Suamiku Homo

Suamiku Homo
Eps 18


__ADS_3

Hai hai haiii


author kembali lagii


maaf membuat kalian kecewa karena gakpernah update


jujur aplikasi ini kehapus dan aku lupa sandinyaaaa 😂


tapi alhamdulillah akhirnya bisa kembali lagii walaupun lama banget


Anak keduaku juga udah lahir, dan kemarin harus operasi secar lagi karna perutku masih belum pulih sepenuhnya


awalnya mau nekat lahiran normal, tp dimarahin dokternya karna bahaya banget, bisa jebol ni perut


huhu syedihh 😭😭


ehh malah curhat 😂😂


Dan aku juga mau berterimakasih banget sama kalian para readers yang selalu dukung aku, dan nungguin kelanjutan karya aku 🤗


siapa yang udah ga sabar baca kelanjutan ceritanya


yuk kita lanjut ceritanya yaa


--------------


"Kamu laki laki dewasa mas, tapi kenapa kamu sangat polos. Betapa beruntungnya aku" gumam gisel


Derren melanjutkan aktifitasnya memainkan p***dara gisel. m*mu*tir ujungnya, mer*masnya. setelah puas derren mendekatkan wajahnya di p***dara gisel, menciumnya, menghirup baunya.

__ADS_1


 


Gisel mend*sah menggeliatkan badannya.


Mendengarkan des*han gisel membuat derren menjadi lebih liar.


Setelah puas derren menghentikan aktifitasnya. dia menatap gisel yang sudah banjir keringat. Derren mendekatkan wajahnya dan menc*um bibir gisel. Awalnya hanya kecupan namun lama kelamaan menjadi lum*tan. Gisel juga membalas c*uman derren.


setelah beberapa saat tiba tiba gisel melepaskan ciumannya, membuat derren heran.


"cukup sampai sini dulu mas, gaperlu dipaksa. kita lakukan perlahan" ucap gisel lembut sambil membelai pipi suaminya.


Tadi dia tidak sengaja menyenggol senjata milik suaminya, namun senjata itu tidak mengeras. Jika dia normal seharusnya senjatanya itu sudah mengeras bukan?


Gisel yang sadar itu tidak ingin membuat derren tertekan. Ia juga tak mau terlalu larut dan akan membuat hatinya semakin terluka.


"Baiklah. terimakasih atas pengertianmu gise, dan maafkan akul" Derren menarik gisel dan memeluk tubuhnya


Derren menatap wajah istrinya dan mengecup sayang keningnya. Mereka pun terlelap.


Keesokan paginya


Gisel dan Derren sudah siap dengan pakaian kerja mereka. Mereka menuju ruang makan bersama. Oma dan naya sudah berada diruang makan menunggu mereka.


"Pagi oma. pagi naya sayang" Sapa gisel lalu mencium kepala anaknya dan langsung duduk di samping suaminya


"Pagi maa, pagi pa" Menjawab sapaan gisel dan menyapa ayahnya.


"Pagi gisel, ayo langsung makan sayang"

__ADS_1


Mereka berempat makan dengan berbincang bincang ringan. dan sesekali tertawa karena celotehan naya.


"Oh iya sayang, nanti mama sama papa mau pulang. Naya ikut ya" ucap gisel saat sudah selesai makan namun masih di meja makan


"Kalian mau pulang? kok dadakan sih" ucap oma sedih


"Dari kemarin aku sama mas derren udah rencana mau pulang ma" jawab gisel


"Biarkan naya tinggal dirumah ini sama mama gisel, mama kesepian, sudah sejak lama mama ingin memiliki cucu. kalau kalian kangen, kalian saja yang main kesini, sesekali mama juga akan berkunjung kerumah kalian bersama naya" ucap oma sendu


Derren dan naya saling memandang, dan akhirnya gisel mengangguk menyetujui permintaan mertuanya


"baiklah ma, aku titip naya sama mama ya. kalau naya nakal bilang sama gisel" ucap gisel sambil memandang oma dengan senyuman


"mama akan menjaga naya dengan segenap hati mama gisel, mama sayang sekali sama naya. dia anak baik dan pintar. kalau nakal itu wajar namanyajuga anak-anak" oma membelai rambut naya dengan senyum sumringah


"makasih ma. Naya sayang kamu yang nurut ya sama oma jangan buat oma kecapekan" ucap gisel dengab memandang wajah manis anaknya.


Naya hanya menganggukan kepalanya sambil mengunyah makanan.


"kami akan lebih sering main kesini ma" ucap derren


------------


maaf kalau tidak sesuai ekspektasi kalian ya readers


jangan lupa kasih masukan, kritik dan saran yaaa


dan Dukung terus karya ku 💕

__ADS_1


saranghae


__ADS_2