
Yumi berjalan ke tempat tumpukan kayu bakar yang tersisa kemarin. sambil masih segukan sesekali, bibirnya yang basah mengerucut. sangat lucu.
dia mencoba menyalakan api dengan mengesekan ranting, punggung tangannya sesekali mengelap ingus. ketika tiba-tiba suara perutnya bergemuruh, Yumi terdiam, lalu detik berikutnya dia menangis sambil mengutuk.
"aku lapar! harimau bodoh! bodoh! hiks.. kenapa apinya enggak mau nyala.. "
Yumi menangis kesal menyalahkan harimau putih itu dengan buruk.
"ini semua salah harimau bodoh itu! hiks.. kenapa hariku sial terus! aku mau pulang... "
Yumi menangis terisak-isak. dia tidak menyangka hidupnya akan berakhir dihutan sendirian, menunggu untuk mati, entah mati kelaparan atau mati ketakutan, bahkan mungkin jadi santapan binatang buas.
tidak ada hal yang baik yang bisa dia pilih. nasib.
Yumi dengan putus asa terus saja menggesek ranting pohon untuk menyalakan api, dengan bodohnya melupakan korek api disaku jaketnya, karena sibuk menangis menyesali kemalangannya.
sampai akhirnya Yumi kelelahan akibat menangis, dia berdiri meninggalkan pekerjaan membuat api.
dengan lesu Yumi menguap, berbaring dikulit binatang kemudian tertidur pulas tanpa sadar. melupakan keluh kesahnya barusan, serta melupakan ketakutan terhadap harimau disisinya.
dalam hatinya dia tidak peduli lagi, dia hanya bermalas-malasan seperti biasa dirinya dihari kerja. menunggu mati dengan tenang.
tidak butuh waktu lama Rigis untuk kembali, dia membawa satu ekor rusa. melihat betinanya yang tidur, Rigis tidak langsung membangunkannya. dia hanya menaruh mangsanya didalam gua, lalu melesat pergi lagi, setelah menutup pintu gua. dia akan kembali mencari buah liar dan rumput yang disukai betina.
__ADS_1
Rigis tidak lupa, betinanya sangat suka buah-buahan dan rumput, seperti suku domba suka makan.
ketika hari menjelang siang suhu mulai hangat. meski musim dingin belum datang, cuaca sudah sangat dingin di alam orc.
"Loli.. jangan ganggu! aku masih ingin tidur.. " Yumi bergumam dalam tidurnya ketika merasakan jilatan basah diwajahnya, membuat geli dan gatal.
Tigis menjilat betina yang tidur karena cemas. betinanya belum makan sejak pagi, dia harus bangunkan betina agar bisa makan.
Yumi menyerngit, kucing peliharaannya sangat nakal suka menjilat seperti anjing, membuatnya jengkel. dia membuka mata dengan kesal sambil berteriak marah.
"Loli! berhenti menji-lat.." Yumi melambat tatkala bukan kucing kesayangannya yang dia lihat, melainkan harimau putih besar yang sangat dekat dengan wajahnya.
Yumi meringsut. menjauh dari Harimau. jantungnya berdetak kencang. tenang Yumi.. dia tidak akan membunuhmu kan? semoga saja pikirnya. lagi pula tubuhnya kurus tidak banyak daging. jadi, harimau itu mungkin tidak tertarik dengan tubuhku.
"ap-apa yang kau bicarakan? " Yumi tergagap bingung, dia masih belum terbiasa dengan tubuh besar harimau yang berada dekat disekitarnya.
Tigis lupa, betinanya tidak mengerti bahasanya, dengan cepat dia berubah ke bentuk humanoid.
"anda belum makan, aku sudah berburu dan menggali beberapa rumput yang biasa suku domba suka makan. " Rigis berkata cepat, namun tetap lembut membujuk betina.
Betinanya hanya makan sedikit kemarin, Rigis tidak sempat berburu karena harus bertemu Patriak. dia hanya sempat menaruh buah-buahan yang dia temukan kemarin setelah meletakan betina yang pingsan didalam gua.
Yumi tidak menjawab, dia hanya melirik rusa mati yang tidak jauh dari pintu masuk, lalu pada buah-buahan yang menumpuk seperti kemarin, dan terakhir pada 'rumput' yang dikatakan Rigis.
__ADS_1
Yumi terkejut sesaat, sebelum akhirnya berjalan pada tumpukan besar daun, rumput dan akar. dengan hati-hati coba mengidentifikasi tumbuhan yang dia liat. beberapa bisa Yumi kenali hanya dengan sekali lihat sebagai sayuran umum dirumah. yang lainnya dia harus melihat dengan cermat sebelum akhirnya mengenali tumbuhan apa dan sayuran apa itu.
"dari mana kamu mendapatkan ini? " Yumi bertanya dengan cepat, menunjuk pada tumpukan sayur.
Rigis menjawab dengan tenang. "aku menggalinya, tapi hanya ini yang aku tahu dari suku domba. "
"tidak apa, lihat, ini disebut wortel, ini lobak, dan ini ubi. Lain kali, kamu gali lebih banyak untukku. "
dengan wajah serius Rigis mendengarkan permintaan betina dengan cermat. "baik. ada banyak didekat suku domba, aku bisa menggalinya untukmu. "
Yumi mengangguk gembira, dia tersenyum sangat manis. melupakan kekhawatirannya.
Yumi melihat tomat ditumpukan buah, tapi sayangnya tidak ada jahe, cabai, bawang, dan rempah-rempah lainnya. hanya ada sayuran liar dan sayuran umum. tapi dia tidak kecewa, dia mungkin masih bisa menemukan sayur serta rempah-rempah lainnya dihutan.
...----------------...
Terima kasih banyak atas dukungannya. jangan lupa!
Like
Vote
Komentar
__ADS_1
see you the next-chapther**!!