Suamiku Bandar, Selingkuhanku INTEL

Suamiku Bandar, Selingkuhanku INTEL
Pertengkaran Hebat


__ADS_3

David pergi dengan tangan kosong dari sana. Namun, pria itu tidak akan tinggal diam. Dia akan berusaha untuk mendapatkan hak asuh anaknya. Akan tetapi, dia sendiri bingung bagaimana caranya. Karena bagaimanapun secara hukum Noah adalah anak dari Mario dan Kamelia.


"Apa yang harus kulakukan?" tanyanya pada diri sendiri.


Pria tampan itu mengacak-ngacak rambutnya sendiri. Jujur saja dia sangat ingin punya anak. Akan tetapi, dia belum sempat menikah, karena terlalu banyak tugas negara yang harus diemban.


"Tapi … kalaupun aku bisa mendapatkannya, apa Noah mau tinggal bersamaku. Secara dia terlihat sangat menyayangi ayahnya," David benar-benar frustasi saat ini. Dia ingin memiliki Noah. Saat melihat wajah anaknya yang sangat mirip dengannya membuat David berambisi untuk mendapatkan anaknya.


"Haiss … lebih baik sekarang aku healing dulu," ujarnya kesal.


Tentu saja healing yang dimaksud untuk David adalah pergi bersenang-senang dengan banyak perempuan.


*


*


Berbanding terbalik dengan David yang bisa healing sesukanya. Mario dan Kamelia terlibat perang dingin. Mantan bandar narkoba itu terlihat berantakan.


Pikirannya sangat kalut. Baru saja terkuak fakta kalau anak yang amat ia sayangi selama ini adalah anak pria lain. Sedih rasanya, sesak jiwanya. Benar-benar fakta ini membuat dirinya amat sangat terpukul.


Kamelia masuk ke dalam ruang kerja suaminya. Dia melihat Mario berdiri di depan jendela, menatap lurus keluar dengan sorot mata kosong.


Perlahan dia mendekati suaminya dengan langkah pelan.

__ADS_1


"Mas," panggil Kamelia pelan tak membuat Mario menoleh ke arahnya.


Kamelia memberanikan dirinya untuk memeluk tubuh sang suami dari belakang. Tetesan air mata merembes keluar dari matanya. Sungguh, saat ini hatinya terasa sakit melihat sang suami tampak terpukul.


Suaminya hanya diam saja. Biasanya Mario akan membalas pelukannya dan mencium keningnya. Berbeda dengan saat ini. Sang suami hanya diam saja layaknya patung.


"Mas … ngomong, dong. Jangan diam seperti ini … hiks …"


Kamelia merengek pada sang suami dengan suara parau. Wanita itu ingin mendengar suaminya berbicara bukan diam seperti benda mati.


Mario terdiam. Dia melepaskan tangan Kamelia dari pinggangnya. Pria itu butuh ketenangan untuk sejenak. Agar dirinya tidak menyakiti wanita yang telah membuat hatinya bergetar setiap saat.


"Tinggalkan aku sendiri dulu!" pinta Mario dengan nada datar.


Walaupun saat ini Kamelia juga menangis karenanya. Akan tetapi, Mario enggan menenangkan istrinya.


Dia hanya ingin menenangkan dirinya sendiri terlebih dahulu.


"Tidak mau … aku ingin kita bicara dan selesaikan masalah ini."


Kamelia begitu keras kepala. Dia kekeh pada keinginannya untuk menyelesaikan masalah mereka saat ini juga.


"Sekarang aku tidak bisa berpikir jernih. Jadi, tolong keluar dari sini! Tinggalkan aku sendiri dulu!" titah Mario dengan nada tegas bercampur dingin membuat Kamelia tersentak.

__ADS_1


"Mas … hiks …"


"TINGGALKAN AKU SENDIRI, KAMELIA?!" teriak Mario kencang membuat tubuh Kamelia mundur. Wanita cantik itu mengepalkan tangannya erat. Cairan bening keluar membasahi pipinya.


Sungguh, saat ini hatinya teramat sakit.


"Jahat kamu, Mas! Tega kamu bentak aku … padahal jelas-jelas masalah ini terjadi karena kamu?!" bentak Kamelia seraya menunjuk wajah suaminya.


Amarah Mario yang setipis tisu benar-benar dikoyak habis oleh Kamelia, hingga tak tersisa lagi kesabarannya.


"Salahku kamu bilang?! Emang apa salahku, huh?! Kamu yang hamil anak bajingan itu, lalu kamu salahkan aku?!"


"Iya?! Aku hamil anaknya juga karena kamu yang tega meninggalkan ku dalam keadaan terikat dengan mata tertutup. Apa kamu lupa itu, Mario?!" jerit Kamelia kencang membuat tubuh Mario tersentak.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️

__ADS_1


__ADS_2