Suamiku Homo

Suamiku Homo
Eps 6


__ADS_3

Setelah itu mereka pulang kerumah masing masing. Naya sudah tidur dari 1 jam yang lalu, tapi gisel masih belum bisa memejamkan matanya. Ia tak masalah nikah dengan derren, tapi kenapa harus homo.


Lama kelamaan gisel pun tertidur dengan pikiran yang masih berkecambuk.


Pagi harinya gisel kesiangan dan tak sempat memasak. Dia bangun langsung membangunkan naya dan mandi bersama.


"sayang nanti sarapan sama tante desi ya, mama udah telat" ucap gisle sambil memakaikan baju naya.


naya hanya mengangguk karna masih ngantuk. Setelah siap mereka pun langsung berangkat.


"Duh tumben jam segini baru dateng mak" ucap desi menggoda


"kesiangan aku des, nanti pulang kerja aku ceritain. oh iya naya belum sarapan, titip ya des. Byee naya" ucap gisel berlali keluar sambil melambaikan tangan


Sesampainya dikantor


"Tumben telat sel, pasti belum sarapan kan" ucap riko melihat gisel masuk dengan tergesa gesa


"iya nih kesiangan, laper banget aku" ucap gisel ngosngosan


"tunggu bentar, aku bawa roti sama kopi" sambil mengambil roti dan kopi di mejanya


"nih makan aja, lumayan buat ganjal perut" menyodorkan makanan yang dia bawa, padahal riko juga belum sarapan dan itu menu sarapannya. Tapi demi wanita yang divintainya dia rela kelaparan sampai jam makan siang nanti.


"Baik bener temenku ini. thanks ya, you know me so well" ucap gisel dengan sumringah


"yaudah gmaku balik ke meja dulu. nanti makan siang bareng ya" riko melambaikan tangan

__ADS_1


"Siap"


Merekapun fokus bekerja sampai jam makan siang. Riko yang sudah sangat lapar langsung menghampiri meja gisel.


"Mau makan apa nih?" tanya riko


"Pingin mie ayam tapi kok belum makan nasi dari pagi. nasi goreng depan kantor aja yuk" ajak gisel


"haha endingnya, yuklahh" riko mengapit lengan gisel. riko sudah biasa menggandeng, merangkul, dan gisel biasa saja karna riko memang satu satunya teman di kantor yang membuatnya nyaman.


****Di restoran


"nasi goreng seafood sama es jeruk kan?" tanya riko


"yak betul" gisel mengacungkan jempol


"siap kang" ucap tukang nasi goreng


Mereka lalu duduk dan menunggu pesanan sambil mengobrol.


"Gimana kabar naya? aku kangen. kapan terakhir ketemu ya"


"baik, kamu sih sok sibuk. Biasanya main kerumah" ucap gisel pura pura marah


"hihihi, ya maaf sel. lg sibuk cari cuan tambahan"


"buat apa? mau nikah lu" gisel meledek riko

__ADS_1


"iya dong, udah umur segini. keburu jadi perjaka tua"


"emang udah punya calon? Sok sokan mau nikah"


"Kan calonnya kamu, gimana sih" riko ketawa jahat


"hahaha apasih ga lucu ah" jawab gisel deg degan


"Permisi, ini pesannnya nasi goreng seafood 2 sama es jeruk 2" pelayan mengantarkan pesanan mereka


"makasih mas" ucap gisel. dalam hati dia berterimakasih pada pelayan itu karna datang disaat yang tepat, dia takut jadi canggung karna ucapan riko tadi.


Mereka langsung makan dan sesekali sambil berbincang. selesai makan mereka langsung kembali ke kantor karna waktu istirahat mereka sudah hampir habis.


"bye rik, makasih ya traktirannya. kamu emang temen yang paling baekk hihi" ucap gisel sambil mencolek lengan riko


"ish apa sih, santai aja kalik" riko melambaikan tangan dan kembali ke mejanya


SKIP


Jam sudah menunjukan pukul 17.00 dan saatnya gisel pulang karna pekerjaannya sudah selesai semua dan dia tak perlu lembur.


"Rik kamu gak pulang?" tanya gisel sambil jalan ke meja riko


"lembur aku sel, belum kelar" riko memasang wajah sedih


"yauda aku duluan ya.. semangat boskuu" gisel melambaikan tangan

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2