
Sudah seminggu berlalu sejak Mario datang ke rumah sakit. Keadaan Noah semakin membaik. Bocah kecil itu tak lagi murung, karena sang ayah berjanji akan kembali padanya dan sang ibu. Hari ini dirinya sudah bisa pulang.
"Syukurlah, anak Mama sudah sembuh! Senengnya bisa berkumpul lagi di rumah!" ujar Kamelia dengan nada gembira.
Noah tersenyum cerah. Dia melipat kedua tangannya di depan dada lalu menatap sang ibu dengan sorot mata berbinar.
"Oh tentu Noah sembuh, dong. 'kan papa sudah janji bakal pulang. Jadi, Noah harus cepat sembuh dan pulang buat tunggu papa di rumah."
Ucapan Noah membuat hati Kamelia hangat. Wanita itu teringat janji Mario yang akan membuktikan dirinya tidak bersalah dan kembali bebas bisa hidup bersamanya dan Noah.
"Ya sudah kalau begitu, kita pulang sekarang. Mbak Caca sudah masak rendang buat kita," ajak Kamelia membuat Noah menganggukkan kepalanya.
Setelah membereskan semuanya, wanita itu segera menggendong putranya untuk keluar dari rumah sakit. Meski kesulitan, karena satu tangan digunakan untuk menggendong Noah, sedangkan tangan yang lain membawa tas besar berisikan baju Kamelia dan perlengkapan Noah selama di rumah sakit.
Setelah keluar dari rumah sakit, Kamelia berniat untuk naik taxi. Namun, sebuah mobil datang menghampiri keduanya.
Seorang pria tampan berpakaian casual serba hitam, serta topi hitam turun dari mobil mewah tersebut.
"Hai," sapanya ramah membuat Kamelia terhenyak. Dia menjatuhkan tas yang dibawa, lalu mengeratkan pelukannya pada sang buah hati.
__ADS_1
David telah tiba. Instingnya mengatakan kalau David adalah pria berbahaya. Ditambah teka-teki masa lalu mereka.
Noah melihat sang ibu tampak panik. Dia mencoba untuk menoleh ke belakang untuk melihat wajah pria yang membuat ibunya takut.
"Ma, Om ini siapa?" tanya Noah polos pada sang ibu.
David mendengar suara bocah kecil itu tersenyum kecil. Ada rasa hangat dalam hatinya, di kala mendengar suara manis sang anak.
Ya, benar … David telah melakukan tes DNA dan hasilnya telah keluar semalam. Terbukti kalau Noah adalah anak kandungnya. Terkejut dengan fakta tersebut, David tersadar kalau yang tidur bersamanya kala itu adalah Kamelia. Karena wanita teman ranjang David telah meninggal seminggu setelahnya, karena kecelakaan.
"Om adalah papa kamu, Boy," ujarnya membuat Noah tersentak. Dia menoleh ke belakang dan melihat sang pria dari atas hingga bawah.
Tak salah lagi, kalau bocah kecil di hadapannya ini adalah anak kandungnya. Ada rasa hangat dalam hati David, namun dia tidak ingin gegabah.
Kamelia terkejut bukan main ketika mendengar ucapan Mario. Seenaknya saja pria di hadapannya ini mengatakan hal yang dapat merusak pikiran Noah.
Apalagi kalau sampai ada orang yang mendengar ucapan David. Bisa-bisa masalah hidupnya semakin runyam.
"Anda jangan sembarang bicara, ya. Saya bisa menuntut Anda atas perilaku tak menyenangkan!" tegas Kamelia mengancam David.
__ADS_1
Pria itu hanya terkekeh pelan. Dia merasa terhibur dengan ancaman Kamelia. Wanita ini tampak menggemaskan.
*Kamu lupa siapa saya? Saya yang telah menangkap suami kamu!" balas David datar dengan sorot mata tajam.
Kamelia mengeraskan rahangnya. Dia menatap David tak kalah tajam. Sebuah taksi yang dipesan oleh Kamelia sebelumnya telah tiba.
"Suami saya tidak bersalah dan saya yakin dia akan bebas secepatnya! Dan saat hari itu tiba, dia akan menghajar Anda bila berani mengusik kehidupan saya dan anak kami!" sentak Kamelia penuh penekanan.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like komentar vote dan beri rating 5 yah kakak.
maaf telat up, author sibuk real life. mama author ke luar kota jadi selama sebulan ini urusan rumah author yang handle 💖💖.
Author up sebisa nya aja ya, makasih banyak buat yang setia
__ADS_1