
Mario menunggu putranya sadar. Dia senantiasa setia menggenggam tangan sang putra hingga beberapa jam lamanya. Padahal, sisa waktu untuk berada di luar hanya beberapa jam saja, akan tetapi. Pria tampan itu tak menghiraukan nya.
"Mama dan papa benar-benar kelewatan, mereka tega membiarkan Noah menderita," ujar Mario pelan.
Hatinya bergemuruh, dia marah sekali pada kedua orang tuanya. Mereka tak menjaga Noah dengan baik sesuai harapan dan permintaan Mario.
Kamelia menggenggam tangan sang suami, mencoba meredam amarah yang bergejolak di dalam hati suaminya.
"Mungkin mereka pikir Noah hanya demam biasa, Mas," cicit Kamelia pelan, meski dirinya sendiri tahu kalau kedua mertuanya itu memang tak mau peduli dengan Noah.
Label anak haram sudah tersemat pada Noah di mata mereka.
"Tidak perlu membela mereka, Mel. Setelah aku dinyatakan tidak bersalah nanti, akan aku beri mereka pelajaran, karena sudah menepis tangan kalian saat meminta tolong!" desis Mario membuat Kamelia terdiam.
Hatinya menghangat mendengar ucapan sang suami. Mario tetap teguh membelanya, inilah yang membuat Kamelia jatuh ke dalam pesona sang suami.
Mario seperti punya dua sisi seperti koin. Sisi pertama dia bisa menjadi seperti malaikat untuk orang yang dicintainya. Sedangkan, sisi kedua dia bisa menjadi iblis bagi orang yang dibencinya.
Beruntungnya Kamelia mendapatkan sisi malaikat Mario. Meski awalnya dia sempat merasakan kekejaman Mario.
Akan tetapi, kekejaman yang dirasakan Kamelia tak sebanding dengan kebahagiaan dan kemuliaan yang diberikan Mario.
Pria tampan itu menghapus semua luka di masa lalu dengan memberikan cinta tulus pada Kamelia.
"Mereka bilang Noah bukan anak kamu, Mas," lirih Kamelia sedih, teringat tuduhan tak berdasar keluarga besar Mario.
"Tapi, aku bersumpah kalau aku tidak pernah selingkuh di belakang kamu, Mas. Aku bahkan tidak pernah tidur dengan pria manapun!" ungkap Kamelia dengan nada tegas menatap serius suaminya.
__ADS_1
Mario menatap lekat bola mata sang istri. Dia berusaha mencari kebenaran dari raut wajah dan indahnya netra sang istri.
"Lantas, bagaimana dengan pria tadi?"
Pertanyaan Mario mampu membuat Kamelia membeku. Dia terdiam beberapa saat. Wanita bersurai hitam itu menjadi gamang. Wajahnya memperlihatkan guratan kekhawatiran yang mampu ditangkap oleh Mario.
Kegelisahan tercetak jelas dari netra Kamelia.
Wajah Mario berubah kelam. Rasa cemburu dan amarah bercampur dalam dada. Namun, dirinya tak bisa berbuat banyak. Hanya bisa tenang dan diam sampai kebenaran terungkap.
Benarkah, sang istri punya hubungan khusus dengan David – awak BIN (Badan Intelijen Negara).
"Mas–"
"Aku harus kembali sekarang," kata Mario datar segera berdiri dari tempatnya.
"Papa," lirih Noah saat baru sadar.
Degg
Tubuh Mario membeku mendengar suara lemah putranya. Sejenak dia melupakan rasa cemburu dan amarahnya pada Kamelia. Dia segera berbalik dan mendekati ranjang putih putranya.
"Hey, jagoan papa! Bagaimana keadaanmu, Jagoan? Apa ada yang sakit?" tanya Mario cepat dengan penuh semangat.
Noah yang melihat wajah sang ayah tepat berada di depannya langsung meneteskan air mata kebahagiaan.
"Papa … hiks … papa …"
__ADS_1
Bocah tampan itu langsung menghancurkan pelukannya pada sang ayah. Seolah demam tinggi yang menyerangnya beberapa saat lalu telah tiada.
Mario membalas pelukan putranya. Dia mencium leher putranya yang mengeluarkan keringat.
"Papa … jangan pergi lagi … hiks … Noah rindu, Papa!" rengek bocah tampan itu di sela-sela tangisnya.
"Papa tidak akan ke mana-mana, Jagoan," balas Mario pelan.
Noah adalah anaknya … anak Mario. Sampai kapanpun, Noah adalah anak Mario.
Pria itu terus meyakini dalam hati kalau Noah adalah darah dagingnya.
Sedangkan Kamelia yang melihatnya ikutan menangis haru. Ada rasa ketakutan dalam hatinya tentang hubungan Noah dan Mario.
"Bagaimana kalau Noah bukan anak …" Kamelia menggelengkan kepalanya cepat. Dia mengepalkan tangannya erat.
"Noah adalah anakku. Anak aku dan Mas Mario," tegas Kamelia dalam hati.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1