
"Mas sebenernya kenapa kamu menerima perjodohan ini?" tanya gisel
"Cuma mau jadi anak yang berbakti aja" derren acuh tak acuh
"Tapi apa kamu yakin sama aku mas? aku bukan orang yang baik. dan aku seorang janda anak satu"
"aku yakin sama mama. mama gak akan menjodohkanku dengan sembarang wanita. ini pertama kalinya mama mengenalkan seorang wanita ke aku. Dan tentang kamu seorang janda, aku tidak peduli, aku tidak tertarik dengan wanita"
Entah kenapa perkataan derren yang terakhir membuat gisel merasa merana. Tapi bukan gisel namanya jika tak berusaha
"aku akan berusaha membuatmu menyukai wanita mas. dan itu hanya aku" ucap gisel percaya diri
"terserah" gisel hanya menahan senyum
Pesanan mereka pun sudah sampai. mereka langsung makan dan pulang.
*****
Hari demi hari pun berlalu, H-2 persiapan pernikahan derren dan gisel sudah siap 100%. Undangan pun sudah selesai dibagi.
Setiap malam gisel menghabiskan waktunya untuk video call dengan sahabatnya yaitu desi. Curhat setiap kegiatan, setiap persiapan pernikahannya. dan desi pun dengan antusias selalu mendengarkan cerita gisel dan menyemangatinya.
*****
Dikantor
"gisel" panggil riko sambil mendekati gisel
"pagi rik" sapa gisel
"Kenapa kamu tiba tiba mau nikah?" tanya riko serius
"Yaa, semua dadakan rik"
"Tapi kenapa?"
"ceritanya panjang" gisel menghela nafas
"pulang kerja sempatkan waktumu, aku akan mendengarkan ceritamu" riko pun meninggalkan gisel dengan wajah marah
Sepulang Kerja mereka pergi ke caffe tempat biasa mereka nongkrong.
Giselpun menceritakan dari awal dari bertemu oma sampai perjodohannya dengan derren. Riko yang mendengarkan sangat patah hati, heran kenapa gisel menerima perjodohan itu.
"Kenapa kamu menerima perjodohan itu gisel? Kalian tidak saling kenal. bahkan kamu baru kenal oma beberapa hari" tanya riko dengan wajah sayu
"Bukannya kamu tau kalau aku suka sama kamu. Bahkan aku sudah mempersiapkan akan langsung melamarmu gisel, aku sudah meminta ayah sama ibu untuk datang kesini melamarmu" Riko meledak
Gisel kaget mendengar perkataan riko, gisel pun hampir menangis karna di bentak riko, gisel paling tidak suka kalau dibentak. Gisel tau riko menyukainya, tapi gisel tidak tau kalau riko akan serius dan melamarnya.
__ADS_1
"Maafkan aku riko, tapi kamu tidak berhak membentakku" ucap gisel lirih dengan mata sudah berkaca kaca
Riko yang menyadari dia sudah kelewatan pun mendekati gisel dan memeluknya
"maafkan aku gisel"
Sebenarnya ini bukan salah gisel, juga bukan salah siapapun. Riko sudah berkali kali bilang kalau dia menyukai gisel, gisel yang mendengar pernyataan cinta seperti itu berasa seperti hanya candaan riko dan dia berfikir riko hanya main main. Dan mana mungkin riko ingin serius dengannya, secara fisik riko sempurnya, tampan, tinggi, putih, dan berotot. Sifatnya pun ceria, membuat semua wanita pasti mau dengannya, riko adalah idola di kantor.
Dan mana mungkin riko mau dengan janda beranak 1 seperti gisel padahal banyak gadis yang mau. Tapi ternyata takdir berkata lain, riko lebih memilih gisel dari pada gadis gadis yang mengejarnya.
Setelah sama sama merasa tenang mereka pun berjanji untuk tetap menjadi teman
"Bila suamimu tidak baik, larilah padaku gisel. Aku siap menerimamu kapan pun"
Gisel hanya menjawab dengan senyuman tipis. Karna dia juga tidak tau dengan kehidupan pernikahannya nanti.
Akhirnya mereka pulang kerumah masing masing
Sebelum tidur gisel melakukan rutinitasnya video call desi karna memang dia tidak punya waktu untuk datang kerumah desi.
Gisel cerita panjang lebar dengan mata berkaca kaca. Desi yang mendengarpun tak kalah kaget. Desi fikir riko juga hanya main main ke gisel, karna yaa riko selalu di kelilingi dengan wanita.
Setelah puas cerita panjang lebar, akhirnya gisel menutup telponnya dan langsung tidur.
*****
Gisel mengambil cuti selama seminggu, dari sabtu hingga sabtu lagi
Sesampainya dirumah oma
"Pagi oma, pagi sayang" sapa gisel pada oma dan naya yang sedang sarapan
"halo gisel, sini sarapan sama sama"
"Haii mama, naya kangen" naya memeluk gisel
"mama juga sayang. dah sekarang dihabisin dulu sarapannya nanti kita main main"
Mereka pun melanjutkan sarapan dengan ceria. setelah selesai sarapan mereka duduk di taman belakang. Gisel bermain dengan naya dan oma memandangi mereka dengab hati gembira
"Bahagianya oma bisa punya keluarga seperti kalian" gumam oma
Setelah lelah bermain dengan naya, gisel pun duduk disamping oma.
"Jangan capek capek sayang, besok adalah hari pernikahanmu" ucap oma
"iyaa oma" ucap gisel sambil tersenyum
"bagaimana perasaanmu"
__ADS_1
"deg degan oma, takut apakah mas derren orang yang baik, dan takut apakah aku pantas untuk mas derren" ucap gisel sambil menundukkan wajahnya
"Gisel oma yakin dan oma janji derren tidak akan menyakitimu., dia ketus seperti itu hanya karna dia belum kenal kamu gisel, derren adalah anak yang baik. Dan kamu lebih dari kata pantas untuk derren" oma memeluk gisel
"Sekarang ayo ikut oma,oma sudah panggilkan pegawai spa untuk persiapan kamu besok" oma mengajak gisel masuk dan menitipkan naya ke art disana
Gisel selesai spa pukul 3 sore, namun ketiduran samapi jam 5. Dia terasa seperti dilahirkan kembali, badannya segar dan kulitnya berasa kenyal dan sangat wangi.
Saat dia keluar kamar ternyata Derren sudah datang kerumah. Dan yang membuat kaget derren sedang bermain dengan naya. Betapa senang hatinya melihat anak dan calon suaminya saling menerima
"Sore mas" sapa gisle
"ya"
"Mama sini, naya mainan sana papa derren" gisel kaget dengan panggilan naya untuk derren, siapa yang mengajari naya memanggil derren dengab panggilan papa
"Aku yang ngajarin naya panggil aku papa" seperti tau isi pikiran gisel. derren pun buka suara
"Ohh, iya mas. naya mama bantu bikin makan malam dulu ya" Gisle yang merasa kaget dan canggung memilih untuk menghindari derren
Merekapun makan malam bersama. Senyuman tak pernah hilang dari wajah oma, sedangkan gisel masih merasa canggung.
Setelah makan malam derren masuk ke ruang kerja sedangkan oma gisel dan naya menonton televisi di ruang keluarga.
Jam 10 malam oma sudah masuk kamar dan naya sudah tidur. Gisel yang dari tadi belum melihat derren keluar dari ruang kerja pun memutuskan untuk menghampiri derren
Tok.. tokk.. tokk..
"masuk" suara dari dalam
"Mau aku buatin kopi mas?" tanya gisel ragu
"Boleh, jangan manis manis"
Gisle pun menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk derren.
"Ini mas kopinya" memberikan secangkir kopi untuk derren
"Makasih ya"
"banyak kerjaan ya mas?" tanya gisel
"Yaa lumayan, karna beberapa hari kedepan akan cuti"
"Jangan capek capek mas, besok kita akan menikah" Gisel yang kaget dengan ucapannya sendiripun langsung pamit ttidur
"Yaudah aku tidur duluan, malam mas"
"malam"
__ADS_1
Sampai kamar gisle langsung tidur disamping anaknya.
...TBC...