Suamiku Binatang Buas!

Suamiku Binatang Buas!
Ep.07| sayur dipadang rumput


__ADS_3

Semilir angin pagi menerpa daun-daun kuning di dahan pohon, dengan kabut mengelilingi hutan dan gunung, memberikan nuansa tak nyata bak negeri dongeng. suara raungan binatang harimau dalam hutan berhasil mengejutkan hewan-hewan kecil,  burung-burung beterbangan panik kesegala arah, takut.


dua lengan putih nan lembut melilit erat pada leher binatang buas yang berlari kencang dengan jeritan memenuhi hutan.


Yumi mencoba menyeimbangkan tubuhnya diatas harimau yang berlari kencang, agar tak jatuh lalu berakhir terluka.


"Rigis! berhenti! "


Harimau itu tak mau berhenti sama sekali. dia berlari semakin kencang lalu meraung keras. Rigis sangat bersemangat membawa betina, seakan ingin pamer pada perempuan dipunggungnya dengan bangga.


"berhenti! atau aku akan jatuh dan mati!! " jerit Yumi ketakutan.


setelah beberapa saat Rigis akhirnya berhenti.


"kau membuatku takut! berjalanlah perlahan, oke? " dia sangat ketakutan saat dibawa lari oleh harimau ini. jantungnya berdegub kencang tak terkendali.


Perempuannya sangat takut, jadi dia hanya bisa berjalan perlahan.


Yumi menaiki harimau putih melalui hutan menuju gunung berapi aktif. kali ini dia berhasil menyuruh Rigis untuk tetap berjalan perlahan. mereka membutuhkan waktu tiga hari dalam perjalanan dari jarak suku ke gunung berapi.


kedua mata Yumi tidak pernah lepas dari memindai setiap tanaman di sepanjang jalan. banyak pohon buah-buahan yang Yumi tahu. sesekali Yumi akan meminta Rigis untuk mengingat tanaman yang dia tunjuk untuk memetiknya lain kali, sebab keduanya tidak bisa mengambilnya sekarang. Yumi harus membawa cukup banyak garam hari ini. karena untuk pengawetan daging yang dia membutuhkan adalah banyak garam.


"Rigis, apakah masih jauh? "


Mangaum!


"ya.. aku lupa, aku tidak mengerti bahasa binatang buas. " Yumi meringis malu. tapi meski begitu, dia tidak berhenti untuk bicara karena bosan.


"Rigis, bisakah lain kali kau membawaku ke suku pemakan rumput? "

__ADS_1


Mengaum!


"Rigis, bagaimana kalau aku tidak bisa tinggal disuku? bukankah kau akan memaksaku tetap tinggal? "


Mengaum!


"Rigis, aku lapar. ayo tangkap kelinci! "


kali ini langkah harimau itu terhenti. Yumi turun dari punggung lebar harimau. Rigis berubah bentuk humanoid.


dengan tubuh tinggi, tampan bak dewa Yunani, Rigis selalu membuat Yumi terpesona setiap saat tanpa sadar. dengan pipi memerah, dia segera memalingkan muka.


tangan perunggu penuh kekuatan jantan menyentuh jari-jari putih dan ramping terasa lembut ditelapak tangannya yang kasar. membuat hati Rigis penuh dan nyaman. dengan lembut dia berkata, "tinggal setengah jalan kita sampai digunung api. aku berjanji akan membawa kamu ke suku domba. kamu tidak bisa pergi dari suku, tidak ada cukup jantan di sisimu untuk melindungi di jalan ketika jauh dari suku. bersabarlah sebentar lagi, tempat ini tidak aman untuk membakar api. "


Yumi menatap sekeliling tempatnya berada. tumbuhan ilalang setinggi dada mengelilingi sekitarnya, tanah yang di injaknya juga lembab dan terkadang ada beberapa genangan air. biasanya banyak ular bersembunyi ditempat-tempat seperti ini.


"kalo begitu sebaiknya kita cepat pergi dari sini. " Yumi berkata dengan cemas.


"ayo! Rigis. cepat! cepat jalan! pergi dari tempat ini." Yumi naik ke atas punggung harimau dan mendesak Rigis.


Rigis berlari di antara semak-semak ilalang. setelah melewati padang ilalang, Yumi bisa melihat padang rumput, terkadang ada bebatuan besar yang terlihat acak. Yumi juga bisa melihat di kejauhan ujung padang rumput, gunung api bisa terlihat setelah melewati beberapa bukit batu.


Rigis berubah sesaat setelah Yumi turun dari punggungnya. "di sini cukup aman untuk membuat api. tempat ini dulunya suku domba juga, tapi karena hanya sedikit domba yang bisa menjadi orc, Patriak suku kecil ini membuat keputusan meninggalkan tempat ini untuk pindah ke suku yang lebih besar. binatang buas ditempat ini tidak terlalu kuat, karena hanya ada binatang buas domba dan ular suka tinggal. "


"tunggu disini sebentar, aku akan menangkap kelinci, jangan turun atau membuat suara. aku tidak akan lama atau pergi jauh. "


"baik. " Yumi mengangguk patuh.


Yumi melihat sekeliling tempatnya berada tidak jauh dari aliran sungai dangkal. dia mungkin bosan harus menunggu Rigis tanpa melakukan apa-apa. dia berjalan mencari kayu bakar untuk membuat api. di padang rumput dekat sungai cukup banyak pohon rindang, membuat Yumi tidak perlu bersusah payah mengumpulkan kayu.

__ADS_1


dia tidak sadar jika dia sudah berjalan terlalu jauh dari tempatnya berada.


Aliran air sungai tidaklah dalam, banyak bebatuan kecil dan besar, airnya jernih membuat orang bisa melihat dasar sungai. bahkan beberapa ikan berbagai ukuran nampak benerang bolak-balik disela-sela bebatuan.


ketika Yumi berjalan dengan tumpukan kayu dipelukannya, tanpa sengaja matanya menemukan beberapa sayuran yang dia kenal.


"terong!" Yumi berseru gembira. dia berlari menuju sebidang tanah yang ditumbuhi banyak sayuran. lokasi ini jaraknya 1 kilo meter dari tepi sungai dipadang rumput. pantas saja aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, jika bukan karena warna terong ungu yang mencolok, dia tidak akan tahu.


awalnya aku hanya mengira tumpukan rumput yang tumbuh subur dari kejauhan terlihat cukup aneh dipadang rumput yang seperti lapangan sepak bola yang sangat luas.


Yumi sedikit terengah dengan keringat di dahi. Matanya melihat tamanan terong tumbuh liar, setelah di amati lagi, dia juga menemukan cabai, daun bawang, bawang putih dan kubis segar.


Yumi penuh sukacita, tidak menyangka dia akan menemukan sayuran dipadang rumput. tapi jika dipikir-pikir dia juga mengerti, mengingat perkataan Rigis kalo padang rumput ini dulunya suku orc domba yang suka menanam rumput sendiri, yang mungkin rumput yang dikatakan rigis adalah ini, sayuran.


Yumi bersenandung sambil memetik sayuran dengan hati-hati seperti harta karun. melihat masih cukup banyak sayuran ini yang tumbuh segar dipadang rumput, Yumi hanya bisa kembali dengan menyesal. dia tidak bisa memetik semuanya sekaligus.


setelah panen cukup dia kembali ketempat semula dengan kayu bakar dan sayuran ditangannya. sebenarnya, Yumi masih ingin terus menjelajah didaerah padang rumput yang subur ini. karena dia yakin selain sayur yang dia temukan ini, mungkin saja masih banyak sayuran lainnya, seperti kentang, seledri, jahe dan lainnya yang sangat Yumi butuhkan untuk dia masak.


Mungkin lain kali pikirnya. dengan kecepatan harimau itu tidak masalah menempuh jarak yang jauh.


...----------------...


Terima kasih banyak atas dukungannya.


Like


Vote


Komentar

__ADS_1


see you the next-chapther**!!


__ADS_2