
Mario membeku mendengar cerita David. Tidak menyangka kalau istrinya pernah tidur dengan pria asing. Ada rasa marah dan kecewa dalam hatinya, ingin sekali dia mendatangi keduanya. Namun, dia urungkan ketika mendengar bantahan dari sang istri.
"Jangan mengada-ngada?! Aku bukan wanita murahan yang tidur dengan sembarang pria. Hanya suamiku yang pertama kali menyentuh ku dan cuma dia yang berhak menyentuhku?!" bantah Kamelia dengan nada sarkas.
Dirinya menatap tajam Mario. Amarah dalam dirinya sangatlah besar. Dia tidak mau kalau David tinggi hati, hanya karena membayar biaya pengobatan putranya, pria itu berhak melecehkan nya dengan kata-kata.
Bagi Kamelia, hanya Mario yah berhak menyentuhnya. Dan pria itulah yang selama ini tidur bersamanya.
David menghela nafas berat. Dirinya juga belum punya bukti konkrit. Tidak ada CCTV di hotel XX, karena hotel tersebut sangat menjaga kenyamanan para tamunya.
"Saat itu … kedua tanganmu dalam keadaan terikat, matamu tertutup oleh kain hitam! Kamu memakai lingerie berwarna merah terang, namun kamu tidak memakai celana d*lam!"
Ucapan David membuat tubuh Kamelia membeku. Begitupun dengan Mario yang termangu. Masih membekas dalam ingatannya saat pertama kali menggagahi Kamelia dengan kasar.
Dia juga mengikat kedua tangan istrinya, tak lupa mata Kamelia dia tutup dengan kain hitam.
Kamelia menggelengkan kepalanya cepat. Dia masih tidak percaya akan apa yang disampaikan David.
Dirinya juga tahu benar kalau malam itu Mario masih belum mencintainya dan menggagahi nya dengan sangat kasar.
"Tidak mungkin … kamu jangan melantur! Hanya karena kamu membayar biaya perawatan anakku, bukan berarti kamu bisa berbohong dan berbicara yang tidak-tidak!" tukas Kamelia dengan tajam.
__ADS_1
David memasang raut wajah datar. Pria tampan itu tak terkecoh dengan sarkasme Kamelia. Entah mengapa dia sangat yakin kalau wanita di hadapannya memang pernah tidur dengannya.
"Kita akan bertemu seminggu lagi untuk membahas hal ini." David segera beranjak dari sana. Dia meninggalkan Kamelia begitu saja.
Mario segera merapatkan tubuhnya ke sudut dinding yang tak mampu dijangkau pandangan David.
Setelah memastikan David menghilang dari sana, barulah Mario keluar dari persembunyiannya.
Pria tampan itu menepuk pundak Kamelia membuat wanita itu langsung menoleh.
"Apa la–," Mata Kamelia melebar sempurna ketika melihat suaminya. Gadis cantik itu tersenyum manis. Dia segera memeluk erat tubuh suaminya.
"Mas … hiks." Kamelia menumpahkan tangisnya dalam pelukan suaminya. Mario membalas pelukan sang istri, mendekap erat tubuh istrinya, mengikis jarak antara keduanya.
Kamelia mengeluarkan suara hatinya. Mario yang tadinya ingin marah tak jadi, karena mendengar tangisan istrinya.
"Maafkan aku," lirih Mario pelan seraya mengecup puncak kepala istrinya.
Setelah Kamelia tenang, barulah keduanya duduk di kursi panjang atas atap rumah sakit.
Tangan keduanya saling bertaut. Baik Kamelia maupun Mario enggan melepaskan nya.
__ADS_1
"Kamu sudah bebas, Mas?" tanya Kamelia Hati-hati.
Mario menghela nafas berat. Dia mengecup punggung tangan istrinya.
Hatinya gamang, apakah harus jujur pada Kamelia atau tidak.
Dirinya takut kalau Kamelia tahu, wanita itu jijik dan marah padanya.
"Aku izin keluar sebentar untuk bertemu kalian. Saat sampai di rumah, Caca bilang Noah sakit. Makanya aku menyusul ke sini," jawab Mario dengan suara bariton nya.
Kamelia menatap Lamat wajah tampan suaminya. Entah apa yang wanita itu pikirkan.
"Apa benar kalau kamu bandar narkoba, Mas? Jawab aku dengan jujur!" pinta Kamelia penuh harap.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️