Suamiku Binatang Buas!

Suamiku Binatang Buas!
Ep.2 | Terbangun didalam gua


__ADS_3

Yumi terbangun dari pingsannya, mendapati dirinya terbaring ditumpukan kulit binatang didalam sebuah gua.


Yumi melihat sekeliling gua yang terlihat bersih dan cukup luas, tidak ada apa-apa didalam gua ini, kecuali dua helai kulit binatang yang dijadikan alas tempat tidur dibawahnya dan setumpuk buah-buahan didekat kakinya.


gua ini cukup redup karena hanya mendapati cahaya dari pintu masuk. Yumi merasakan kedinginan, meski sedang memakai jaket milik kakaknya. Yumi sempat memeriksa saku jaket dan mendapati satu buah korek api, pisau lipat dan ponsel milik kakaknya.


Yumi memeriksa ponsel kakaknya yang ternyata masih menyala dengan kapasitas baterai 74% tersisa, dan tentu saja tanpa adanya jaringan sinyal, ponsel itu tidak berguna. Ponselnya tidak akan lama bertahan. jadi, tanpa melihat isi ponsel dia mematikan ponselnya dan menyimpannya lagi disaku jaket.


Yumi merenggangkan tubuhnya yang lesu, tubuhnya sakit karena terlalu banyak berlari tanpa makan dan minum. Yumi melihat cahaya diluar yang seperti sore hari. Dia sangat lapar dan haus, cuaca juga sangat dingin, tidak ada air dalam gua untuk minum atau mencuci buah.


Dia memilih buah liar yang paling merah, mengusapnya pada baju yang dipakainya sebelum menggigit. Buahnya sangat manis dengan jus agak kental seperti madu. Terlalu manis, pikirnya.


setelah menghabiskan buah merah, dia makan buah berwarna merah muda segar, ukurannya hanya seukuran buah jeruk mandarin, rasanya sangat segar seperti buah jambu air penuh air dengan rasa manis dan asam. dia makan cukup banyak buah-buahan yang menumpuk hingga menjadi setengahnya, banyak sekali jenisnya Yumi mencoba semuanya satu-persatu,


kebanyakan dari mereka dia tidak tahu jenis buah apa, namun dia masih bisa mengenal beberapa, seperti apel, pir, anggur, jambu mete, delima, pisang, jambu air, persik, berry.


ukuran buahnya lebih besar dan lebih segar, rasanya bahkan lebih manis dan lebih berair daripada buah-buahan umum yang dijual dipasar swalayan, atau bahkan jika dipetik langsung dari kebun buah tempatnya tinggal.


Yumi menggigil kedinginan, tidak ada kayu bakar digua untuk membuat api, dia harus keluar untuk mencari kayu bakar. setelah makan dan istirahat, dia memutuskan untuk keluar, dia hanya harus sedikit membungkuk saat melewati pintu gua yang tidak besar.


Tempat tinggal gua ini berada diantara pohon besar dengan semak-semak yang cukup lebat, membuat orang yang melihatnya sekilas tidak akan menyadari ada gua dibaliknya.


Karena angin yang dingin dia tidak membuang waktu lagi, segeralah mencari ranting-ranting kecil, dahan kayu mati dan daun kering. Mengumpulkannya hingga menumpuk lalu perlahan memindahkan mereka ke dalam gua. Setelah selesai, hari mulai gelap, Yumi segera merapikan kayu bakar didekat dinding gua. Kayu bakar tidak akan cukup untuk persediaan musim dingin, dia harus mengumpulkan lebih banyak lagi.


Meski gua ini cukup luas namun tidak ada ventilasi udara selain dari pintu masuk yang tidak besar. ada ruangan lain digua yang cukup untuk dijadikan sebuah gudang.


dengan cekatan Yumi mulai membuat api, lalu duduk ditumpukan kulit binatang dekat api membuat tubuhnya terasa hangat. pada malam hari, dia tidak bisa melihat apa-apa untungnya ada cahaya dari api membuatnya sedikit rileks.

__ADS_1


Yumi tidak menyangka akan berakhir disini dan tidak bisa kembali, hutan yang bahkan dia tidak tahu tempatnya dimana. dia melihat kayu kering yang bederak dilahap api memancarkan panas menyenangkan ketika dingin. tiba-tiba dia merasa sedih, dia merindukan kakaknya, merindukan neneknya, merindukan rumah.


Dia tidak tahu harus berbuat apa dihutan belantara ini sendirian, dia sangat takut tidak bisa hidup.


Ketika Yumi sedang melamun, dia dikejutkan dengan suara geraman binatang buas. di lihatnya harimau putih besar masuk kedalam gua. Mata harimau itu biru berkilau dibawah cahaya, bulunya putih bersih dengan garis-garis hitam.


Yumi menjerit dan mundur. tubuhnya gemetar dengan ketakutan. Kenapa dia bisa melupakan keberadaan harimau putih ini?!


Yumi menatap harimau itu yang juga menatapnya. Harimau itu sebernarnya sangat bagus dengan kombinasi buas dan imut diwajah kucingnya yang berbulu, tiba-tiba dia memiliki keinginan untuk bisa mencium dan memainkannya, sesaat dia melupakan rasa takutnya.


tiba-tiba Yumi tertegun, kedua mata bulatnya melotot, mulutnya terbuka, dan dia lupa bersuara.


Harimau itu berubah menjadi manusia, tubuhnya tegap dengan garis-garis otot sempurna, tingginya kira-kira 190 cm. wajahnya sangat tampan dengan mata biru cerah, bibirnya merah ceri, rambutnya hitam legam.


Trigis melompat memeluk betina. Yumi terkejut dengan pelukan tiba-tiba, jantungnya berdebar-debar, dia tiba-tiba merasa gugup di peluk seorang pria.


meskipun Yumi termasuk dari perempuan tercantik dikampusnya, dia tidak pernah punya pacar. dia hanya bisa tersenyum ketika teman-temannya seringkali merasa iri dengannya karena memiliki gen Tionghoa seperti orang china, berkulit putih seputih salju, dan bertubuh mungil. Yumi tidak bermata sipit melainkan memiliki kelopak ganda dengan bola mata besar dan berkilau sama seperti ibunya, namun tidak menutupi kenyataan gen ayahnya juga sangat menonjol dengan rambut hitam halus.


dia tergagap berkata, "ka.. kau lepas dulu.. "


Trigis tidak memperdulikan betina yang tergagap. dia hanya memperat pelukannya, menghirup dalam-dalam aroma betina yang harum dan manis. "sangat harum! "


Yumi berubah takut ketika dirasa benda yang menekannya bertambah kaku dan membesar. dengan sekuat tenaga dia mendorong namun tidak bisa menggerakan sedikitpun tubuh pria yang memeluknya untuk menjauh.


Yumi marah dan jengkel, dia menjerit. "lepaskan aku! dasar mesum! "


"tidak akan! betina sangat manis dan lembut. " Trigis berkata dengan keras kepala menolak melepaskan.

__ADS_1


"hooligan! bajingan mesum! lepaskan aku! " Yumi mulai memberontak sekuat tenaga, memukul dan menendang.


Rigis akhirnya melepaskan betina dengan enggan, dia takut dalam hatinya jika betina terus bergerak sembarangan akan menyakiti diri sendiri.


Yumi akhirnya bisa bernapas lega, namun segera memalingkan muka dengan wajah merah. "kenapa kau telanjang! pakai bajumu! "


Ah, betinanya menyuruhnya berpakaian. tapi, dia tidak punya pakaian lagi. dia membuang semuanya saat berburu.


"aku tidak punya baju lagi. " jawabnya jujur.


"aku tidak bisa melihatmu tanpa baju." Yumi berkata dengan ketus. tanpa melihat pria di depannya.


"aku akan mencarinya. "Rigis berkata dengan cemas. "kamu tetaplah di dalam gua. diluar sangat berbahaya, banyak binatang buas berkeliaran dimalam hari, aku akan segera kembali. " setelahnya dia melesat pergi dengan cepat.


Tubuh Yumi akhirnya rileks melihat pria telanjang itu pergi. dia tidak menyangka Alam dimensi yang dia seberangi ternyata sangat berbahaya, penuh dengan binatang buas.


Bisakah dia bertahan hidup didunia ini?


dia melihat ke arah pintu gua dengan khawatir.


...----------------...


Terima kasih banyak atas dukungannya. jangan lupa!


Like


Vote

__ADS_1


Komentar


see you the next-chapther**!!


__ADS_2