
Peka
" Sayang...aku merasa bosan jika terus- terusan harus di rumah. Boleh kah aku pergi berbelanja ? Kebetulan kebutuhan di rumah banyak yang habis. " Ucap Aluna di panggilan telepon.
" Ya udah...tapi kamu hati - hati ya. Jangan lupa ajak Mia menemani kamu ! Ingat tetap waspada di mana pun berada, karna kapanpun, dimana pun bisa aja terjadi. " Ucap Anael mengingatkan sang istri.
" Ya...." Jawab singkat Aluna.
Aluna dan asisten nya Mia sudah siap untuk segera berangkat. Aluna memilih membawa kendaraan sendiri.
Perlahan tapi pasti, akhirnya mobil mereka telah sampai di pusat perbelanjaan yang jaraknya tak terlalu jauh dari perumahan nya.
Sejak masuk ke pusat perbelanjaan itu, entah mengapa Aluna merasa seperti ada sesuatu yang akan terjadi padanya. Namun dirinya selalu ingat ucapan sang suami yang harus lebih hati - hati.
__ADS_1
Aluna tetap bersikap santai dan berusaha fokus untuk tidak terlihat gelisah, ketakutan. Karna seperti yang dia tahu, jika kita merasa takut dan tak fokus memudahkan hal gaib bisa mengganggu kita bukan hanya itu saja ilmu sirep atau sihir sangat mudah menghipnotis kita.
Dengan di bantu Mia, kini troli yang dia bawa sudah hampir penuh.
Azazil memasuki pusat perbelanjaan di mana Aluna berada. Dirinya berniat untuk menghampiri Aluna dan mencoba menghipnotis Aluna agar mau dekat dengannya.
Mata Azazil mencoba menyorot mencari keberadaan Aluna, istri dari musuh nya.
" Yes...itu wanita yang akan aku tuju....Ternyata cantik juga, pantas Anael jatuh cinta pada manusia. " Gumam Azazil sambil memandang Aluna dari jauh.
Kini posisi Azazil sudah mendekat dengan Aluna. Hal itu membuat bulu kuduk Aluna berdiri karna merinding. Entah kenapa dirinya tiba - tiba merasa peka bahwa ada mahluk halus di dekatnya.
Aluna menoleh ke sana kemari mencari tahu, namun tak ada yang membutuhkan dirinya curiga. Semua seperti sibuk dengan kegiatan belanja.
__ADS_1
" Tak ada yang mencurigakan, tapi mengapa aku merasa hal yang aneh. Mengapa gitu ya ? " Ucap Aluna dalam hati.
Azazil mencoba seperti tak sengaja menabrak Aluna. Azazil berharap agar Aluna menatap dirinya agar dirinya bisa melakukan hipnotis. Namun sayangnya wanita di hadapannya merasa peka.
Azazil merasa geram karna tak semudah yang dia pikirkan. Ternyata Aluna bukanlah wanita biasa. Dirinya berusaha untuk mengecoh pikiran Aluna.
" Maaf...tidak sengaja. " Ucap Azazil berusaha menarik perhatian Aluna. Namun nyatanya yang di dekati tetap tak bergeming.
" Fokus Aluna...Kau tak boleh lengah. Pria di hadapan mu bukanlah orang biasa, waspada ! " Ucap Aluna dalam hati.
Kini jantungnya berpacu lebih cepat dan bulu kuduknya semakin merinding, namun tak mengerti mengapa hal ini terjadi membuat hati nya merasa gelisah.
" Bolehkah aku berkenalan dengan mu ? Aku Arman....Ucap Azazil sambil mengulurkan tangannya ke arah Aluna.
__ADS_1
" Maaf saya sedang buru - buru. " Sahut Aluna sopan.
Aluna berusaha menghindar. Dirinya terus bersikap waspada. Karna ternyata Aluna kini memiliki Indra perasa yang lebih peka terhadap kejahatan yang akan menimpa dirinya.