginterupsi.

__ADS_1


"Interupsi, Dav. Apa yang Dina lakukan salah. Kita tidak punya hak meretas data pribadi siapapun!" sergah Jackie membuat David mengerti.


"Saya paham, Pak. Tapi, kalau saja saya terlalu patuh pada hukum negara, maka saya tidak akan mendapatkan bukti apapun dan selamanya para anjing penjahat itu kenyang!" tandas David dingin membuat Jackie dan yang lainnya tak membantah.


"215 miliar."


Semua mata membesar saat mendengar isi rekening Joseph Vincent. Mereka semua tahu berapa gaji petinggi polri, terlebih lagi Joseph baru menjabat sebagai KOMJEN selama lima tahun.


Sungguh angka yang sangat fantastis.


"Lanjutkan!" suruh Jackie dingin.


"Tidak hanya itu, Pak Ahmad baru saja membeli Rubicon yang tentunya kita semua tahu berapa harganya bukan? Dan baru-baru ini juga, istri dari Pak Elizar menanam saham besar di perusahaan Startup!"


Semua orang yang berada di sana murka mendengarnya. Mereka tidak menyangka kalau Mario sangat licik dan banyak sekali tokoh aparat hukum yang terlibat kerjasama dengan Mario.


Sungguh, menjijikkan.


"Kamu tahu di mana titik lokasi Mario sekarang?" tanya Jackie dingin.


David tersenyum lebar. Inilah yang dia tunggu-tunggu dari dulu.

__ADS_1


"Saya tahu."


"Kita bergerak sekarang. Kamu yang pimpin, David. Saya akan mengurus surat perintah penggeledahan di pengadilan!" tegas Jackie membuat semuanya semangat.


Sengaja Jackie langsung menyuruh anak buahnya menangkap Mario, karena bila menunggu besok pasti rencana mereka akan bocor.


"Siap, Pak!!"


Mereka segera bergerak cepat. David dan timnya memakai pakaian lengkap, tak lupa dengan senjata, karena yang mereka tangkap kali ini bukanlah penjahat biasa.


Sedangkan, Jackie bergegas ke pengadilan untuk meminta surat dari penggeledahan. Dia tidak bisa menunggu lagi, setelah mendengar presentasi David, amarah dalam hatinya berkobar-kobar.


"Bisa-bisanya anggota polri berkomplot dengan Bandar narkoba," gumam Jackie pelan penuh amarah.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2