
Sudah dua hari berlalu sejak datangnya David ke rumah. Hubungan Mario dan Kamelia tetap baik, karena kesalahpahaman antara keduanya telah selesai.
Malahan mereka berdua semakin romantis. Seperti kata orang, di saat badai berlalu maka pelangi akan muncul. Begitupun dengan pasangan suami istri, bila habis bertengkar biasanya pasti semakin lengket.
Saat sedang memasak untuk suami dan anaknya. Kamelia mendapatkan telepon dari orang asing.
"Halo." Sapa Kamelia penasaran.
[Bagaimana kalau kita selingkuh?] Si penelpon menawarkan hal di luar nalar untuk Kamelia. Mendengar suara orang yang menghubunginya membuat Kamelia dapat menebak dengan mudah.
Tentu saja suara orang itu David. Tampaknya pria itu masih saja mengganggu nya. Yang lebih parah pria itu berani mengajaknya selingkuh.
Dasar pria aneh, umpat Kamelia.
"Gila!" maki Kamelia lalu memutuskan hubungan sepihak.
Wanita itu menggerutu kesal. Mood nya benar-benar dirusak oleh David yang entah dari mana dia mendapatkan nomor telepon nya.
"Dasar jailangkung. Datang tak diundang, pulang tak dijemput!" gerutu Kamelia dengan nada kesal.
"Siapa yang jailangkung?"
"Eh ayam-ayam!" pekik Kamelia terkejut saat sang suami tiba-tiba berada di belakangnya. Untung saja Kamelia tidak punya riwayat penyakit jantung. Kalau tidak, bisa-bisa wanita itu hanya tinggal nama.
"Haiss … kamu kebiasaan, deh! Suka bikin aku kaget," dengus Kamelia seraya memukul pelan lengan sang suami.
Mario terkekeh kecil. Dia sangat suka membuat istrinya marah-marah seperti ini. Tampak sangat menggemaskan baginya.
"Kamu saja yang latah," bantah Mario seraya memeluk erat pinggang istrinya dari belakang.
__ADS_1
Kamelia memutar bola matanya malas. Sang suami memang sangat pandai berbuat ulah.
"Tau ah … capek debat sama kamu. Aku selalu kalah … aaa … jangan ganggu aku, Mas. Aku lagi masak," rengek Kamelia saat diusik oleh sang suami.
Bibir Mario sedari tadi mengecup tengkuk istrinya dan menciptakan tanda merah di sana.
Semenjak menikah dan berbaikan dengan Mario. Kamelia sering dibuat kaget, ada saja tingkah Mario. Kadang Kamelia sedang menyiram bunga. Pria itu sekedar lewat dan mencolek bokongnya.
Kadang juga sedang mandi, tiba-tiba sudah ada Mario berlagak seperti tukang pijit plus plus dari belakang.
Haiss … begitulah serba-serbi pernikahan mereka.
"Aku cuma kangen aja sama kamu. Udah tiga hari aku nggak dapat jatah, karena kamu sibuk urusin Noah yang rewel tee tengah malam akhir-akhir ini," keluh Mario dengan nada manja.
Persis seperti anak kecil yang merengek minta dibelikan permen pada ibunya. Tapi, ini bukan tentang permen.
Kamelia berusaha menahan mulutnya agar tak bersuara aneh-aneh karena tangan Mario sudah ke mana-mana.
"Nggak akan … Noah lagi main game di ruang tamu, kita main cepat saja," bisik Mario dengan nada parau karena berusaha menahan hasratnya.
Mario membuka resleting celananya. Bersiap-siap ingin menggempur istrinya.
"Papa … aku menang!" teriak Noah gembira berlari ke dapur membuat Kamelia langsung mendorong tubuh Mario. Begitupun dengan Mario langsung menarik resleting nya kembali.
"Haiss … gagal lagi," gumam Mario kesal.
Kamelia pura-pura mengelap meja dapur. Dia sendiri malu bukan main, untung saja anaknya tidak sempat melihat adegan dewasa.
"Kenapa sih, para suami sulit banget nahan diri," gumam Kamelia bermonolog pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Noah berlari pada sang ayah. Dia menunjukkan layar ponselnya.
"Lihat papa, aku menang lawan bos nya!" ucap Noah dengan nada bangga.
Mario langsung menggendong putranya.
"Wahh … kamu hebat sayang! Kita main di sana ya." Mario membawa putranya menjauh dari dapur.
Kamelia bernafas lega karena putranya telah pergi dari sana. Wanita itu melanjutkan aktivitasnya, dia menata makanan di atas meja.
Namun, Mario kembali datang lalu langsung menggendong istrinya ala bridal style.
"Aaaa … Mas kamu mau ngapain?" pekik Kamelia terkejut.
Mario membawa lari istrinya menuju kamar mandi terdekat. Setelah menurunkan istrinya, dia langsung mengunci pintu kamar mandi.
"Kita main cepat, Yank. Aku udah nggak tahan lagi … kepala ku sakit!" ucap Mario dengan suara bergetar menahan gairah dan sakit kepala.
Kamelia tertawa lepas melihat suaminya begitu.
Pada akhirnya mereka berdua bermain sekitar dua puluh menit. Permainan cepat dan panas membuat keringat mereka bercucuran.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️