
Subuh jam 3 gisel sudah bangun dan langsung mandi, karna mua akan datang jam 4. Oma juga sudah bangun, sedangkan naya dan derren masih tidur.
Gisel menghabiskan waktu 3 jam. setelah siap gisel langsung keluar dan ternyata derren dan naya juga sudah siap.
"Pagii oma, naya, mas derren " sapa gisel
"aduh anak mama cantik banget" puji gisel
"mama juga cantik banget" naya memeluk gisel
"iya gisel kamu cantik banget, mama sampai pangling" ucap oma
Gisel tersenyum malu mendengar pujian untuknya. derren yang melihat hanya diam saja tanpa komentar.
Mereka pun segera berangkat ke tempat hotel untuk akad nikah.
*****
"Saya terima nikah dan kawinnya Gisel Sheninda binti Hermawan dengan mas kawin peserangkat alat sholat dan saham perusahaan D sebesar 30% dibayar kontan"
Seisi ruangan mengucapkan "Sahhhh"
"alhamdulillah kalian sudah sah menjadi suami istri"
lalu mereka saling memakaikan cincin dan gisel mencium tangan derren. Acara langsung dilanjutkan resepsi nikah.
Acara berjalan lancar dan sangat mewah. pukul 16.00 mereka sudah sampai dirumah oma. Mereka sudah merasa sangat letih, derren dan naya langsung tidur setelah mandi sedangkan gisel duduk di ruang tamu, masih merasa canggung bila sekamar dengan derren.
"Gisel kamu engga tidur sayang?" tanya oma mengagetkan gisel
"nanti oma, oma engga istirahat"
"Oma engga capek, oma merasa bahagia banget hari ini" oma memeluk gisel
"Gisel senang bila oma bahagia" membalas pelukan oma
"Oh iya gisel, ini oma punya hadiah pernikahan untuk kam" Oma memberikan sebuah kotak yang ternyata isinya sebuah kunci
"ini apa oma?"
"ini kunci rumah yang akan kalian tempati gisel. Karna menurut oma kalau sudah berkeluarga lebih baik tinggal dirumah sendiri sendiri"
"terimakasih oma"
"nanti malam pulanglah kerumah kalian, oma sudah menyuruh orang untuk memindahkan barang barang kalian. Dan biarkan naya disinu dulu"
"yaa oma. sekali lagi terimakasih"
"Bangunkanlah suamimu, ayo kita makan malam"
"yaa oma"
Gisel pun menuju kekamar hendak membangunkan derren.
"mas bangun mas, oma mengajak kita makan malam" derren masih belum bangun
"mas.... mas.." ucap gisel sambil menggoyangkan badan derren
__ADS_1
Akhirnya derren pun bangun
"ada apa?" tanya derren dengan suara seraknya
"oma mengajak kita makan malam" derren langsung menuju kamar mandi untuk cuci muka
"naya sayang yuk bangun yuk, kita makan malam dulu" naya langung mengolet. Gisel menggendong naya keruang makan.
"halo cucu oma, capek ya sayang" gisel mendudukan naya disampingnya
"capek banget oma"
"ya makan dulu nanti istirahat lagi sama oma" naya hanya mengangguk
"malam ma" sapa derren
"malam sayang, ayo kita makan"
Merekapun makan malam dengan tenang, setelah selesai makan oma menyuruh derren segera mengajak gisle kerumah baru mereka.
Setelah bersiap siap derren dan gisel pun pergi. Selama perjalanan mereka hanya diam saja.
Setelah sampai gisel merasa kagum dengan rumah yang diberikan oma, rumahnya tidak terlalu luas namun terlihat elegan dan ada taman di depan dan belakang rumah.
Derren langsung duduk di ruang keluarga.
"Gisel duduk sini. aku mau ngomong"
"Ada apa mas?"
"iyaa mas aku akan berusaha jadi istri yang baik"
"Tapi maaf gisel aku tidak bisa menyentuhmu, kamu tau sendiri kalau aku gay"
"Aku berharap kamu bisa berubah mas"
"Aku juga sedang berusaha gisel, aku sudah datang ke berbagai psikolog dan tak ada yang bisa membuatku normal lagi"
"Aku akan membantumu mas"
"Ya terimakasih. sekarang ayo kita tidur, aku masih sangat capek. Kita tidur sekamar"
Gisle mengikuti derren masuk kamar, sebelum tidur gisel sikat gigi dan membersihkan diri lalu mengganti baju tidur.
Gisel langsung tidur disamping derren. Malam pertama seperti yang dibayangkan, tidak terjadi apa apa huhuu
*****
Paginya gisel bangun pagi dan ingin menyiapkan sarapan untuk mereka berdua namun ternyata mereka tidah punya apa apa untuk dimasak.
Beruntung beberapa saat kemudian ada tukang sayur keliling. gisel memasak nasi goreng dan telur dadar. Setelah selesai memasak derren keluar kamar.
"pagi mas, mau minum apa?"
"Kopi aja" gisle langsung membuatkan derren kopi
"makasih sel"
__ADS_1
"Ayo makan mas, aku gatau biasanya mas sarapan apa jadi aku bikin nasi goreng"
"Aku bisa makan apa aja, aku engga pilih pilih makanan"
"syukurlah, mari makan mas"
Mereka langsung sarapan, derren langsungmenghabiskan nasi gorengnya
"masakanmu enak"
"makasih mas" wajah gisel memerah
"hari ini apa rencana kita"
"kalau aku usul belanja mas, dirumah ini engga ada apa apa untuk dimasak"
"baiklah, habiskan sarapanmu setelah itu bersiaplah aku akan mandi dulu"
"ya mas"
Gisel cuci piring lalu menuju kamar untuk ganti baju. saat gisel sudah melepas bajunya tiba tiba derren keluar dari kamar mandi. otomatis gisel langsung membalikkan badannya dan menutupi dadanya.
"Gausah malu, kita suami istri, dan sudah jelas aku tidak akan memakanmu"
Gisel bergegas memakai bajunya, dia merasa malu dengan apa yang terjadi. terlebih lagi derren hanya memakai handuk sebatas pinggang.
Setelah selesai gisel langsung lari keluar kamar, bahkan dia tidak sempat makeup, dia hanya memakai lipstik tipis
*****
"Ayo berangkat"
Diperjalanan gisel hanya melihat keluar jendela, dia masih malu dengan kejadian tadi, derren yang menyadarinya langsung membuka suara
"Gausah malu gisel, aku suamimu. Dan coba saja goda aku siapa tau aku bisa normal lagi" derren hanya asal bicara agar gisel tenang
"Boleh aku tanya kenapa kamu bisa gay mas" tanya gisel hati hati
"kurasa kamu berhak tau gisel"
"Dulu ku pernah punya kekasih, dia cinta pertamaku, setelah 2 tahun pacaran aku melihat dia bermesraan dengan lelaki lain bahkan mereka sampai memesan kamar hotel. aku memutuskannya waktu itu, aku terpuruk. namun setiap hari wanita itu datang ke kantor untuk meminta maaf, dan aku pun memaafkannya karna aku masih sangat cinta, dia berjanji tidak akan selingkuh lagi. Beberapa bulan kemudian kami memutuskan untuk menikah, namun saat hari H dia tidak datang. dan ternyata dia menikah dnegan laki laki lain" Suara derren tercekat, seperti ada luka yang sangat dalam dihatinya
"Semenjak saat itu aku tidak percaya dengan wanita, dan aku mengenal roy, lelaki yang kau lihat waktu itu. entak kenapa aku nyaman dengannya dan kami memutuskan untuk bersama. aku sudah 1 tahun dengannya, namun tenang aku hanya berciuman dengannya tidak lebih dari itu"
"lalu bagaimana hububgabmu dengan roy sekarang mas"
"aku sudah pisah dengannya, aku jujur padanya akan menikah dan dia tidak keberatan. kami berpisah dengan baik baik"
"Aku bersumpah akan membuatmu normal kembali mas. Aku tau ini akan memakan banyak waktu, tapi aku harap kamu bisa bekerja sama mas"
"Ya aku akan bekerja sama gisel. terimakasih telah menerima kekuranganku" ucap derren sambil tersenyum kepada gisel
"tak masalah mas, ini tugasku" membalas senyuman derren
Detik itu juga gisel berjanji akan membuat derren normal kembali dan hanya jatuh cinta padanya.
...TBC...
__ADS_1