
Tubuh Mario membeku mendengar pertanyaan istrinya. Ada rasa takut dalam hatinya, lebih tepatnya takut dengan respon istrinya.
Kamelia menggenggam tangan suaminya erat. Dia menatap lamat-lamat bola mata coklat Mario. Wanita cantik itu mencari kebenaran melalui mata Mario.
"Mas … jujurlah padaku," pinta Kamelia penuh harap.
"Maaf," balas Mario pelan membuat cairan bening yang menumpuk di dalam mata Kamelia langsung meluncur membasahi pipinya.
Ada rasa kecewa dalam hatinya saat tahu kalau suaminya mengais rezeki dengan cara haram.
Mario langsung berlutut di depan istrinya. Dia memeluk erat lutut Kamelia, menyimpan wajahnya di sela-sela lutut istrinya.
"Maaf … karena sudah buat kamu kecewa," lirih Mario dengan suara parau. Dirinya benar-benar mencintai sang istri, mungkin dulu Mario membenci Kamelia, namun seiring berjalannya waktu, kelembutan dan kebaikan Kamelia mampu membuat hatinya yang keras luluh.
Kamelia menggigit pipi dalamnya. Dia berusaha menahan diri agar tak lepas kendali.
"Kamu tahu dampak dari pekerjaan haram mu itu, Mas? Gara-gara skandal mu, aku dan Noah menjadi bahan gunjingan publik. TV dan sosial media semuanya dipenuhi berita tentang mu. Bahkan, foto Noah tersebar di sosial media. Banyak yang menghina nya gara-gara memakan uang haram mu, Mas! Hiks … kamu lupa, saat orang tua mencari harta haram, maka anak-anaknya juga ikut dicerca! Hiks … apa kamu tidak pernah memikirkan aku dan Noah, huh?!"
Kamelia mencurahkan segala keresahan hatinya. Tadi dia ingin menahan semua amarahnya, namun tak bisa. Dia teringat Noah yang ikut terkena imbas dari kejahatan Mario.
"Maaf …" Mario semakin menenggelamkan wajahnya ke tengah-tengah lutut Kamelia. Dia mengeratkan pelukannya pada kaki Kamelia.
Pria tampan itu merasa sesak dalam dada saat mendengar keluh kesah istrinya. Dia tidak menyangka kalau dirinya bakal tertangkap polisi.
__ADS_1
"Noah … dia sangat dekat denganmu, dia sangat menyayangi mu, Mas. Apa kamu bisa bayangkan bagaimana hancurnya Noah saat tahu ayahnya di penjara? Hiks … jahat kamu, Mas."
Kamelia menutup wajahnya, dia menangis pilu meluapkan semua kepahitan hatinya.
"Aku tidak akan dipenjara, Mel. Aku janji itu!" ujar Mario penuh keseriusan.
Pria tampan itu menatap lekat wajah sembab istrinya. Kamelia menatap sang suami dengan sorot mata bingung.
"Apa maksud kamu, Mas?" tanya Kamelia dengan suara parau.
"Percaya padamu, Sayang. Kalau aku tidak sejahat yang diberitakan!" ujar Mario dengan nada tegas.
Kamelia dapat melihat kalau suaminya berkata benar. Namun, dirinya tidak bisa percaya sepenuhnya, karena selama ini Mario juga sudah membohongi dirinya.
Mario menghela nafas berat. Memang sangat susah meyakinkan Kamelia untuk percaya padanya, karena sebelumnya Mario telah membohongi Kamelia bertahun-tahun.
"Sayang … tolong percaya padaku! Kali ini saja!" pinta Mario penuh harap membuat Kamelia gamang.
Logikanya menolak percaya Mario, karena pria itu telah membohongi nya selama ini. Namun, hatinya berbisik untuk percaya pada suami tercintanya.
Kamelia menghela nafas berat.
Dia menggigit bibirnya. Genggaman tangan Mario semakin erat membuat wanita itu mau tak mau harus segera menjawab.
__ADS_1
"Buat aku percaya padamu lagi, Mas!" ujar Kamelia membuat Mario tersenyum lebar.
Dia menganggukkan kepalanya cepat lalu segera memeluk erat tubuh istrinya.
"Terima kasih, Sayang. I love you," bisik Mario pelan.
Dia berjanji akan membuat Kamelia percaya padanya lagi.
Masih banyak misteri yang belum terungkap dan Mario akan mengungkap misteri yang seharusnya tetaplah misteri.
Mario ingin membuktikan pada sang istri bahwa dirinya tak bersalah sepenuhnya.
"Aku tidak ingin menjadi pion mu lagi, Master," gumam Mario dalam hati.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1