
Rasa tak terima muncul dalam hati Mario. Dia sangat tidak suka mendengar ucapan Kamelia yang menyebut Noah 'anak kami', padahal sudah terbukti kalau Noah adalah anaknya.
Benar-benar sangat menyebalkan.
"Dia adalah putra kita. Aku yang membuatnya. Dia lahir karena benih ku!" tukas David tak kalah penuh penekanan.
Noah hanya bisa bingung melihat perdebatan dua orang dewasa di hadapannya. Dia tidak mengerti apapun, karena pikirannya masih terbatas oleh umur.
"Berhenti bicara omong kosong! Anak saya baru pulih, kami harus pulang secepatnya. Oh iya, ini uang cash 30 juta! Terima kasih karena telah meminjamkan uang Anda untuk membayar biaya perawatan anak saya!"
Kamelia mengeluarkan amplop coklat yang berisikan puluhan juta dan ia berikan untuk David.
Dada David bergemuruh hebat. Dia sangat benci dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Kamelia. Harga dirinya sebagai laki-laki dipertaruhkan.
"Kamu!"
Kamelia segera masuk ke dalam taksi tanpa menunggu David menyelesaikan ucapannya. Wanita itu memeluk erat tubuh sang putra tercinta. Dalam hatinya hanya ada satu nama yang terpatri.
Yaitu Mario, nama suaminya yang kekal dalam hati.
David hanya bisa terdiam tanpa tahu harus berbuat apa. Semuanya terlalu tiba-tiba, dia baru tahu kalau punya anak setelah bertahun-tahun dan hubungan nya dengan Kamelia terlalu rumit.
Wanita itu telah menjadi istri orang dan anak kandungnya telah diasuh oleh pria lain yang sangat menyayangi sang putra.
Terlalu rumit.
__ADS_1
"Sial! Apa yang harus aku lakukan untuk membuat Noah jatuh ke tangan ku?"
David mengacak-ngacak rambutnya sendiri. Dia mengumpat kesal dalam hati. Terlebih lagi Kamalie bukan sembarang wanita.
Dia adalah wanitanya Mario – Bandar Narkoba terbesar di Asia – Musuh bebuyutan David.
Ahh… kenapa sangat sulit untuk David mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang dia hadapi.
"Aku harus cari cara, bagaimanapun, Noah adalah putraku. Aku punya hak atas nya!" desis David pelan.
*
*
Di sisi lain, Kamelia sangat ketakutan. Dia membutuhkan Mario untuk melindunginya. Dia merasa kalau David sangat berbahaya, instingnya mengatakan ada iblis yang bersembunyi di balik seragam David.
Sedangkan, Noah sedang berbaring atas ranjang sambil memeluk boneka Toy pemberian sang ayah.
Kamelia tersentak, dia tersenyum paksa agar sang anak tak khawatir.
Wanita itu menundukkan pandangan nya. Dia melihat sang putra yang sedang menatap lekat wajahnya.
"Mama cuma lagi kepikiran kalau nanti Papa pulang kita piknik ke mana, ya?" Kamelia berbohong dengan sangat apik membuat Noah percaya.
Bocah kecil itu tersenyum cerah mendengar ucapan sang ibu. Hal yang paling dia sukai adalah piknik keluarga. Ayahnya akan mengajaknya belajar bersepeda, sedangkan sang ibu diam-diam merekam aktivitas mereka.
__ADS_1
Sangat menyenangkan bukan?
Ahh … mengingat masa-masa itu saja sudah membuat Noah bahagia. Bocah sekecil itu sangat merindukan momen bersama sang ayah tercinta.
Noah segera duduk menghadap ibunya. Kamelia membawa Noah duduk di atas pangkuannya.
"Kita ke Monas aja gimana, Ma? Noah mau main sepeda di sana? Atau ke pantai, nanti Noah bisa belajar berenang bareng Papa. Atau kita ke villa Papa yang ada di puncak? Aaa … Noah nggak sabar nungguin papa pulang, Ma!" seru Noah penuh semangat.
Bocah kecil itu menunjukkan senyum termanis nya membuat Noah tampak semakin menawan.
Senyuman Noah bagaikan virus yang menyebar cepat membuat Kamelia ikut tersenyum manis seperti sang anak.
"Kita ke villa Papa aja. Di sana kita bisa lihat sunset di kolam renang sambil makan malam, gimana?" tanya Kamelia semangat.
"Boleh, Ma … boleh!" jawab Noah dengan raut wajah berbinar terang.
Keduanya mengobrol ringan, biasanya Kamelia sleep talk bareng suaminya. Sekarang ada Noah yang menggantikan nya.
"Mas, cepatlah bebas. Aku dan Noah sangat merindukanmu," batin Kamelia merindukan suaminya teramat sangat.
*
*
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating lima yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh 😇