Suamiku Bandar, Selingkuhanku INTEL

Suamiku Bandar, Selingkuhanku INTEL
Kelicikan Mario


__ADS_3

Di sisi lain, Mario sedang berhadapan dengan Marco – awak BIN yang bertugas untuk mengintrogasi dirinya. Pria itu menghela nafas berat, dia memutar bola matanya sedari tadi.


Sudah ada lima pengacara yang disewa oleh Mario. Pihak BIN hanya bisa geleng-geleng kepala dan memijat tengkuk mereka melihat kelakuan Mario yang tidak pernah kapok dan terkesan santai menghadapi masalah besar yang menimpanya.


Bahkan, tidak ada raut wajah ketakutan di wajah bandar narkoba itu. Dia sangat santai untuk orang-orang yang sedang ditimpa kesialan.


"Ada banyak bukti, kalau kamu pemilik klub besar di Thailand, sebuah tempat perdagangan manusia berkedok tempat hiburan!" ujar Marco dengan nada dingin seraya menatap lekat Mario yang sama sekali tak gentar padanya.


"Anda boleh menunjukkan buktinya pada kamu dan buktinya harus valid. Bila tidak, kami akan menuntut balik Anda dan tim Anda atas kasus pencemaran nama baik dan salah tangkap!" tukas salah satu pengacara mahal yang disewa oleh Mario.


Marco mengepalkan tangannya erat. Sedari tadi dia bertanya dan yang menjawab adalah pengacara Mario. Entah bagaimana pria itu bisa menyewa pengacara dalam waktu singkat.


Bukan itu saja. Banyak petinggi polri berusaha untuk membebaskan Marco. Kali ini awak BIN seperti berperang dengan anggota polri.


"Apa Anda bisu, kenapa diam saja sedari tadi?" tanya Marco dengan suara dingin bergetar menahan amarah.


Mario mengalihkan atensinya pada Marco. Dia menatap pria itu dengan sorot mata tajam. Senyuman samar terpasang di wajahnya.


"Apa kau tuli, bukankah sebelumnya aku berbicara?"


Mario membalas perkataan Marco dengan cepat dan pedas membuat Marco mengumpat kesal dalam hati. Ternyata berhadapan dengan bandar narkoba besar seperti Mario bukanlah hal yang mudah.


Usaha mereka untuk menangkap Mario juga bukan hal yang mudah dan sekarang mengintrogasi Mario juga sangat sulit.

__ADS_1


Marco meregangkan otot nya. Dia menghempaskan badannya ke belakang, bersandar pada kursi besinya.


Dia mengelus lehernya. Rasanya ingin mencekik Mario hingga tak bernafas.


"Kau … sangat menyebalkan," ujar Marco berusaha menahan amarahnya agar tak lepas kendali.


"Terima kasih pujian nya," balas Mario tenang.


Pria itu mengambil kopi di depannya, lalu menyeduhnya secara perlahan. Kakinya di silang, menandakan pria itu sangat rileks berada di penjara.


Tidak ada ketakutan sedikitpun.


"Kau …"


Mata Marco terbuka lebar saat melihat wajah yang tak asing baginya. Tiga orang berseragam lengkap dan berpangkat tinggi masuk ke dalam ruangan.


"Ada apa ini?" tanya Marco setelah berdiri cepat.


Mario ikut berdiri. Dia merapikan pakaiannya yang kusut. Lalu segera mendekat ke arah pria paruh baya di hadapannya.


"Kalian terlambat," gumam Mario pelan seraya memberikan tangannya pada pria itu.


Sang pria paruh baya segera membuka borgol Mario. Kemudian, pria tampan itu melengos ke kanan, menatap remeh Marco seraya melambaikan tangannya yang terbebas dari borgol. Seolah mengejek pria itu.

__ADS_1


"Senang bertemu dengan Anda, Tuan Marco!" ujar Mario seraya tersenyum penuh arti.


Setelah itu Mario segera pergi dari sana. Ditemani beberapa pria berseragam polisi. Marco yang melihatnya ingin mengejar, namun temannya langsung mencekal tangan Marco.


"Para anjing itu sudah bekerja sama dengan tikus kantor! Semuanya semakin sulit," keluh pria itu penuh makna membuat Marco mengumpat kesal.


Anjing yang dimaksud adalah oknum polisi yang terlibat kerjasama dengan Marco.


Sedangkan tikus kantor adalah oknum jaksa dan petinggi lainnya di pengadilan.


Ternyata Mario punya bekingan kuat.


"Sial?!" umpat Marco kesal.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating lima yah kakak 🥰🥰


salem Aneuk Nanggroe Aceh.

__ADS_1


__ADS_2