Suamiku Binatang Buas!

Suamiku Binatang Buas!
Ep.01| Menyebrang ke Dimensi lain


__ADS_3

Udara dingin dipagi hari masih terasa mengigil di hutan belantara. Sinar matahari hangat menerpa daun-daun pohon yang berguguran. Kicauan burung terdengar dimana-mana, menambah suasana hutan cerah di musim gugur.


Yumi perlahan membuka mata, dia mengerang kesakitan, tatkala tubuhnya terasa lemah dan sakit. Yumi memaksakan tubuhnya untuk bangun, kemudian duduk bersandar pada pohon didekatnya.


"dimana ini? " Yumi bicara pada dirinya sendiri setelah tersadar dari linglung.


Yumi akhirnya ingat, tentang perampokan semalam, dia berhasil kabur dan lari kedalam hutan. perasaan Yumi tiba-tiba cemas, memikirkan kembali keadaan kakaknya sekarang. apakah kakaknya baik-baik saja? atau.. 


Tidak! Yumi menggeleng keras sambil menangis. terakhir kali saat dia berlari, dia masih sempat mendengar suara tembakan, apa kakaknya masih hidup atau terbunuh? Yumi menggelengkan kepala, pikirannya tidak mau berspekulasi yang tidak-tidak.


sebelum melihat mayat kakaknya Yumi tidak akan percaya kakaknya meninggal.


ketika Yumi melihat sekeliling hutan, Yumi sangat kebingungan, hutan sangat cerah, daun pohon berguguran dengan angin dingin, kedalaman hutan membentang luas dari segala arah, sesekali Yumi bisa melihat hewan-hewan berkeliaran, seperti kelinci, tupai, rusa, musang, landak, ayam hutan, burung dan monyet yang bergelantungan memetik buah liar. daun-daun kuning orange rontok jatuh tertiup angin.


Yumi melihat cuaca musim gugur, dimana pepohonan meluruhkan seluruh daun-daunnya.


hal yang tidak akan pernah terjadi di hutan kalimantan yang suram. Yumi tiba-tiba merasa tidak pasti. apa yang terjadi dengan lingkungan yang berbeda?


Yumi akhirnya tidak mau terlalu memikirkannya dan memutuskan untuk kembali berjalan ke arah dia datang semalam.


dengan jantung berdebar-debar karena kecemasan, Yumi mulai merasa ketakutan saat berjalan sendirian dalam hutan.


Diperkirakan hampir setengah hari Yumi berjalan, akan tetapi Yumi merasa dia tidak pernah sampai ke pinggiran hutan. padahal Yumi ingat betul, hanya butuh waktu setengah jam dari lokasi terakhir Yumi berada.


Karena kelelahan, Yumi berhenti berjalan, dia hanya berdiri diam dengan linglung.


Apa yang terjadi? dimana dia?


apa dia berpindah ke dimensi lain?


Atau 'kah dia sedang berhalusinasi? bermimpi? menyebrang seperti protagonis novel yang pernah dia baca?

__ADS_1


jantung Yumi berdegub kencang memikirkan kemungkinan-mungkinan diotaknya yang kacau. dia panik dan khawatir, seumur hidup Yumi tidak pernah bersentuhan dengan hal-hal tentang alam spiritual seperti kepercayaan keluarga neneknya.


Yumi mengamati sekeliling, ini jelas musim gugur! Yumi bertambah khawatir karena setahu Yumi setelah musim gugur adalah musim dingin.


sebelum musim dingin biasanya banyak hewan yang berburu mangsa untuk persiapan hibernasi. Yumi bertambah gugup setelah memikirkannya. dia sendirian dihutan belantara, apa yang harus aku lakukan?


Yumi tersentak kaget saat mendengar suara raungan nyaring harimau lalu disusul suara perkelahian. Apa itu? apakah ada pertarungan hewan buas? Yumi berdiri gugup di tempatnya. dengan rasa penasaran dia memberanikan diri mendekati sumber suara.


Tidak jauh dari tempat Yumi bersembunyi, Harimau putih sedang bertarung dengan beruang hitam besar, suara raungan ganas dari perkelahian keduanya membuat orang bergidik takut.


Yumi tidak pernah secara live melihat perkelahian binatang buas, itu membuatnya takut sekaligus bersemangat ketika melihatnya. saat perkelahian berakhir, dengan kekalahan beruang hitam yang mati karena lehernya terkoyak oleh harimau putih. tubuh Yumi menjadi gemetar lagi saat harimau itu menoleh menyadari keberadaan Yumi yang bersembunyi dibalik pohon.


Yumi menyesal, kenapa dia begitu penasaran dengan bisnis orang lain. dia seharusnya lari menjauh saat melihat perkelahian binatang buas itu. Kini, harimau itu memperhatikannya.


Harimau putih itu lebih besar dari harimau biasa yang ada ditaman safari. lutut Yumi terasa lemas, melihat harimau putih dengan mulut berlumuran darah perlahan mendekat.


Betina!


dengan sedikit sisa kekuatan, Yumi segera berlari ketakutan.


Sejak kecil Yumi tinggal bersama neneknya karena ayah dan ibunya sibuk bekerja di kota Pontianak. Sedangkan Yumi dan kakaknya di titipkan pada neneknya untuk diasuh sampai Yumi smp.


Ditempat neneknya, tinggal mayoritas penduduknya adalah nelayan atau penambang. Rumah neneknya berada dekat pinggiran hutan tapi juga tidak jauh dari laut. terkadang Yumi sering ikut bersama neneknya masuk hutan mencari kayu bakar, sayuran liar, atau jamur. Yumi juga sering bermain di pantai bersama anak-anak desa memancing ikan atau sefood.


Sedangkan Kakak laki-lakinya adalah seorang pendaki, sering berpetualang bersama teman-temannya, kegiatan survival digunung atau alam liar adalah rutinitas biasa bersama teman-teman satu klub dikampus. Yumi cukup dekat dengan kakaknya, dia sering diajak ikut hiking namun Yumi dilarang nenek,  jadi Yumi hanya sering mendengarkan cerita pengalaman kakaknya. meski Yumi tidak mengalaminya secara langsung dia masih ingat poin-poin penting dari cerita kakaknya.


Sekarang, Yumi berada di alam liar sendirian, tidak bisakah Yumi takut? tentu saja Yumi takut, dia tidak pernah punya pengalaman masuk hutan yang berbahaya.


Yumi berlari sekuat tenaga dengan susah payah, karena panik dia lupa jika memanjat pohon adalah solusi tepat saat ini untuk menghindari harimau.


Yumi tersandung akar pohon langsung jatuh tengkurap, naas kepalanya juga terbentur akar pohon membuatnya kesakitan.

__ADS_1


Harimau putih yang mengejar dibelakangnya segera menyusul, dia melihat betina yang tengkurap ditanah dengan dahi membiru memperlihatkan wajah kesakitan. harimau itu menggeram khawatir.


Yumi mengerang frustasi, dia menegang saat melihat harimau yang berhasil menyusulnya kini tepat didepannya memamerkan taring. 'berakhir sudah hidupku. Apakah dia akan menjadi santapan makan malam harimau?


dengan susah payah, dia mencoba bangun tetapi jatuh kembali, tubuhnya tidak bisa berkompromi karena terus gemetaran tak terkendali. Yumi ketakutan sampai menangis.


"ja.. jangan mendekat hu. hu. tolong jangan makan aku.. " Yumi menangis frustasi. seluruh tubuhnya melemah, entah karena takut atau kelelahan.


tubuhnya terkesiap tatkala tiba-tiba harimau itu menerkam, otomatis dia menutup mata, jantungnya terasa berhenti berdetak. detik berikutnya bukan rasa sakit yang dia rasakan, tetapi rasa gatal dan basah diwajah yang Yumi rasakan.


Uh?


Yumi membuka matanya dengan linglung.


"Ah! "


Ah ah berhenti! berhenti!


Yumi meronta berusaha menepis harimau yang terus menjilat wajahnya. Yumi ingin menjauh, namun belum sempat Yumi bergerak, tubuhnya terkulai dan kegelapan merenggut kesadarannya. Pingsan karena kelelahan.


Tigris yang bersemangat dan cemas karena belum pernah melihat betina yang sangat cantik, buru-buru menjilatnya karena perasaan bahagia, akhirnya dia berpasangan dan bisa kawin musim dingin ini. Tapi belum sempat Tigris berkenalan dengan betina, dia melihat betina itu jatuh terkulai tidak sadarkan diri. membuatnya panik, buru-buru merubah dirinya jadi bentuk humanoid.


...----------------...


Terima kasih banyak atas dukungannya. jangan lupa!


Like


Vote


Komentar

__ADS_1


see you the next-chapther**!!


__ADS_2