
Yumi merasa gelisah tiba-tiba, dengan cepat dia segera kembali ke gua. sudah lebih dari lima hari Rigis pergi. awalnya dia tidak merasakan apa-apa, namun semakin hari dia merasakan perasaan tidak nyaman dengan lingkungan sekitar gua.
pada hari pertama dan kedua setelah kepergian Rigis, dia masih bisa keluar dari gua untuk mencari jamur atau sayuran liar dan buah-buahan.
meski awalnya samar, dia bisa merasakan seseorang atau sesuatu sedang mengawasinya lebih dari satu mata, dan semakin hari semakin kuat perasaan itu.
pada hari ketiga, tanpa buang waktu, Yumi mengumpulkan banyak sayuran dan jamur yang dia petik selama dua hari, memindahkan semua daging kering dan kayu bakar sebanyak mungkin ke dalam gua. bahkan, untuk hal yang dulunya sangat merepotkan seperti mengambil air disungai, dia dengan rajin mengisi semua bak air, atau wadah batu untuk persediaan.
setelah melakukan semua itu, dengan kelelahan Yumi menutup rapat pintu gua berencana untuk tidak akan keluar sampai Rigis kembali. Yumi tidak khawatir dengan persediaan yang dia kumpulkan masih bisa bertahan dalam waktu seminggu.
Yumi meringkuk ditumpukan daun kering tempat ia berbaring menatap cemas kepintu gua menunggu kepulangan Rigis, hingga pada hari ketujuh setelah kepergian Rigis, dia dibuat ketakutan dengan suara gesekan batu yang menghalangi pintu gua.
"Yumi?" suara rendah dan mempesona yang terdengar lembut. membuatnya rileks seketika. ketegangannya memudar setelah mendengar suara yang dia kenal.
"Rigis!" Yumi melompat kepintu gua yang kini terbuka, memperlihatkan sosok pria yang menawan berdiri menghalangi cahaya masuk dari luar.
Yumi meraih lengan Rigis dengan kegembiraan dan kelegaan. "Rigis! syukurlah kamu pulang."
Rigis mengusap rambut Yumi dengan lembut, "tidak apa-apa.." matanya memandang penuh cinta dan kenyamanan.
"Rigis! aku merasakan sesuatu sedang mengawasiku, aku takut, jadi aku tetap didalam gua dan tidak pernah keluar untuk menunggu kamu kembali."
seketika tubuh Rigis tegang dengan kemarahan tersembunyi dibalik wajah tenangnya. dia melihat wajah cemas pasangannya, seketika hatinya melunak dan tersenyum lembut untuk membuat Yumi nyaman. "tidak apa-apa, mereka sudah pergi. " atau mati.
Rigis tidak menyangka, ada banyak orc atau binatang buas sedang mengawasi disekitar gua. seketika amarahnya meledak tak terkendali. dia berhasil mengusir dan membunuh sebagian dari mereka.
sebelum upacara suku, Yumi adalah betina bebas yang bisa diraih orc lain karena tidak memiliki pasangan dan tanda suku. artinya keselamatannya cukup rentan diluar.
"apa kamu sudah makan? aku membawa beberapa buruan saat perjalanan kembali, aku akan memasak untukmu. ada banyak sayuran yang aku bawa kembali, sesuai pesananmu."
Yumi sangat tersentuh dengan sikap perhatian Rigis, dia merasa sangat nyaman dengan adanya Rigis, jika pria itu berada disisinya dia merasa dia tidak takut lagi.
Perlahan tanpa sadar sikap defensifnya diawal telah memudar banyak. Kini dia banyak terbuka dengan Rigis. semakin menghilangkan rasa waspada dan takutnya pada harimau putih sebesar dua meter itu.
__ADS_1
Rigis yang sangat menyukai Yumi. betina yang menurutnya bodoh dan kasar, kini terhapus dari ingatannya seketika, karena semenjak bergaul dengan Yumi yang imut dan pintar, Rigis percaya betina juga pintar dan lembut. Rigis sangat menyukai Yumi menjadi pasangannya. dia sangat bahagia, merasa dia adalah jantan paling beruntung didunia.
dulu Rigis tidak pernah ikut berpartisipasi dalam pengejaran betina sepanjang tahun. dia tidak pernah menemukan betina yang disukainya. bahkan jika ada betina dengan sikap arogan ingin kawin dengan Rigis namun selalu diabaikan pria itu.
Rigis adalah Orc yang jarang bicara dan bergaul dengan anggota suku. dia selalu menjelajah dan banyak bertarung dihutan untuk kekuatan.
frustasi dengan dirinya sendiri, Yumi memang manusia modern, seorang mahasiswa, seorang penulis yang juga banyak membaca pengetahuan, tapi dia hanya sekedar asal tahu saja. bukan beraeti prakteknya mudah.
Nah, jadi, Yumi hanya manusia biasa tanpa keterampilan nyata.
Dia tahu banyak pengetahuan tapi tidak bisa melakukannya. jadi dengan adanya Rigis disisinya, Yumi sedikit banyak bebas dari kekhawatiran. di tambah dengan status perempuan di alam orc membuat Yumi merasa nyaman.
"Rigis, bisakah kau membantuku? " Yumi bertanya dengan perasaan sedikit malu.
"hmm.. apa yang kamu inginkan?" Rigis sangat senang menuruti semua keinginan pasangannya bahkan nyawa pun dia pasti akan berikan. karena itu semacam kebahagian baginya.
sama seperti orc jantan lainnya untuk wanita mereka, akan melakukan apapun segalanya dengan suka rela dan kebahagiaan.
"aku tidak tahu seberapa dinginnya, musim dingin. aku ingin tempat tidur yang layak agar tetap hangat."
Yumi menggeleng, menolak sarannya. "tidak, aku tidak ingin tidur ditanah yang hanya beralaskan kulit binatang."
"kalo begitu, aku akan mencari batu besar yang datar untuk tempat tidurmu, seperti yang dimilik pasangan Patriak. "
Yumi memikirkannya, tempat tidur dari batu mungkin bagus, tapi tidak mungkin untuk dibawa masuk ke gua mereka, pintu masuknya sempit untuk tempat tidur ukuran besar.
Yumi menghela napas menyesal, hanya bisa memikirkan tanpa bisa melakukan. "lihatlah pintu masuk gua kita. "
Rigis melihat pintu masuk gua dengan bingung. "ada apa? "
"pintu masuknya sempit, tidak cukup untuk ranjang batu. "
Rigis baru menyadari hal itu, dia memikirkan pintu lubang guanya, tidak ada cara untuk memperluasnya, karena jika diperluas bagian depan guanya pasti roboh.
__ADS_1
Rigis menyesal dan kesal pada dirinya sendiri karena memilih gua batu ini untuk tempat tinggal betinanya, awalnya dia pikir dengan memilih gua batu ini kerena cukup tertutup, sehingga Yumi bisa terlindungi dari jantan lain yang sewaktu-waktu bisa melihat Yumi yang cantik lalu mengejar untuk menjadi pasangan.
"kalau begitu, kita bisa pindah ke gua lain dengan pintu lubang besar. " Rigis bergerak gelisah takut Yumi menyalahkannya karena memilih gua batu ini.
"tidak, aku suka gua ini, lebih tertutup sangat nyaman untuk menjaga privasi. "
Yumi memang sangat nyaman dengan gua ini menjadi tempat tinggalnya. Yumi tidak perlu khawatir dilihat orc jantan ketika berganti baju atau tidur, bahkan jika itu hanya mondar-mandir tidak jelas digua, Yumi tidak senang jika diperhatikan orang lain. bukan Yumi pemalu tetapi dia sangat mementingkan privasinya.
"jangan khawatir Ami meski aku tidak bisa memperluas lubang masuk gua, saat musim panas dan kemarau, aku masih bisa melubangi dinding gua. " Rigis cepat-cepat berkata, supaya Yumi merasa nyaman.
betina tidak suka panas di musim panas, tidak suka dingin dimusim dingin, betina harus tinggal disuhu yang tepat agar tidak sakit dan mati.
Jantan selalu mementingkan pasangannya, merawatnya dengan sangat hati-hati. tapi meski begitu, masih ada saja betina yang meninggal jika sudah memasuki puncak musim dingin. karena makanan yang langka atau mati kedinginan saat salju turun.
maka betina harus memiliki banyak jantan menjadi pasangannya untuk musim dingin, sebagai cadangan makanan. tapi hal ini, betina jarang ada yang tahu, karena untuk menjaga perasaan betina, mereka selalu menyembunyikan fakta ini. betina hanya tahu bahwa salah satu pasangannya meninggal saat berburu. tapi tidak tahu bahwa daging yang dia makan adalah daging pasangannya.
Ini adalah hukum tak tertulis di dunia beast untuk melindungi dan melestarikan kelangsungan hidup betina menjadi yang utama.
ini hanya salah satu dari banyak cara merawat betina dari kecelakaan.
"Rigis, kenapa kita jauh dari suku?" tanya Yumi penasaran.
"tidak apa-apa. hanya gua ini yang paling nyaman dibanding gua dekat pusat suku." jawabnya tenang.
"oh, aku mengerti." Yumi mengangguk.
Rigis duduk bersila, dia mengisi air hangat pada gelas batu, kemudian menyerahkannya pada Yumi. "besok, semua perempuan disuku akan menjemputmu digua untuk melakukan upacara suku, memasang karangan bunga pada tubuhmu dan membawamu ke gua Patriak untuk menunggu dan memilih pasangan."
Rigis menunduk gelisah, sedikit tidak nyaman dengan pemilihan pasangan. apalagi mungkin dia takut Yumi tidak memilihnya.
tidak! apa yang dia pikirkan? tidak peduli apa, Yumi akan menjadi miliknya tidak ada yang bisa merebutnya dari tangannya. dia akan bertarung! bahkan, jika dia harus mati dia tidak akan menyesal. demi perempuannya dia tidak takut.
dengan begitu, dia penuh dengan tekad untuk menang.
__ADS_1
"upacara suku? " Yumi menyerngit.
"iya, untuk menandai perempuan baru, itu hal yang bagus untuk lebih melindungimu." meski dia juga masih bisa sanggup melindungi pasangannya sendirian dengan kekuatannya saat ini, namun dia takut Yumi menyalahkannya kerena tidak masuk dalam perlindungan suku.