Suamiku Bandar, Selingkuhanku INTEL

Suamiku Bandar, Selingkuhanku INTEL
Mari Pisah?


__ADS_3

Tubuh Mario terhenyak saat mendengar pernyataan istrinya. Ingatan beberapa tahun lalu saat mereka bulan madu di Lombok terlintas dalam benak Mario. Saat itu Mario masih belum mencintai Kamelia.


Selain menjadi bandar narkoba, Mario juga pecandu nikotin masa itu. Sungguh dia merasa bersalah karena telah menyakiti Kamelia dengan sangat kasar kala itu.


"Hiks … malam itu … aku kira kamu kembali ke kamar. Aku tidak menolak dia karena aku kira itu kamu, Mas!" Kamelia menjambak rambutnya sendiri, wanita itu tertekan bila mengingat tubuhnya di sentuh oleh pria lain.


"Mel," panggil Mario serak.


Namun, wanita itu menghiraukannya. Tubuhnya gemetar karena terkejut dengan fakta yang baru saja dia tahu malam ini. Ternyata anak yang dia kandung adalah anak pria lain.


"Kamu mau pisah sama aku, 'kan, Mas? Kamu mau pisah karena jijik punya istri yang sudah disentuh pria lain. Iya, 'kan, Mas? Makanya kamu tidak mau bicara denganku karena terlalu jijik padaku!" 


Kamelia tertawa getir, cairan bening tak berhenti merembes keluar membasahi pipinya.


Berbagai pikiran buruk menghantui dirinya. Sehingga, membuat Kamelia tidak bisa berpikiran jernih. Selama ini Mario amat menyayangi Noah karena mengira bocah itu adalah anaknya.


Mario berubah menjadi baik, setelah Kamelia melahirkan. Bila dipikir-pikir Mario mencintainya karena Noah saja. Sekarang sudah terbukti Noah bukan anak kandungnya, berarti cinta untuk Kamelia pun ikut pudar, begitulah pikir ibu muda itu.

__ADS_1


"Kamu cinta sama aku karena Noah dan sekarang Noah bukan siapa-siapa kamu. Berarti cinta kamu juga sudah hilang," lanjut Kamelia parau.


Setelah mengatakan itu Kamelia berbalik ingin segera keluar dari sana. Namun, Mario lebih dulu menarik tangannya lalu membawa wanita itu masuk ke dalam pelukannya.


"Jangan harap kamu bisa pergi dariku! Sampai kapanpun kamu hanya milikku?!" tegas Mario seraya mengeratkan pelukannya seolah tak mau kalau wanita itu pergi darinya.


Kamelia telah membuat hidupnya berubah ke arah yang lebih baik. 


Tangis Kamelia pecah dalam pelukan suaminya. Saat ini mereka berdua sama-sama tertekan karena keadaan.


Pernikahan mereka sangat baik-baik saja selama ini, kini diuji dengan hadirnya orang ketiga yang tidak sengaja Mario undang masuk ke dalam kamar hotelnya sendiri.


Dia sangat takut kalau sampai Mario tidak menyayangi Noah lagi. Tak mampu dibayangkan bagaimana keadaan Noah tanpa kasih sayang Mario.


Bagi Noah, Mario adalah pahlawan nya. Bila sang pahlawan berubah menjadi villain, maka hancurlah kehidupan Noah.


Mario memejamkan matanya. Terbayang wajah putranya. Senyuman bocah itu amatlah memabukkan, wajahnya sangatlah lugu.

__ADS_1


Noah selalu menatapnya dengan tatapan kagum dan penuh cinta.


"Noah adalah anakku. Dia anak kita, aku yang memeluknya saat dia kedinginan. Aku yang mengajarinya berhitung, aku yang selalu ada saat dia butuh. Tidak akan kubiarkan siapapun mengambil peranku sebagai ayahnya Noah selama aku masih bernafas!" 


Mario berkata dengan nada diplomatis. Dia sangat menyayangi anaknya, sampai kapanpun Noah tetaplah anaknya.


David hanyalah pria penabur benih saja. Bahkan, pria itu tidak meminta maaf padanya atau Kamelia karena salah masuk kamar saat itu.


"Terus bagaimana dengan keluarga mu, Mas? Mereka pasti semakin gencar merendahkan aku dan Noah," Kamelia selalu saja merasa sedih bila mengingat keluarga suaminya.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2