Suamiku Homo

Suamiku Homo
Eps 14


__ADS_3

Episode sebelumnya.


Paginya saat pagi buta gisel langsung mandi, menyiapkan makanan lalu pergi kerumah oma sebelum derren bangun. dia terlalu lelah menghadapi derren.


*****


Derren membuka mata dan langsung mencari keberadaan gisel. dia memcuci muka dan sikat gigi lalu turun ke dapur. namun nihil dia tidak menemukan gisel disana.


Derren keluar menuju garasi, dan ternyata mobil gisel susah tidak ada. dia pun menelpon gisel, tapi tidak ada jawaban. Dia mencoba berkali kali namun tetap tidak ada jawaban.


"Pergi kemana pagi pagi gini, pasti sengaja menghindar. apa yang harus aku lakukan tuhan" derren frustasi


*****


Sesampainya dirumah oma gisel langsung masuk dan mencari naya dan oma.


"omaa.. nayaa.." gisle mencoba mencari mereka


oma yang mendengar panggilan gisel pun melambaikan tangan.


"Disini sayang"


gisel langsung menghampiri oma, memeluk oma dan berganti memeluk naya


"Kok udah pulang? Katanya mau nginep di pantai" tanya oma, dia merasakan ada yang tidak beres karena melihat mata gisel yang sembab


"iya oma, ada sedikit masalah"


oma yang penasaran pun langsung menyuruh baby sister untuk menemani naya bermain.


"Ayo kita masuk" ajak oma menggandeng gisel


"Bentar ya sayang, mama ngobrol dulu sama oma"


"oke maa"


Sesampainya dikamar oma langsung menghujani gisel dengan berbagai pertanyaan.


Gisel yang sudah tidak kuat pun langsung menangis dan bercerita semuanya kepada oma. oma kaget mendengar cerita oma. oma juga tidak tau bahwa anaknya masih mencintai vina.


Oma langsung memeluk gisel mencoba menenangkan


"Maaf gisel, maafkan oma. oma gatau kalau derren masih mencintai vina." oma merasa bersalah karna menjodohkan mereka


"dasar anak kurang ajar. wanita baik seperti gisel malah disakiti. liat aja oma akan minta perhitungan nanti" gumam oma

__ADS_1


"sudah sayang, tinggalah disini untuk beberapa hari untuk menenangkan diri. naya pasti senang bila kamu tidur disini"


"makasih oma"


"sekarang ayo kita makan siang agar kuat menghadapi semua ini sayang"


gisel hanya mengangguk


*****


Hari sudah menunjukan pukul 9 malam. Sedangkan derren menghabiskan waktu dirumah mengerjakan tugas kantor namun tidak bisa fokus karena merasa gelisah seharian gisel tidak mengangkat telponnya darinya.


"kemana sebenarnya dia? kenapa tidak mengangkat teleponku. apa dia dirumah oma, kenapa aku engga kepikiran dari tadi sih" derren menepuk jidatnya


derren segera menelpon oma. namun juga tidak ada jawaban.


"kemana sih mereka, ditelpon pada gak diangkat. gausah punya hp aja kalau gitu" derren marah marah gak jelas sambil mengambil kunci mobilnya untuk langsung menuju rumah oma.


*****


Sesampainya dirumah oma. derren disambut seorang art.


"Selamat malam tuan" sapa tuan muda sambil membukakan pintu


"iya tuan, nona gisel tidur dikamar naya"


"Oke terimakasih bi"


Sebelum kekamar naya, derren mampir kekamar oma.


tokk.. tok... tokk "maa" panggil derren sambil membuka kamar oma


namun ternyata oma sudah tertidur pulang. derren pun langaung menuju kamar naya. tanpa mengetuk dia langsung masuk.


Gisel sudah tidur dengan memeluk naya. Derren mendekat memperhatikan wajah istri yang tidak dicintainya. Dia merasa bersalah.


"maafkan aku gisel. kamu memang istriku, tapi aku belum bisa melupakan vina. dan aku juga tidak berbohong tentang penyakitku ini. tapi aku janji aku akan melupakannya dan belajar menerimamu dan mencintaimu" ucap derren sambil mencium kening gisel.


lalu derren berpaling menghadap naya dan mencium keningnya. lalu dia ikut berbaring di samping gisel. Dia memeluk gisel dari belakang.


"Mungkin aku harus mencoba membuka hatiku untukmu dulu, baru penyakitku ini akan hilang. tapii bagaimana bila suatu saat nanti aku bertemu dengannya lagi" gumamnya lagi


Beberapa saat kemudian Derren ikut tertidur pulas.


Keesokan paginya gisel merasa terusik dengan sesuatu yang menindih perutnya. lalu dia melirik dan ternyata sebuah tangan kekar yang dia hafal betul siapa pemiliknya.

__ADS_1


Gisel langsung menepis tangan itu dengan kasar dan membuat derren terbangun dengan kaget.


"apa yang kamu lakukan mas? kenapa kamu tidur disini" ucap gisel dengan nada marah


"Aku.. aku menyusulmu kemari tadi malam gisel. sungguh maafkan aku, aku mengaku salah. Aku berjanji akan melupakannya selamanya" sambil memegang tangan gisel


"Mas.. kata maaf itu mudah diucapkan, tapi apa kamu bisa memperbaiki perasaanku yang hancur mas mengetahui suamiku mencintai wanita lain dan tidak mau menyentuhku" gisel hampir menangis


"Aku tidak tau sejak kapan, tapi aku sangat mencintaimu mas" gisle mulai terisak


Oma yang awalnya ingin membangunkan gisel dan naya untu sarapan phn akhirnya mendengar percakapan itu.


"Gisel sayang tenang lah, ayo kita bicara diluar. naya masih tidur" ucap oma sambil menepuk nepuk pundak gisel


Merekapun menuju kamar derren. Oma mengikuti mereka bermaksud untuk menengahi.


"Deren. Yang kamu lakukan itu dosa, kamu memikirkan wanita yang bukan istrimu itu dosa, dan bagaimana bisa kamu masih mencintai wanita itu. wanita yang telah meninggalkanmu, wanita yang telah mempermalukan keluarga kita!" oma memandang tajam derren


"Maafkan aku oma" derren hanya menundukan kepalanya


"Apa kamu tau bagaimana hancurnya hati istrimu derren? Dia telah menemanimu selama 6 bulan, menerima kekuranganmu, selalu mensuport mu. Dan Apa ini balasan mu?"


Derren dan gisel hanya terdiam.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan? melupakan wanita itu atau berpisah dengan gisel. Mama tidak tega melihat wanita yang sudah mama anggap sebagai anak mama sendiri malah kamu sakiti. Bila tau seperti ini dulu mama tidak akan menjodohkan kalian"


Derren yang mendengar ucapan oma langsung mengangkat kepalanya menatap oma kaget.


"Tidak ma aku tidak ingin berpisah dengan gisel. aku janji akan melupakan vina ma. tapi tolong beri aku kesempatan dan waktu"


"Jangan memohon pada mama. Semua keputusan ada ditangan gisel"


Derren mendekati gisel. Memegang lembut tangannya.


"Gisel. Aku mohon maaf kan aku, Aku berjanji akan melupakan vina dan hanya mencintaimu seorang. Aku juga berjanji akan memebahagiakanmu dan naya" Gisel mengangkat kepalanya, menatap pmata deren intens mencari keseriusan disana, dan dia menemukannya. lalu dia melirik oma. oma hanya menganggukan kepalanya


"Baiklah aku memaafkanmu mas. Tapi aku hanya memberimu 1 kesempatan mas, dan tidak akan ada kesempatan kedua"


Derren merasa bahagia mendengar ucapan gisel lalu memeluknya.


"Terimaksih gisel, Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu lagi"


"jangan berjanji bila tidak bisa menepati mas"


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2