Suamiku Binatang Buas!

Suamiku Binatang Buas!
Ep. 4| Bangun dalam pelukan harimau putih


__ADS_3

Pasangan pertama apa maksudnya?


"pasangan pertama apa? aku masih 19 tahun dan masih kuliah, aku tidak ingin menikah muda, " Yumi cemberut.


wajah sedih Tigis berubah menjadi bahagia. betinanya masih muda! artinya betina belum mendapat etrus pertamanya! itu artinya dia bisa menyembuyikan betina hingga etrus pertamanya datang. membuat peluangĀ  dia mendapat tempat dihati betina sangat besar. dia lebih bertekad tidak akan menyia-nyiakan waktu.


"itu benar, sekarang sudah larut, kamu sebaiknya tidur." Tigis berkata dengan lembut.


Yumi tidak memperhatikan lagi, dia sudah sangat mengantuk, jadi dia merebahkan tubuhnya diatas kulit binatang dengan nyaman kemudian tertidur lelap.


Tigis menatap betina dengan matanya yang berkilau. Betina sangat cantik, lebih cantik dari perempuan tercantik disuku atau kota yang pernah dia lihat.


dia adalah harimau putih satu-satunya yang ada disuku harimau yang terkuat dari generasinya, banyak betina yang ingin menjadi pasangannya, tapi Tigis tidak pernah tertarik untuk kawin sebelum dia dipromosikan ketingkat lima. Tapi sekarang, dia menemukan betina yang begitu indah, bagaimana bisa dia tetap menunda kesempatan kawin?


Tigis juga jantan penjelajah, tetapi dia tidak bisa menjelajah lebih lama, karena dia harus kembali dan menjaga suku.


dengan cepat Tigis berubah menjadi harimau kemudian mencari posisi tidur memeluk betina.


Pagi-pagi sekali Yumi meringkuk dalam bantal berbulu yang hangat, yang terasa sangat nyaman.


Uh, aku tidak mau bangun.. sangat nyaman, tidur dalam cuaca dingin aku sangat malas bangun, tapi Yumi harus bangun, aku harus kuliah pagi..


Yumi tanpa sadar terus meringsut kedalam pelukan hangat harimau putih.


Tapi saat berikutnya, dia samar-samar bisa mendengar suara dengkuran diatas kepalanya. dengan enggan, dia membuka mata. Yang dilihatnya, wajah besar seekor kucing dengan mata tertutup, bulu-bulu halus menempel diwajahnya, dengan hidung merah muda, kumis panjang nan kaku samar-samar bisa terlihat diruang yang gelap. Oh oh sangat cantik! kucing siapa ini?

__ADS_1


Yumi terpesona dengan sosok harimau yang dikira kucing itu. Sampai kucing itu menguap lebar-lebar memperlihatkan taring tajam, wajah Yumi menjadi pucat.


"Aaaa!!! "


Yumi melompat jauh dari tempat tidur. Tigris yang terkejut dengan teriakan juga ikut meloncat dengan auman. Matanya yang tajam melihat sekeliling gua dengan waspada.


Tidak ada apa-apa, tidak ada binatang buas..


hidungnya mengendus-endus juga tidak ada aroma jantan lain..


Dengan ragu dia melirik betina yang gemetar ketakutan disudut.


Uh? Apa yang terjadi?


Dengan langkah kebingungan Tigis mendekati betina.


Tigis melihat Yumi dengan mata indahnya membelalak takut padanya, tanpa respon. Apa betina tidak mengerti bahasanya?


Mangaum! "Apa betina lapar?"


Biasanya betina sering berteriak marah pada pasangannya untuk pergi berburu, atau apapun yang ingin betina makan.


Yumi melihat harimau itu mendekat tanpa ragu. Yumi membelalak ngeri. "pergi!! Jangan mendekat!! Hus hus! Pergi! "


Yumi mengibaskan tangannya dengan panik, mengusir binatang buas ini pergi menjauh.

__ADS_1


Tigis bernapas lega. Ternyata betinanya lapar. Dengan senang hati dia menuruti keinginan betina.


Mengaum! "Aku akan pergi berburu, tunggu aku dalam gua."


Setelahnya harimau itu melesat keluar dari gua, tanpa lupa dia menutup pintu gua dengan batu, meninggalkan sedikit celah untuk bernapas, dan menutupi aroma betina dengan aromanya disekitar gua. Lalu dengan auman gembira dia lari ke kedalaman hutan.


Dengan wajah pucat, Yumi melihat pintu gua yang tertutup perlahan.


Tidak! dengan langkah tergesa-gesa Yumi mendekati pintu gua yang tertutup. Yumi mencoba mendorong batu yang menghalangi pintu masuk.


"hei!! Buka pintunya!! " Yumi berteriak kencang yang dibalas auman harimau dari jauh. membuatnya gemetar tidak berani lagi berteriak.


Tanpa terasa Yumi menangis. dia mungkin masih ada peluang bertahan hidup dihutan belantara ini sendirian. Tapi kini, dengan harimau disisinya, yang mengurung Yumi disarangnya, peluang untuk hidup adalah nol.


harimau itu mungkin menyimpannya sebagai cadangan makanan dimusim dingin. Perlahan melahap dirinya di atas meja. Memikirnya saja membuat tangisan Yumi bertambah kencang.


Meskipun Yumi telah melihat harimau putih itu berubah menjadi manusia, justru itulah yang membuat Yumi bertambah takut.


...----------------...


Terima kasih banyak atas dukungannya. jangan lupa!


Like


Vote

__ADS_1


Komentar


see you the next-chapther**!!


__ADS_2