
"mama akan menjaga naya dengan segenap hati mama gisel, mama sayang sekali sama naya. dia anak baik dan pintar. kalau nakal itu wajar namanyajuga anak-anak" oma membelai rambut naya dengan senyum sumringah
"makasih ma. Naya sayang kamu yang nurut ya sama oma jangan buat oma kecapekan" ucap gisel dengab memandang wajah manis anaknya.
Naya hanya menganggukan kepalanya sambil mengunyah makanan.
"kami akan lebih sering main kesini ma" ucap derren
"Iyaa derren, dan mama berharap hubungan kalian semakin membaik begitupun dengan kelainan kamu sayang" perkataan mama membuat derren menghentikan makannya
"hubunganku dengan gisel sudah semakin membaik ma belakangan ini. iya kan sayang" Derren menyentuh tangan gisel
"i-iyaa ma, hubungan kita baik-baik saja. Bukankah mas derren sudah berjanji akan berubah didepan gisel dan mama, Doakan kita selalu ya ma, semoga aku bisa merubah mas derren, dan semoga mas derren bisa segera sembuh" ucap gisel dengan tulus
"Pasti sayang, pasti. Doa mama akan menyertai kalian selalu" ucap oma dengan mata berkaca kaca
"Aku memang tidak salah memilih menantu. Gisel anak yang baik. dan semoga saja derren segera tersadar dan tidak menyakiti gisel lebih lama lagi" batin oma
"Mungkin awalnya aku menolah perjodohan itu ma, tapi sekarang aku sangat berterimakasih sama mama karena telah mempertemukan aku dengan gisel" Derren memandangi istri dan ibunya bergantian
Oma hanya menganggukan kepalanya tak mampu herucap karena merasa bahagia.
Sarapan pun sudah selesai, mereka melanjutkan aktivitas dengan menonton televisi. Ruang keluarga itu dipenuhi dengan canda tawa dan celotehan naya.
Setelahnya
Derren dan gisel pun bersiap untuk pulang kerumah mereka.
__ADS_1
Saat gisel sedang siap-siap berdandan didepan cermin, tiba tiba dia merasakan ada tangan kokoh yang melingkar di perutnya. siapa lagi tersangkanya kalau bukan derren.
"kenapa mas?" tanya gisel sambil memegang tangan kokoh derren
"Gakpapa. cuma mau bilang terimakasih sudah ada di sisiku, menerima semua kekuranganku" derren semakin mempererat pelukannya.
"Bukankah itu memang tugas seorang istri mas, berada di sisi suaminya dalam keadaan suka ataupun duka. selalu mendukung dan saling menutupi kekurangan masing masing, karna memang sejatinya tidak ada manusia yang sempurna mas" ucap gisel sambil membalikan badannya
Derren merasa bahagia sekali memiliki gisel disisinya.
Gisel mengecup singkat bibir suaminya.
"aku sudah siap mas. ayo kita pulang"
"bagaimana kalau kita kencan hari ini" saran derren sambil menggandeng tangan gisel keluar kamar
"mau banget mas, mau kemana kita?" tanya gisel
"mmm aku mau nonton film horor mas. boleh ya" tanya gisel sambil menatap derren
"kenapa harus horor sih sayang"
"emang kenapa mas? emang mas derren takut" goda gisel
"Aku? takut? ga da yang aku takutin di dunia ini" jawab derren sombong
"ish, oke kalau gitu kita nonton horor" derren hanya diam saja
"ma kita pamit ya" ucap derren sambil mencium tangan oma
__ADS_1
"iya hati-hati dijalan, sering-sering main kesini loh ya" gangi gisel yang mencium tangan oma
"iya pasti oma" gisel yang menjawab
derren mendekati naya dan menggendongnya
"Anak papa baik baik ya sama oma, jangan nakal. makan yang banyak biar tambah gendut" ucap deren sambil mencoel pipi naya
Naya hanya menganggukan kepalanya sambil ketawa tawa karena di kelitiki oleh derren.
"yaudah kita berangkat yaa, dadah naya sayang, assalamuallaikum ma" ucap gisel
"wallaikumsallam" balas oma
Akhirnya mereka pun sampai di mall X, mereka langsung menuju bisokop dilantai 3.
"kamu tunggu disitu aja, biar aku yang antri tiket" kata deren sambil menunjuk salah satu kursi caffe bioskop
"Ya mas" jawab gisel
Saat derren mengantri tiket tiba tiba ada yang memanggil gisel sambil menyentuh pundaknya
"Gisel, ini beneran kamu" tanya orang itu
Gisel langsung mematung saat mendengar suara orang itu.
...TBC ...
jeng jengg ada yang bisa tebak itu siapa??
oh iya jangan lupa like dan vote yaa
__ADS_1
terimakasih