
Harap bijak!! Anak dibawah umur harap skip eps ini
terimakasih
Dengan perlahan derren mendekatkan wajahnya ke gisel, gisel langsung mentup mata. dan tiba tiba ada benda kenyal yang lembut menyentuh bibirnya. gisle semakin merapatkan matanya.
Derren langsung menahan tengkuk gisel.
*****
Gisel hanya diam menikmati sentuhan bibir mereka.
Jangan salah sangka! Derren hanya menempelkan bibirnya, mereka tidak berciuman yang sesungguhnya. Gisel tidak bisa menuntut lebih, dia tidak bisa memaksa derren, gisel tau bahwa derren sudah berusaha sekuat tenaga untuk dirinya. setelah beberapa saat akhirnya derren melepaskan bibirnya.
"Maaf" ucap derren sambil menatap mata gisel dan mengusap pipinya
Gisel langsung memeluk derren.
"Enggak. Makasih mas aku bisa liat kesungguhanmu untuk berubah" ucap gisel sambil melepaskan pelukannya
"Makasih gisel kamu sangat pengertian"
"yaudah aku mandi dulu mas, itu bajunya mas udah aku siapin di atas kasur" Derren hanya mengangguk dan gisel langsung masuk ke kamar mandi
Derren menunggu Gisel selesai mandi sambil mengecek pekerjaan di laptopnya. Pintu kamar mandi terbuka
Ceklek
"Belum tidur mas?" tanya gisel sambil menuju lemari mengambil baju tidur
"Nungguin kamu, kita tidur bareng" sambil menutup laptopnya dan meletakkan di meja
Gisel memilih baju tidur daster tanpa menggunakan bra. memperlihatkan p***dara gisel yang menyembul dibalik daster.
Derren sudah biasa melihat pemandangan ini, tapi baru kali ini derren merasa gelisah melihatnya. tiba tiba dia degdegan.
"Mas udah selesai? yuk tidur mas" ucap gisel sambil duduk di sofa samping derren
__ADS_1
"Udah, yukk" Gisel langsung bangkit dan menggandeng tangan derren
Derren tidur membelakangi gisel. derren masih merasa canggung setelah melihat pemandangan yang indah itu. tiba tiba gisel memeluk dari belakang.
Dan dia merasakan panas di punggungnya, ada benda kenyal yang menyembul.
"Kenapa aku tiba tiba kaya gini. apa ini tandanya aku udah mulai normal" gumam derren
"Masss" panggil gisel manja
"Y..yaa" gisel menarik derren agar menghadapnya
"Makasih untuk hari ini mas. Aku merasa kamu udah mulai bersikap manis sama aku. aku tau kamu belum cinta sama aku. tapi aku yakin kamu sedang berusaha" ucap gisel sambil menangkup wajah derren dengan kedua tangannya dan menatap lekat mata derren
"Udah seharusnya aku bersikap manis dan mencintaimu gisel. kamu istriku, walaupun awalnya kita menikah karna perjodohan tapi aku ingin ini pernikahan terakhirku dan bahagia selamanya denganmu dan anak anak kita" derren membelai pipi gisel
Gisel merasa terharu, dia menangis bahagia. lalu dia tersenyum dan memeluk derren
"Jangan nangis" derren membalas pelukan gisel dan membelai kepala gisel
"Giselll.." panggil derren ragu
"Seperti ada benda kenyal yang menempel di dadaku" gisel mendengarkan dengan serius namun tiba tiba dia sadar, dia menatap p***daranya yang menempel di dada derren
Gisel langsung melepaskan pelukannya dan mundur menjauhi derren. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
"Kamu tau gisel aku sangat awam dengan wanita. Aku hanya pernah pacaran sekali dan itu pun hanya sebatas ciuman" ucap derren jujur
"aku percaya sama kamu mas" tersenyum menatap derren
"Gisel.. boleh aku menyentuhnya??" dengan malu malu derren mengucapkannya
Deg. Gisel langsung mematung tak menyangka dengan permintaan derren.
"Tumben mas, apa kamu udah ada perubahan?" tanya gisel
"entahlah setelah melihatmu memakai baju tadi aku penasaran ingin menyentuhnya" ucap derren polos sambil menatap p***dara gisel
"Hahahaha.. boleh mas, aku milikmu" ucap gisel sambil mengarahkan tangan derren ke p***daranya
__ADS_1
Derren merasa sangat canggung, takut takut ingin menyentuhnya. namun saat melihat gisel tersenyum dan menganggukan kepala dia memberanikan diri untuk mengelus p***dara gisel.
Gisel yang merasakan geli hanya menggeliatkan badannya, menikmati sentuhan derren. sudah sangat lama dia merindukan sentuhan, apalagi sentuhan derren. sentuhan yang dia nanti nantikan.
Tiba tiba derren mer*mas p***dara gisel. Gisel yang menikmati tiba tiba mendesahh
Ahhhh
Derren menarik daster gisel agar terlepas, dia mengagumi pemandangan yang ada di depan matanya. tiba tiba dia bersuara.
"Bukannya kamu sudah pernah menikah dan sudah memiliki anak, tapi kenapa p***daramu masih besar? Aku pernah membaca di artikel bahwa wanita yang sudah memiliki anak p***daranya akan kempes dan kendor" tanya derren dnegan polosnya
Gisel menahan tawa.
"Aku juga tidak tau mas. padahal aku memberikan asi ekslusif 2 tahun untuk naya" jawab gisel jujur
"Yahh anggap saja ini rejeki untukku. Baru kali ini aku melihat p***dara wanita. Dan syukurlah kamu istriku"
"Kamu laki laki dewasa mas, tapi kenapa kamu sangat polos. Betapa beruntungnya aku" gumam gisel
Derren melanjutkan aktifitasnya memainkan p***dara gisel. m*mu*tir ujungnya, mer*masnya. setelah puas derren mendekatkan wajahnya di p***dara gisel, menciumnya, menghirup baunya.
...***TBC***...
Duhh duhh duhhh tambah panas ya buu
Mau lanjut apa udahan ini aksinya???
hihihi
Maaf ya updatenya masih belum teratur dan lama.
Paling gabisa lama lama mainan hp, maklum lah Bumil anak satu
makasih udah setia membaca cerita ini
dan sabar menanti
lafyuuu
__ADS_1