Suamiku Binatang Buas!

Suamiku Binatang Buas!
Ep.09| hujan musim gugur


__ADS_3

Mereka sampai di gua pada saat siang hari. setelah berkemas, Rigis membuat api untuk menghangatkan gua. lalu pergi keluar untuk berburu.


Yumi duduk dekat api, menggosok kedua tangan. meski ini siang hari, cuaca mendung setelah beberapa saat, awan hitam melambung diatas langit. hujan akan turun, dan harimau itu belum kembali.


Yumi hanya bisa duduk sendiri di dalam gua, menunggu Rigis kembali.


dia awalnya berpikir untuk kabur dari sini. setidaknya beberapa kali membuat ide seperti itu. tapi pada akhirnya dia hanya bisa menyerah setelah mempertimbangkan banyak hal.


di hutan belantara dengan banyak binatang buas, ditambah dengan cuaca ekstrim didunia ini, dia tidak yakin, dia bisa bertahan hidup.


setelah bersama dengan Rigis beberapa hari ini, dia yakin dia tidak akan jadi santapan binatang buas itu. dengan keykinan itu daripada membuat diri sendiri sengsara dihutan yang tak pasti. lebih baik hidup dengan harimau putih. setidaknya dia aman disini.


Dunia orc memiliki enam musim sekaligus dalam satu tahun, dan satu tahun disini memiliki 15 bulan, 34 hari dalam sebulan. bahkan yang lebih anehnya dunia ini memiliki 2 matahari dan 3 bulan dilangit.


Yumi dapat menyimpulkan bahwa tempatnya menyebrang sekarang ini bukanlah planet bumi, melainkan planet yang mungkin tidak dia kenal.


Waktu disini sangatlah lama, yang paling mengerikan adalah waktu pada saat musim dingin yang memerlukan 5-6 bulan, yang cukup lama. musim terpendek adalah musim hujan, hujan lebat akan terus turun dalam waktu 2 minggu berturut-turut tanpa berhenti.  sedangkan hujan ringan itu tidak pasti, biasanya turun sekali dua kali disetiap musim.


Semua pengetahuan ini dia dapat dari mulut Rigis. Yumi menggigil saat pertama kali mendengar kebenaran dari Rigis tentang dunia ini. sungguh bagaimana mahluk hidup bisa bertahan dengan cuaca yang ekstrim seperti ini?


sampai sekarang Yumi masih seperti kesurupan, hanya dari hutan kalimantan dia tiba-tiba menyebrang ke dunia lain.


Dunia yang bahkan manusia biasa seperti dirinya tidak pernah bayangkan.


Oh, mami ini mengerikan. tidak masuk akal.


Yah, mau gimana lagi, ini semua seperti dunia fantasi, oke? tidak bisa digambarkan hanya dengan akal sehat.


Yumi menghela napas dengan cemas, melihat pintu gua yang tertutup. meski tidak ada angin yang masuk ke gua, Yumi masih merasakan suhu menjadi dingin perlahan.


dia hanya bisa meringkuk didalam tumpukan kulit binatang dilantai gua dekat api. perlahan dia tertidur dalam keadaan linglung.


dalam tidurnya yang setengah sadar, dia merasan seseorang memeluknya. Yumi mengerang pelan. tubuhnya merasakan sumber panas tubuhnya bergerak tanpa sadar kedalam pelukan. dengan keadaan setengah sadar dalam tidurnya, dia menggosok dada seseorang dengan nyaman. oh, sangat nyaman.


tubuh Rigis menegang tatkala tangan Yumi menggosok tubuhnya dengan nakal. tubuhnya kaku seperti patung, tidak berani bergerak sampai Yumi benar-benar tertidur lelap, dia akhirnya bisa rileks.


Rigis melihat Yumi dalam pelukannya.


Merasa lembut didalam hatinya.


Mengamati wajah damai di bawah bayang-bayang cahaya api, bulu matanya yang lebat memantulkan bayangan samar. pipi cubby terlihat lembut dengan rona merah samar.


iris birunya berpindah pada bibir merah muda yang lembut, Rigis tidak bisa menahan diri, dia mendekat mencium bibirnya, dengan gerakan pelan tapi pasti, Rigis mulai mengulum bibir lembut yumi dalam mulutnya, terkadang menyedot, menjilat dan menggigit lembut. rasanya enak dan membuat kecanduan.


Yumi dalam tidurnya memiliki mimpi makan permen ceri yang enak, manis dan lembut. dia membuka mulutnya, makan permen dengan antusias.


Rigis merasakan lidahnya tersedot dalam mulut Yumi. membuatnya merasakan panas menjalar keseluruh tubuh. dia menggeram dalam tenggorokannya.


Pria itu menekan tengkuk Yumi, memperdalam ciumannya. sesekali erangan lembut terdengar dari mulut Yumi.


tangan Rigis mulai pindah menggosok dada Yumi. dia mencium Yumi seakan ingin melahapnya kedalam perut. napas Rigis memburu dalam kesenangan.


Yumi dalam tidurnya mulai sadar ketika merasakan napasnya sesak, bahkan gerakan besar Rigis langsung membangunkannya.

__ADS_1


kedua tangan Yumi mulai melayangkan pukulan pada dada Rigis, dengan sekuat tenaga mendorong bajingan mesum ini dengan membabi buta.


Rigis melepaskannya dengan enggan. "kenapa bangun? "


Yumi langsung duduk, menghirup udara dengan panik karena sesak. Dia menyentuh bibirnya yang bengkak sambil melihat pria tak tahu malu di depannya dengan tak percaya.


'kenapa bangun? ha. kenapa memangnya?!! bajingan ini!


kemarahan melonjak tak terkendali. dia menyerang Rigis dengan membabi buta. menendang, memukul, dan berteriak.


"bajingan tak tahu malu! "


Rigis tidak melawan, dia hanya memblokir secara refleks dengan tangannya. pukulan Yumi tidak memiliki efek apapun pada tubuhnya, dia tidak merasakan sakit sedikitpun.


"berhenti memukul, kamu akan lelah. " nadanya penuh khawatir, dia membujuknya dengan lembut.


Yumi berhenti kali ini, dia memang lelah, napasnya tersengal. mata Yumi menatap Rigis penuh keluhan. lihat, dia bahkan tidak merasakan sakit setelah dipukuli begitu lama.


"jangan menyentuhku tanpa izin! kamu menjauh dariku! " Yumi marah dan malu. pria ini begitu tidak tahu malu.


"jangan marah, aku tidak bisa menahannya. kamu sangat harum dan lembut.. "


"berhenti bicara! " bentak Yumi tidak ingin mendengarnya.


Rigis tutup mulut dengan tak berdaya. betinanya sangat patuh ketika tidur, berinisiatif memeluknya dengan erat. tapi akan marah dan ketakutan ketika bangun. Rigis sudah terbiasa dengan emosi betinanya.


"apa kamu lapar? aku membawa banyak kayu bakar wangi sebelum hujan, dan mendapat binatang kayu yang sangat disukai betina. "


binatang kayu sangat sulit didapat, karena sarangnya yang berada didalam pohon kayu wangi yang paling besar. binatang kayu suka makan kayu wangi membuat dagingnya lembut dan wangi. ini adalah makanan favorit betina.


Yumi akhirnya tenang, meski sangat marah dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melampiaskan keluhannya.


Yumi mendengus pada pria itu. perutnya memang lapar dan dia sedikit kedinginan. Yumi melihat api yang akan padam buru-buru menambah kayu yang dibawa Rigis. ketika kayu terbakar, tercium aroma wangi diseluruh gua.


"sangat harum! " serunya terkejut. Yumi tidak menyangka aroma ini berasal dari kayu. meskipun Yumi juga tahu ada kayu yang beraroma harum seperti gaharu dan cendana, tapi dia tidak tahu ada jenis kayu wangi yang lebih harum dari ini.


Kayu ini memiliki aroma yang menggugah selera tapi tidak berasa berminyak malah cenderung menyegarkan. sangat enak meski bukan aroma yang merilekskan.


"rigis, kayu jenis apa ini? sangat enak, meski bukan harum mint atau bunga-bunga, ini beroma kayu yang khas." Yumi bertanya penuh semangat,  melupakan kemarahannya untuk sesaat.


"bagus kamu suka. ini kayu wangi, beberapa binatang suka memakannya. orc jantan kadang suka ambil untuk membuat api kecil untuk betina. " jelasnya dengan senyum tipis melihat perempuannya senang dengan apa yang dia berikan.


"binatang apa yang suka makan kayu pohon? " ucap Yumi heran, kemudian dia diam, mengingat ulat, cacing, rayap dan sejenisnya yang suka makan kayu. ya, memang ada hewan seperti itu pikirnya.


"aku kebetulan mendapatkannya. lihat, " Rigis menunjuk binatang yang dia buru.


"Ulat!! " Yumi menjerit seketika, "Rigis itu ulat! " Yumi bergidik takut.


"ini rasanya enak, betina paling suka makan daging binatang kayu. dagingnya lembut dan harum."


"benarkah?" rasanya seperti yang dikatakan Rigis? meskipun dia ngeri dengan hewan yang namanya ulat dan cacing yang sedikit menjijikan, Yumi masih baik-baik saja dengan larva lebah.


Tapi jika dilihat baik-baik, ulat ini tidak seperti ulat malah cenderung seperti larva lebah warnanya putih yang terlihat lembut dan rentan. Ini persis seperti larva lebah versi raksasa. ukurannya sebesar domba dewasa.

__ADS_1


Yumi suka makan larva lebah yang digoreng, rasanya sangat enak. jika rasa binatang ini sama dengan apa yang dia bayangkan, itu akan luar biasa.


"iya." jawabnya meyakinkan. "ini adalah makanan favorit betina, sangat jarang dan susah mendapatkannya. terkadang jantan menebang sepuluh pohon wangi belum tentu mendapatkannya."


Yumi melihat binatang itu lagi dengan cermat. mulutnya memiliki gigi bergerigi kecil yang sangat tajam, cukup kuat untuk mengunyah kayu untuk dicerna.


"apakah bisa dimakan?" Yumi melihat Rigis dengan ragu. terlihat jelas dia tak percaya.


"aku akan memanggangnya untukmu." Rigis tersenyum maklum, betinanya belum pernah merasakan daging binatang kayu, Rigis senang memberi makan perempuannya.


Yumi melihat Rigis memotong daging binatang kayu itu dengan pisau batu. dagingnya berwarna merah muda yang terlihat lembut, tanpa tetesan darah merah, hanya berupa cairan putih seperti lendir. kemudian, Pria itu menaruh potongan daging diatas api. kemudian, Rigis menaburkan sedikit garam seperti yang sering dilakukan Yumi ketika memasak.


seketika suara desisan terdengar renyah dengan aroma daging memenuhi gua.


"sangat harum!" Yumi ngiler melihat daging yang dipanggang Rigis.


"cobalah." Rigis membawa potongan daging yang telah matang kehadapan Yumi.


Yumi menggigit dengan tidak sabar. "enak sekali,"


Rigis tersenyum lembut, mengusap noda minyak disudut mulut Yumi dengan penuh perhatian, atau terkadang memberi minum air pada Yumi sambil terus memanggang daging.


Yumi makan dengan lahap, matanya menyipit penuh nikmat. daging ini lembut dan wangi dengan rasa gurih dan sedikit manis, sangat lezat. dia tidak bisa berhenti makan. tapi sayangnya perut ini tidak bisa menampung banyak.


Uhh perutku rasanya ingin meledak. setelah makan dia berjalan-jalan untuk mencerna makanan. Hujan diluar tidak tahu kapan telah berhenti. memanfaatkan kesibukan Rigis merapikan bekas makannya, dia berjalan keluar gua.


Meski hujan telah berhenti, angin diluar masih sedikit kencang. membuat sedikit menggigil meski dia telah memakai jaket hangat.


mata bulatnya tidak berhenti menjelajah hutan lebat yang membentang kini basah penuh tetesan air. meski mulai banyak rontok, hutan tak meninggalkan kesuburannya yang mempesona.


"kenapa keluar?"


Yumi menoleh seketika, melihat Rigis yang berdiri dipintu gua dengan wajah tanpa ekspresi. melihatnya seperti itu membuat Yumi sedikit gugup.


"yah.. hanya berjalan-jalan sebentar untuk mencerna makanan, " cicitnya.


dia menunduk, ya ampun! dia lupa harimau ini sangat posesif. tapi dia agak kesal dengan sifat yang satu ini. dia hanya keluar tidak jauh, pria ini bukan siapa-siapa di hidupnya untuk apa dia begitu gila mengurungnya.


Yumi mengeluh dalam hati, dia kesal, "kenapa?!"


Rigis tidak menjawab, dia hanya memerintah dengan tegas. "kembali masuk gua."


"tidak!" Yumi cemberut. "aku masih ingin diluar-" Yumi bersin seketika. Ugh


tanpa basa-basi Rigis menggendong Yumi masuk gua cepat tanpa memberi kesempatan Yumi untuk protes.


Malam itu tubuh Yumi mengigil dengan suhu tubuh panas, hidungnya meler membuatnya sedikit sesak napas, mulut kecilnya terus merengek tak nyaman.


Harimau itu panik, dia berlari dengan kecepatan maksimal mencari dukun untuk mendapat obat. lalu berlari kembali ke gua, merebus obat kemudian membujuk Yumi minum obat dengan lembut dan penuh perhatian.


Yumi yang tak sadar hanya menyerngit saat merasakan rasa pedas namun sedikit manis dimulutnya, tapi tetap patuh meminum cairan yang diberikan dimulutnya.


Rigis menyaksikan Yumi meminum obatnya dengan patuh, setelah itu dia terus menjaga Yumi sepanjang malam, dan sesekali menyuapi obat sedikit demi sedikit sampai demamnya turun dan tubuhnya tak lagi menggigil.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2