
1 minggu kemudian.
Gisel pulang pukul 4 sore, ia langsung bergegas menjemput naya.
"hai des. aku langsung pulang ya. aku ada janji sama oma. nanti aku ceritain. makasih untuk hari ini des" ucap gisel sambil menggandeng naya keluar rumah
Desi hanya bisa geleng geleng melihat kelakuan sahabatnya itu ssambil melambaikan tangan.
pukul 18.00 gisel dan naya sudah siap, mereka langsung berangkat ke sebuah restoran seafood tempat mereka janjian. Diperjalanan gisel wanti wanti agar naya menurut dan jangan nakal.
Sesampainya direstoran mereka langsung disambut pelayan dan langsung mengantarkan mereka ke private room. Gisel merasa cemas, hatinya dag dig dug tak karuan. didalam sudah ada oma dan derren.
"halo sayang. kalian sudah sampai" ucap oma sambil melambai lambaikan kepada naya
"malam oma, malam mas" ucap gisel ragu
__ADS_1
"ya" derren hanya menjawab singkat
Mereka langsung makan sambil berbincang bincang ringan. Selesai makan oma langsung to the point dengan pembahasan perjodohan. Sedangkan Naya diajak jalan jalan ke taman restoran itu dengan asisten oma.
"Baiklah oma akan langsung to the point. Oma ingin kalian menikah" Derren yang mendengar itu langsung melotot kepada oma. tak percaya dengan apa yang dikatakan oma. sedangkan gidel hanya membuang nafas kasar.
"Apa maksud mama? kita tak saling kenal mah" ucap derren dengan kesal
"kalian bisa kenalan sekarang" ucap oma dengan acuh tak acuh
"Dengarkan mama derren, mama sayang dengan gisel dan naya. mama ingin mereka jadi keluarga mama. Tapi mama tidak akan memaksa. semua keputusan ada di tangan kalian. Tapi mama mohon kamu mengabulkan keinginan mama" ucap oma sambil menatap derren lekat.
"Oma nyusul naya dulu. Kalian berbincang lah" oma pun meninggalkan mereka
"Halo mas, aku gisel" Gisel memulai percakapan
__ADS_1
"aku derren" ucapnya sambil memalingkan wajah
"aku akan langsung jujur tentang perjodohan ini mas. Jujur aku juga kaget saat oma bilang akan menjodohkan kita. tapi disatu isi aku tidak ingin membantah oma, karna oma sudah sangat baik denganku dan naya. tapi di satu sisi lainnya aku belum siap nikah lagi mas, dan aku gamau pernikahanku gagal lagi"
"hahhhh, aku juga bingung, aku gamau jadi anak yang durhaka, tapi aku juga gamau nikah sama kamu, aku gakenal sama kamu, aku gak cinta sama kamu" ucap derren menggebu gebu
"Lebih baik pikirkan ini baik baik mas. kalo aku boleh jujur, aku gak terlalu keberatan mas, toh masa depan anakku juga terjamin, bukannya aku mau matre mas, tapi membesarkan anak tidak mudah, lalu oma sudah seperti ibuku sendiri. tapi semua terserah mas aja" ucap gisel memandang derren, gisel bukanlah sosok wanita yang melow, dia lebih suka langsung to the point
"Aku nyusul oma sama naya dulu mas" gisel langsung kelur mencari oma dan naya
Oma yang melihat gisel langsung melambaikan tangan, agar gisel menghampiri mereka. naya sedang barlari lari dengan asisten oma.
"Gimana nak? kalian sudah berbincang?" tanya oma
"sudah oma, kami memutuskan akan memikirkan ini baik baik. beri kami waktu oma"
__ADS_1
"yaa oma akan memberikan kalian waktu seminggu"
......TBC......