Suamiku Homo

Suamiku Homo
Eps 4


__ADS_3

"Omaaaaa" naya langsung lari memeluk oma di ruang tamu


"cucuku sayang. oma kangen sama naya" oma balik memeluk naya sangat erat


"naya juga kangen sama oma"


Gisel tersenyum melihat pemandangan itu. hati gisel sangat gembira melihat kasih sayang yang diberikan oma kepada naya dan dirinya.


"Pagi oma" Gisel juga memeluk oma


Mereka lalu bermain di taman belakang rumah oma. Naya berlari lari bermain dengan art disana. Oma dan naya mengawasi naya sambil berbincang bincang.


"Gisel kamu lihat laki laki yang keluar saat kamu datang tadi?" tanya oma


"lihat oma"


"Dia adalah anak oma satu satunya, namanya Derren. oma pingin kalian nikah sel"


Gisel yang terkejut hanya diam saja mendengarkan perkataan oma.


"Tapi oma tidak akan memaksa mu nak, semua keputusan ada di kamu dan derren. oma bukan tipe krang tua yang suka memaksa anaknya" sambil memegang kedua tangan gisel dengan lembut.


"Maaf oma, ini sangat mendadak, bahkan aku baru kenal oma seminggu ini" gisle menjawab dengan hati hati takut menyakiti oma


"ya oma tau gisel, tapi entah kenapa oma merasa yakin sama kamu. Oma sayang banget sama kamu dan naya. Dan oma pingin kamu jadi menantu oma"

__ADS_1


"Sebenernya gisel dan naya juga nyaman sama oma. tapi kalau disuruh menikah sama derren... gisel tidak yakin oma" gisel membayangan saat derren mencium lelaki lain


"Begini saja, besok malam minggu kita ketemuan lagi dan oma akan mengajak derren. pikirkanlah matang gisel"


"Iyaa omaaa" menjawab dengan lesuu


"Sekarang kita makan dulu, art sudah menyiapkan makanannya"


oma memegang pundak gisel lalu menghampiri naya dan langsung memeluk naya.


"cucu oma makan dulu ya, ini udah siang" ajak oma


"tapi naya masih mau main omaa" rayu naya


"nanti habis makan naya boleh main lagi. oh iya oma juga punya es krim lho sayang"


oma menggandeng naya menuju meja makan, gisel mengikuti di belakang tidak mau mengganggu kangen-kangenan oma dan naya.


Saat makan oma menyuapi naya dengan sabar. Membuat gisel semakin ragu dengan tawaran oma tadi.


SKIP


jam 16.00 gisel pamit pulang karena besok masih harus kerja dan naya terlihat sudah lelah dan ngantuk


"oma gisel dan naya pulang dulu ya oma. terimakasih untuk hari ini oma" sambil memeluk oma

__ADS_1


"oma juga terimakasih sama kalian karna udah menemani oma. jangan lupa besok malam minggu ya gisel" balas memeluk gisel


"iyaa oma" jawab gisel ragu


"naya sayang, besok main kesini lagi ya" sambil memeluk naya


"Iyaa oma, oma jangan nakal ya naya pulang dulu" jawab naya dengan sok dewasa sambil mengelus kepala oma


Haahaahaa gisel dan oma pun tertawaa mendengar jawaban naya.


"aduhh cucu oma sudah besar hahaha"


Oma mengantarkan mereka ke depan rumah. Gisel dan naya masuk mobil dan melambaikan tangan


"byee omaa"


"Ati ati ya sayangnya oma" balas melambaikan tangan


Disepanjang perjalanan gisel hanya diam saja memikirkan perkataan oma tadi. di satu sisi dia juga ingin menerimanya karna gisel pingin masa depan naya terjamin, dia juga melihat sendiri bagaimana oma memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang. tapi di satu sisi lain gisel selalu teringat saat melihat derren berciuman dengan laki laki.


"Apa oma tau kalau derren seperti itu" gumam gisel dalam hati


SKIP


Sesampainya dirumah mereka langsung mandi, makan dan langsung tidur.

__ADS_1


......TBC......


__ADS_2