Suamiku Binatang Buas!

Suamiku Binatang Buas!
Ep.15| kamu perempuan milikku


__ADS_3

Yumi melihat tangan kecilnya digenggam erat oleh tangan besar nan kuat milik Rigis. dia belum pulih dari keterkejutannya barusan, Rigis cukup menakutkan ketika sedang marah, namun anehnya hal itu tidak membuatnya takut untuk mendekat, justru membuatnya cukup terkejut dengan alasannya marah.


karena alasan Rigis begitu marah karena dirinya disakiti orang lain.


seumur hidup dia belum pernah merasakan dilindungi begitu posesif. meski keluarganya melimpahkan banyak cinta untuknya, orang tua selalu mengajarkan kemandirian untuk anak-anaknya dalam masyarakat modern.


saat ini Yumi bisa merasakan perlindungan Rigis, yang membuatnya merasa rumit.


hatinya jelas merasa nyaman, manis, dan terkesan. namun satu hal yang membuatnya tidak mengerti, dalam hal apa Rigis melakukan itu, melindunginya, posesif padanya, memperlakukannya begitu baik dan perhatian. mereka hanya dua asing yang bahkan dalam ras yang berbeda.


"Rigis, kenapa kamu memperlakukanku begitu baik?" Yumi bertanya tanpa sadar.


Rigis yang terfokus pada jalan didepannya sambil melindungi Yumi, kini terhenti dalam langkahnya.


"kenapa aku harus tidak memperlakukanmu dengan baik?" Rigis berkata dengan bingung. menatap Yumi dengan tidak mengerti.


"ya, kenapa kamu melindungiku? memberiku perhatian yang memanjakan,"


"tentu saja! itu karena kamu perempuan milikku, aku harus melindungimu dan memanjakanmu." ucapnya tegas dan serius.


tangan lembutnya mengerat dalam cengkraman tangan pria didepannya. pipinya yang cubby memerah secara tak wajar.

__ADS_1


keduanya berjalan dalam diam lagi, hanya sesekali Rigis akan menyingkirkan ranting pohon yang menghalangi jalan dan hal-hal yang sekiranya takut menggores kulit putih Yumi, melindungi wanitanya, membersihkan jalan agar aman untuk dilewati Yumi.


Yumi tidak mengatakan apa-apa namun tidak pernah melewatkan setiap perhatian kecil Rigis untuknya,


setiap ada akar pohon yang mencuat ditanah, Rigis akan memperingatkannya agar hati-hati dengan nada lembut, jika ada semak berduri, Rigis akan menggunakan tubuhnya sebagai tameng agar dia tak tergores, atau bahkan jika ada pohon besar yang roboh menghalangi jalan, Rigis akan mengkat tubuh mungilnya dengan lembut melewatinya dengan mudah.


sedangkan Yumi, dia akan membalas dengan um lembut atau ucapan terima kasih dengan wajah memerah.


keduanya sampai ditepi sungai, mereka tidak terburu-buru untuk kembali ke gua.


Yumi duduk dibebatuan besar ditepi sungai, melihat Rigis bersiap membersihkan mangsa. Yumi melihat wajah tampannya yang dingin, yang tidak mengatakan sepatah katapun, membuat Yumi tidak nyaman dan khawatir. jadi dia memanggil dengan ragu, "Rigis?"


"hm?"


Rigis berhenti, melirik Yumi disebelahnya."tidak apa, jangan hiraukan dia. dimasa depan hindari saja mereka."


"hum! kamu pikir aku sangat pengecut. lagi pula tidak perlu kamu ingatkan, dimasa depan aku pasti tidak akan bertemu mereka, bukan untuk menghindar, tapi aku tidak punya waktu luang untuk beberapa kecoa." jelasnya malas. dia terlalu malas untuk masalah yang tidak perlu.


"apa mereka anggota sukumu?"


Rigis mengkuliti kulit domba dengan sangat rapi, untuk mengubahnya menjadi pakaian atau alas tempat tidur untuk Yumi. bulu domba sangat tebal dan hangat cocok untuk pakaian atau alas tempat tidur. "ya, dia salah satu perempuan disuku, dia sudah dewasa selama dua tahun dan melahirkan lima anak harimau selama periode ini, yang dianggap paling subur diantara para perempuan lainnya." jelasnya, sambil memotong kaki belakang domba dengan mudah.

__ADS_1


Rigis memotong perut domba siap membuang semua organ internalnya.


"jangan buang! bersihkan saja kotorannya," Yumi buru-buru mencegah.


Rigis memandang Yumi dengan bingung, dan berkata,"ini sangat bau, tidak bisa dimakan."


"siapa bilang tidak bisa, kamu hanya perlu membersihkan kotorannya, "


Rigis menyerngit, "itu tidak berhasil. baunya tetap tidak hilang, rasanya sangat menjijikan. ini tidak bisa dimakan." dia mencoba menjelaskan dengan sabar. semua orc tidak suka makan organ dalam yang menjijikan dan bau, bahkan betina akan marah jika pasangannya tidak membuang organ dalam buruannya terlebih dahulu sebelum diberikan untuk dimakan.


"tidak, tidak, kamu tidak tahu, organ dalam hewan bisa dimakan. aku tahu cara memasaknya agar tidak bau. kamu percayalah padaku, aku bisa membuatnya enak." Yumi berkata dengan cemas mencoba menyakinkan Rigis.


"benarkah?" Rigis jelas ragu, sebab tidak ada satupun yang berani makan hal-hal ini.


Perempuannya sangat aneh, jelas hal-hal yang kotor seperti ini sangat menjijikan dan sama sekali tidak dapat dimakan.


Yumi hanya memutar matanya. apa yang dipikirkan? bagi mereka makan daging mentah dan minum darah, justru lebih menjijikan.


Yumi menunjuk pada usus besar dan kecil yang penuh kotoran."lakukan saja dulu, jika tidak berhasil kita hanya perlu membuangnya. pertama buang kotoran pada ususnya lalu cuci hingga bersih."


"baiklah.. apapun yang kamu mau," Rigis sebenarnya masih tidak yakin, hanya saja ini yang diminta Yumi. jadi, dia hanya menuruti permintaan Yumi tanpa syarat.

__ADS_1


Yumi memilih hati dan paru memisahkannya didaun besar. dia bisa makan enak malam ini, dengan memikirkannya saja membuatnya ngiler.


__ADS_2