Suamiku Binatang Buas!

Suamiku Binatang Buas!
Ep. 06| Berkompromi


__ADS_3

Yumi memisahkan beberapa sayuran liar secara berkelompok menurut jenisnya.


Wortel, lobak, ubi, dandelion, kudzu. Hanya lima jenis sayuran ini yang Rigis bawa untuknya. Namun melihat jumlah sayuran cukup banyak yang bisa harimau bawa, tentunya dengan akar dan daun, seluruh tanaman dicabut Rigis, membuatnya terlihat sangat berantakan dan kotor karena masih dipenuhi tanah.


Yumi memisahkan akar Kudzu dan daunya. daun Kudzu dapat dimakan mentah, dikukus atau direbus. bentuk akarnya hampir mirip dengan singkong, bisa dibuat teh jika dikeringkan. seluruh tanaman Kudzu hampir bisa dimakan, bahkan bisa dijadikan obat anti-inflamasi, sakit kepala dan migrain. seringkali kakaknya membawa kembali beberapa akar Kudzu ke rumah, jika menemukannya dihutan saat pendakian atau kegiatan alam.


Yumi hanya memilih daun yang bagus dan terlihat masih muda untuk direbus, sebagian besar dibuang, meski terasa sayang sekali membuangnya tapi karena daun akan mudah layu dan tidak segar jika dibiarkan lama tanpa disimpan dalam lemari es.


Setelah menumpuk dan memisahkan daun dan akar, Yumi meminta Tigis mencari air, dan dia bertugas mengumpulkan kayu bakar didekat gua seperti kemarin. Namun Tigis menolak dengan tegas. Tigis tidak mau betinanya ditemukan jantan lain.


Tidak peduli dengan perilaku betina yang marah dan ngamuk padanya, Tigis tetap memblokir pintu masuk gua, meninggalkan betina yang berteriak tapi tidak berani mendekatinya itu.


Yumi melempar apapun didekatnya ke pintu masuk gua yang tertutup sambil berteriak marah. buah dan sayur yang dia tata rapi sebelumnya kini berantakan dan berserakan didalam gua.


Yumi menangis kesal. dia ingin keluar, ingin mencari sungai atau sesuatu, tapi harimau itu mengurungnya seperti ini. Yumi ingin mandi, sudah dua hari dia tidak mandi. bahkan jika Yumi tidak menemukan sungai setidaknya dia bisa mencari kayu bakar untuk persiapan musim dingin.


Yumi mengusap air matanya dengan kesal. kenapa dia sangat mudah menangis akhir-akhir ini. padahal dia bukan tipe gadis cengeng seperti kebanyakan gadis lain.


Yumi juga merasakan hal aneh pada dirinya yang sensitive sejak datang ke dunia beast ini. padahal dia selalu berkepribadian cuek dan malas, tapi karena ketakutan dan kecemasan yang tak pasti ini, membuat temperamen menjadi tidak stabil. mungkin dia masih merasa bahwa ini hanyalah mimpinya saja. namun kenyataannya membuat benaknya frustasi.


Yumi yang akhirnya menenangkan diri,  mulai menyalakan api dengan sisa kayu bakar kemarin, dia menghangatkan diri dengan tenang. menata hati dan otaknya, bagaimana cara untuk bertahan disini. dia sepertinya sudah tidak terlalu takut dengan harimau Tigis, setidaknya dia sudah sedikit bisa menyesuaikan diri dengan harimau putih disisinya.


Musim dingin akan tiba, dia harus menyimpan banyak kayu bakar dan makanan. pilihan yang tepat untuk saat ini adalah mengumpulkan daging dan menyimpannya. banyak metode untuk pengawetan daging. Yumi sering melihat neneknya terkadang melakukannya dirumah.


Pengawetan daging cukup mudah, bisa dengan metode pengeringan, pengaraman, pengalengan, dan pengasapan.


Tapi Yumi tidak bisa berburu, meski ada harimau tapi dia takut dia mungkin menolak karena terlalu menyusahkan orang lain. Apalagi tidak ada garam, wadah, bahkan bumbu yang diperlukan untuk pengawetan daging.

__ADS_1


Yumi melihat Rigis yang kembali dengan sebuah batu berbentuk seperti ember yang berisi air.


Yumi buru-buru bertanya dengan sedikit kegembiraan dalam hatinya. "Rigis dari mana kamu mendapat batu yang seperti itu? "


"aku mengambilnya secara acak dekat sungai, lalu melubanginya untuk menampung air. " Rigis berjalan mendekat, manaruh batu berisi air.


"kau melubanginya? bagaimana caranya.. " Yumi tidak percaya, bagaima cara Rigis melubagi batu tanpa alat? apalagi Yumi bisa melihat pemotongan batu ini sangat mulus seperti buatan pengrajin profesional.


"tentu saja, dengan cakar milikku. itu mudah tanpa usaha. aku bisa melubangi batu lebih besar dari ini. betina biasanya haus ditengah malam, kami para jantan tentu harus menyediakan air sehingga betina tidak perlu pergi ke sungai secara pribadi. "


Rigis melihat rusa yang dia bawa masih terlihat utuh, membuat kedua alisnya berkerut tidak senang. "aku membawa daging rusa untukmu, kenapa tidak makan? "


Wajah Yumi terlihat kaku. dia melihat rusa mati dekat pintu, melihat darah yang keluar dari luka gigitan binatang buas pada leher rusa masih segar. Rigis berubah menjadi harimau, dia mengigit kaki belakang rusa, merobek daging rusa diantara gigi dan taring tajam harimau. Yumi yang melihat seluruh adegan berdarah menjadi pucat pasi.


Rigis menaruh daging rusa dekat kaki Yumi, memberi isyarat padanya untuk makan.


Rigis sedikit bingung dengan permintaan betina, dia berubah bentuk dalam sekejap dan berkata, "apa itu garam dan bumbu? katakan padaku seperti apa itu dan aku akan pergi mencarinya. "


"um.. ya.. gimana ya, mendiskripsikannya.. " Yumi berpikir, "garam itu rasanya asin, bentuknya bisa berupa pasir putih atau bongkahan batu kristal, bisa larut jika dimasukan ke dalam air, biasanya ada di laut atau danau kecil, bisa juga dekat gunung berapi. hanya itu yang aku tau. apa kau tau dimana garam? "


"aku pernah melihatnya digunung api dekat air panas, sedangkan dilautan aku tidak pernah melihatnya. "


Rigis merenung sejenak, batu kristal digunung harusnya yang di maksud betina. Rigis sering melihatnya dikota, betina cukup sedikit menyukainya, karena sedikit berkilau dan rapuh, tidak banyak betina akan menyimpannya.


"bagus! bisakah kamu membawanya untukku? Ah, tidak! tidak! biarkan aku mendapatkannya sendiri, kamu cukup membawaku ke tempat itu. "


mata Yumi bersinar penuh sukacita, jika ada garam akan mudah untuk pengawetan daging. dia bahagia, musim dingin nanti tidak perlu kelaparan.

__ADS_1


"tapi, jaraknya mungkin agak jauh dan berbahaya, kamu sebaiknya tidak ikut. "


"tidak mungkin! aku harus ikut. bagaimana kalau apa yang kau bawa bukan apa yang aku inginkan? " dan mencari tahu situasi diluar. aku tidak bisa duduk diam, menunggu hal yang tak pasti bahkan lebih berbahaya.


"Rigis, dengarkan aku. aku mungkin akan tinggal lama disini, kamu tidak bisa mengurungku disini sendirian tanpa tahu apa-apa. jadi, aku mohon bisakah kamu membebaskanku? " dengan mata bulatnya yang indah, memelas seperti kucing, biasanya berhasil membujuk seseorang, kecuali kakaknya, tentu saja.


melihat mata basah Yumi yang memelas, membuat hati Rigis bergetar. dia gelisah jika mebiarkan Yumi terekspos dunia luar sebelum dia resmi jadi pasangannya. tapi..


"baiklah.. " Rigis tidak tahan. dia menghela napas, "tapi, kamu harus tetap dekat bersama denganku. kamu tidak bisa berlarian sendiri. karena terlalu berbahaya di luar sana. "


"baik! aku janji." Yumi langsung setuju. dia tersenyum lebar menatap Rigis. dia senang sekaligus merasa lega, harimau itu akhirnya mau berkompromi juga.


...----------------...


[Tanaman Kudzu]


bisa ditemukan dihutan atau gunung



Terima kasih banyak atas dukungannya.


Like


Vote


Komentar

__ADS_1


see you the next-chapther**!!


__ADS_2