Suamiku Binatang Buas!

Suamiku Binatang Buas!
Ep.13| kanibalisme


__ADS_3

Yumi hanya memetik apel, buah merah, dan nanas dengan porsi yang cukup, yang bisa dia bawa hari ini.


Rigis juga berhasil mengalahkan binatang buas domba yang kebeteluan menabrak kami dijalan. yah, ternyata binatang buas itu adalah binatang yang tak berhasil berevolusi menjadi orc, bisa kita konsumsi alias bisa kita makan seperti biasa. binatang buas itu kehilangan otak, tidak memiliki IQ bahkan kekuatannya setara dengan binatang biasa normal yang sering diburu para orc untuk dikonsumsi sebagai makanan.


meskipun binatang buas tidak memiliki kesadaran dan IQ. jangan meremehkan mereka, karena mereka tetap lah mahluk yang memiliki naluri tajam dan kepekaan yang sangat kuat, apalagi untuk bertahan hidup didunia yang keras ini.


meski tidak memiliki energi lain dalam tubuh mereka seperti halnya para orc, dengan hanya mengandalkan naluri mereka yang kuat, para binatang buas masih bisa membunuh orc dengan kejam dan tanpa ampun. seperti halnya para orc menganggap mereka makanan, mereka juga bisa menganggap orc sebagai makanan.


Yah, itulah dunia beast, istilahnya adalah apakah kamu yang akan menjadi makan malam saya, atau saya yang akan menjadi makan malam kamu.


bahkan betina masih bisa makan pasangannya untuk bertahan hidup saat tak ada makanan dimusim dingin. itu situasi khusus. betina tidak pernah tahu itu. tahunya dia makan kenyang jenis daging apa yang dia makan dia tidak peduli.


Yumi melihat binatang buas domba yang mati dengan gelisah. setelah mendengar penjelasan Rigis tentang rantai makanan di dunia orc. dia sangat gelisah dan cukup takut. dia takut soal jenis daging apa yang dia makan yang diberikan Rigis kelak.


"Rigis, pernahkan kalian para orc memakan orc lain? " dia akhirnya bertanya setelah mengumpulkan keberanian.


"apa yang ingin kamu tahu? " bukannya menjawab, Rigis malah bertanya balik dengan sangat hati-hati. mengamati Yumi dengan serius.


setelah kebersamaan mereka, Rigis sadar, Yumi adalah betina yang memiliki kepintaran dan akal seperti orc jantan. tidak seperti kebanyakan betina didunia beast yang hanya memiliki otak rata-rata.


"katakan saja padaku dengan jujur. apa kalian juga memakan daging sesama orc? " ucapnya dengan keras kepala.

__ADS_1


Rigis terdiam, memikirkan jawaban yang tepat, Yumi tidak bisa dia dibohongi dengan santai, Yumi bukanlah betina dengan otak bodoh. tapi dia juga tidak bisa menjawab dengan sangat jujur. takut Yumi akan takut.


"kami para jantan biasanya terlibat perkelahian yang kadang salah satunya kalah sampai mati. jika situasinya dalam keadaan khusus seperti makanan yang jarang membuat kami kelaparan terpaksa harus makan. tapi biasanya itu sangat jarang, karena banyaknya makanan setiap musim kecuali periode khusus itu dimusim dingin, semua hewan hibernasi. " jawabnya dengan sangat hati-hati menutupi fakta tentang betina juga bisa makan, bahkan makan daging salah satu pasangannya. tapi sayangnya, Rigis salah, dia tetap tidak bisa menutupi fakta itu dari Yumi yang seorang manusia ber-IQ. apalagi dia seorang perempuan yang memiliki kepekaan tinggi dari pada pria.


Yumi berubah pucat. dia cukup hanya menebak dengan mudah, Yumi bisa tahu fakta yang berusaha Rigis tutupi hanya dengan mendengarkan penjelasan yang berputar yang menurut Rigis barusan.


"benarkah? " ucapnya dengan nada yang sedikit bergetar.


Mungkin bagi mereka yang adalah binatang, ini hanyalah hal umum makan sesama binatang tanpa masalah. berbeda dengan manusia yang memiliki moral. tidak, dia segera membantah pikirannya sendiri, Yumi ingat manusia disuku pedalaman juga bisa saja makan sesamanya, itu adalah kanibal.


"itu hanya berlaku jika kita berbeda ras saja. kami tidak makan sesama kami kecuali binatang buas dengan jenis yang sama. " Rigis buru-buru menjelaskan dengan cemas tatkala melihat Yumi yang pucat seakan takut.


bahkan setelah mendengar penjelasan barusan, Yumi tidak merasa lebih baik. itu sama saja. mau jenis ras sama atau beda, jika keduanya orc itu tetap disebut kanibal jika memakan dagingnya. karena orc telah mewujudkan bentuk manusia. manusia memiliki perilaku dan moral dan kesadaran akan jenisnya sendiri. bahkan binatang apapun tidak akan memakan jenisnya sendiri, apalagi dengan manusia?


Rigis panik, wajahnya juga ikut pucat penuh dengan kekhawatiran dan penyesalan. seharusnya dia tidak mengatakan apa-apa sama sekali. tidak peduli jika Yumi memaksanya untuk menjawab pertanyaan ini.


dia harus segera membawa Yumi pergi ke dukun! tapi Yumi tidak bisa dibawa lari dengan keadaan ini. seketika dia sangat panik, bingung dan penuh kecemasan tidak bisa melakukan apa-apa saat melihat betina muntah.


untuk pertama kalinya, pria pendiam itu merasa ingin menangis melihat betinanya sakit tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Yumi apa yang harus aku lakukan?! kita harus ke dukun! maafkan aku jangan sakit! maafkan aku ini salahku! Yumi apa yang harus aku lakukan?!! katakan padaku?! Yumi kumohon katakan-"

__ADS_1


"berhenti panik!" dia berteriak dengan tidak sabar. setelah muntah dia merasa lebih baik. "jangan bingung, jangan panik. aku tidak apa-apa hanya merasa mual untuk beberapa saat. sekarang lebih baik."


dia sedikit menjauh dari area muntahannya, untuk mencari tempat untuk beristirahat. dia duduk bersandar dipohon.


Rigis mengikuti, dia duduk sangat dekat dengan Yumi hampir menempel padanya. "duduklah sedikit menjauh, aku butuh ruang untuk bernapas setelah muntah, agar meredakan mual yang masih tersisa."


Rigis segera menjauh sedikit, cukup untuk Yumi bernapas lega. tidak hanya Yumi yang terlihat pucat bahkan wajah pria itupun juga pucat karena ketakutan akan keadaan Yumi.


pendengaran Rigis sangatlah tajam bisa mendengar dalam jarak jauh sekalipun, namun kali ini dia sedang tidak fokus karena Yumi, jika bukan karena suara gemerisik itu cukup dekat dia mungkin akan tetap lalai mengingat kebingungan dan kepanikannya akan kondisi Yumi.


Rigis segera menjadi waspada. penciuman dan pendengarannya segara dipertajam berkali-kali lipat. kemudian dia santai setelah mengenali aroma dan suara apa itu.


hanya berselang beberapa menit suara tawa perempuan dan suara gaduh beberapa orc jantan terdengar semakin jelas sampai ketelinga Yumi yang tidak sensitif.


tidak butuh waktu lama, orang-orang itu mendekat lalu sampai dihadapan Yumi dan Rigis yang tengah duduk dibawah pohon.


"Rigis kau juga sedang berburu? binatang buas? untuk siapa buruanmu? beri aku buruanmu!"


awal kalimat penuh rentetan pertanyaan yang tanpa perduli jawaban apa yang akan dijawab atau tidak, satu detik kemudian berubah langsung menjadi kalimat perintah yang sombong.


Wow! apa ini perempuan didunia orc?

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2