
Sedangkan di lain tempat, Mario duduk termenung di sebuah ruangan yang berada di kantor polisi. Dia tak sabar untuk bebas dan membuktikan kalau dirinya tak sepenuhnya bersalah.
Benar kalau Mario adalah Bandar Narkoba, akan tetapi Mario sudah jarang berkecimpung di dunia hitam sejak punya anak.
Semua urusan tentang narkoba diurus oleh orang lain. Bahkan, dia berencana untuk benar-benar berhenti dari dunia hitam dan menjadi suami juga ayah yang baik.
Dia ingin fokus pada keluarganya. Mario juga ingin mencari uang yang halal, sejak jatuh cinta pada Kamelia, pola pikir Mario ikut berubah lebih baik.
Huff.
Mario menghela nafas untuk kesekian kalinya. Dia memijat keningnya yang terasa sakit, karena terlalu banyak beban pikiran.
"Tuhan, semoga saja semua ini cepat selesai. Aku sudah tidak sabar bertemu dengan keluarga kecilku," gumam Mario pelan.
Sidang perdana kasus Mario akan diadakan dua hari kedepan. Pria itu berdoa semoga saja dirinya terbukti tak bersalah.
*
*
Waktu berjalan cepat, mentari berganti malam dan malam berganti siang. Hari ini adalah sidang perdana Mario. Kamelia bergegas menuju pengadilan, sengaja membawa Noah ke pengadilan, karena Mario yang memintanya.
"Mama, itu papa! Papa … eumm." Mulut bocah tampan itu langsung dibekap oleh sang ibu, karena suara Noah mengusik orang sekitar.
Mario tersenyum lebar. Dia melambaikan tangan nya pada sang buah hati tercinta. Kamelia juga tersipu malu saat Mario mengedipkan matanya sebelah.
Pria itu terlihat baik-baik saja, membuat hati Kamelia tenang. Setidaknya sang suami sehat di penjara.
"Syukurlah dia bisa menjaga diri," batin Kamelia tenang.
Mertua Kamelia yang duduk di kursi sampingnya menatap sinis ke arahnya. Wanita paruh baya itu tak lagi suka pada Kamelia, karena yakin kalau Noah bukan cucunya.
"Jaga baik-baik anak haram mu itu, jangan sampai dia buat keributan di sini," desisnya menggores luka di dalam hati Kamelia.
__ADS_1
Noah memasang wajah dingin, dia melayangkan tatapan sinis ke arah neneknya.
"Aku bukan anak haram, Nek. Buktinya aku punya papa … tuh papa lagi duduk sama om-om berkumis," celetuk Noah santai masih dengan wajah sinis nya.
Sontak mendengar ucapan bocah kecil itu membuat wanita yang telah melahirkan Mario semakin geram.
Dia ingin memakai Noah lagi, namun sang suami lebih dulu menggenggam tangannya dan memberi kode untuk tidak berbuat hal-hal yang tidak-tidak.
Hakim memasuki aula. Semuanya mendadak hening, tak ada yang berani berbicara.
Sidang perdana telah dimulai.
*
*
Kamelia menutup mulutnya, air mata mengucur deras saat mendengar pernyataan hakim kalau Mario tidak bersalah.
Anak buah Mario yang paling setia bernama Ramlan dipenjara selama 2,5 tahun dan denda 14 miliar. Bisa dikatakan pria itu menjadi kambing hitam, namun tak masalah. Dia senang bisa berguna untuk Mario.
Mario yang akan membayar semua dendam itu. Dia hanya bisa menatap Ramlan dengan sorot mata penuh haru.
"Terima kasih." Begitulah makna tatapan Mario pada anak buahnya.
Ramlan tersenyum tipis. Mario pernah mendonorkan tulang sumsumnya untuk istri Ramlan dulu, meski istrinya meninggal setelah dua tahun dinyatakan sembuh.
Pria itu hanya ingin balas jasa.
Ada sepasang mata yang menatap keluarga kecil Mario dengan sorot mata yang sangat sulit diartikan.
Dia adalah David, tangan pria itu terkepal erat. Menyesal karena terlambat menangkap Mario.
Mario keburu bertaubat baru dia dan tim berhasil menangkap Mario.
__ADS_1
Kamelia memeluk erat tubuh suaminya. Dia menangis dalam pelukan Mario. Meluapkan rasa rindu dan ketakutan yang sempat menghuni relung hatinya.
"Huwaaa … aku pikir kita nggak bakal bisa berkumpul lagi, Mas. Hiks … aku takut," tangis Kamelia pecah.
Mario tersenyum kecil. Matanya berkaca-kaca, dia terus mengusap punggung istrinya yang bergetar.
"Maafkan aku karena sudah membuatmu khawatir, Sayang," bisik Mario pelan.
Noah mengerucutkan bibirnya. Dia cemburu pada sang ibu, karena dapat memeluk sang ayah.
"Mama … Noah juga mau peluk papa!" rengek bocah kecil itu membuat Kamelia dan Mario tersadar kalau ada malaikat kecil di tengah-tengah mereka.
Keduanya tertawa kecil. Mario segera menggendong sang putra.
"Uhhh … jagoan nya papa." Mario tersenyum manis lalu melabuhkan ciuman pada pipi Noah.
Ibu Mario yang ada di sana mencebikkan bibirnya melihat keharmonisan rumah tangga putranya.
"Jagoan apanya? Dia tuh cuma anak haram yang bersembunyi di balik nama kamu, Mario," desis wanita paruh baya itu membuat semua mata memandang ke arah mereka.
Tangan Mario terkepal erat. Wajahnya memerah, dia menatap tajam ke arah sang ibu.
*
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
__ADS_1