Suamiku Bandar, Selingkuhanku INTEL

Suamiku Bandar, Selingkuhanku INTEL
Pertengkaran David dan Mario


__ADS_3

Mario mengepalkan tangannya erat. Rahangnya mengeras melihat wajah David. Teringat jelas bagaimana obrolan pria itu dengan sang istri tercinta tempo lalu saat di rumah sakit.


Ada rasa takut dalam hatinya. Bagaimanapun dia tak menampik jika wajah David memang sangat mirip dengan Noah – putra tersayangnya.


"Sedang apa tamu tak di undang datang ke rumah saya?" tanya Mario dengan nada dingin membuat David tersenyum samar.


Kamelia memeluk lengan Mario. Dirinya juga takut pada kenyataan yang nantinya akan diberitahukan David.


"Saya kemari ingin berbicara serius dengan Anda, Tuan Mario yang terhormat."


David berkata dengan nada santai terkesan sopan. Namun, terdapat racun tersirat dari ucapannya.


Sungguh Mario ingin menghajar David saat ini juga. Tetapi, dia tidak bisa gegabah, karena David adalah aparat hukum. Dia baru saja lepas dari kasus narkoba. Tak mungkin dirinya terjerat kasus penganiayaan aparat hukum.


"Sepertinya tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, Tuan David. Saya sudah bukan lagi tersangka kasus narkoba seperti yang Anda tuduhkan sebelumnya."


Mario membalas ucapan David dengan nada diplomatis penuh wibawa. Aura penjahat menguat dari tubuh Mario. Bagaimanapun pria itu adalah mantan penjahat kelas kakap.


Karakternya sangat berwibawa layaknya penjahat kelas atas. Sama halnya dengan David yang punya aura wibawa seorang pahlawan.


Seringai samar terpasang di wajah David. Dia mengeluarkan amplop putih dari saku jas nya.


Dia memberikan amplop tersebut pada Mario.


"Kali ini saya ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milik saya!"

__ADS_1


Mario membuka amplop tersebut. Mata pria itu memerah, urat lehernya mencuat menandakan dirinya sedang marah besar. Kamelia langsung menutup mulutnya tak percaya.


Dia menggelengkan kepalanya cepat seolah tak percaya apa yang baru saja dia baca.


Srekk.


Mario merobek-robek kertas putih itu menjadi empat bagian lalu ia lempar ke wajah David.


"Brengsek?! Angkat kaki kau dari rumahku. Tidak ada apapun yang menjadi milikmu di rumah ini?! Dan jangan pernah injakan kakimu di rumah ku lagi, bila tidak ingin kepalamu bocor?!" bentak Mario dengan nada tinggi.


Nafasnya memburu hebat membuat pihak keluarga terheran-heran melihat Mario yang sangat murka. Bahkan, pria tampan itu terlihat lebih murka dari biasanya.


Tak pernah sekalipun mereka melihat Mario semurka ini.


"Kurang ajar?! Ternyata benar kalau kamu selingkuh, ******! Tebakan ku benar kalau anakmu itu anak haram?!" teriak sang ibu mertua seraya mengangkat sebelah tangannya ke atas ingin menampar Kamelia.


Sebelum tangan wanita itu menghampiri pipi Kamelia. Mario dengan gerak cepat menahan tangan sang ibu.


"Jangan sesekali ibu menampar istriku, apalagi di hadapan ku!" tegas Mario di tengah-tengah kemarahannya.


Dia menatap tajam wanita yang telah melahirkannya. Tak peduli sepelik apa masalah yang dia hadapi sekarang. Pokoknya tidak boleh ada yang menyakiti istrinya.


Kewarasan Mario lebih tinggi dari kemarahannya. Andai saja dia masih mengkonsumsi nikotin seperti dulu. Bisa jadi Kamelia mati di tangannya saat ini juga.


"Dia telah membohongi kita semua, Mario?! Anak yang sangat kamu sayangi dan banggakan itu adalah anak haram?! Dan kamu masih mau membelanya, huh?!" jerit sang ibu murka.

__ADS_1


David ikut tersinggung mendengar anaknya disebut anak haram.


"Jaga mulut Anda, Nyonya. Sekali lagi Anda menyebut anak saya dengan panggilan tak pantas. Saya bisa memenjarakan Anda saat ini juga?!" ancam David tak kenal takut.


Mario langsung menghempaskan tangan sang ibu lalu mendekati David dan mencengkram kerah kemeja David.


"Noah … dia anakku?! Hanya anakku … aku ayahnya, aku yang mengajarkannya berjalan, aku yang mengajarkannya berhitung. Aku yang selalu ada saat dia butuh! Bukan kau, Bajingan?!" sarkas Mario dengan tajam membuat David tersenyum tipis.


Meski ada api cemburu yang berkobar dalam hatinya. David tetap berusaha waras.


"Dan jangan lupakan kalau dia hidup karena benih yang kutanam dalam rahim istrimu?!" desis David mampu membuat Mario hilang akal.


Bugh.


"Bajingan?!"


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️

__ADS_1


__ADS_2