Suamiku Malaikat Cinta

Suamiku Malaikat Cinta
Menjadi suami siaga


__ADS_3

" Makasih ayah susunya. " Ucap Aluna menirukan seperti suara anak kecil.


" Sehat-sehat ya anak ayah di perut bunda. " Ucap Anael sambil mencium perut istri nya yang semakin membesar.


\=\=\=\=\=


Hari terus berlalu, usia kandungan Aluna semakin bertambah. Menurut hpl 2 Minggu lagi Aluna akan melahirkan. Perutnya semakin membesar. Anael selalu berusaha menjadi suami siaga. Menemani jalan pagi dan yoga. Tak lupa dirinya juga selalu rutin membuat susu hangat untuk sang istri setiap pagi dan malam hari.


Anael juga lebih banyak menghabiskan waktu nya untuk sang istri. Bukankah waktu kebersamaan dengan sang istri di dunia semakin berkurang, mendekati perpisahan. Segala macam sudah dia persiapkan. Dalam hal materi kelayakan untuk istri dan anaknya dan juga untuk keamanan sang istri dan anaknya ke depannya tanpa hadirnya nanti.


" Sayang... istirahat dulu ! Duduk dulu, aku lelah ! " Ucap Aluna sambil mendudukkan bokong nya di sebuah bangku saat mereka jalan pagi ke taman di dalam komplek perumahan nya.


Anael menghapus keringat yang bercucuran di wajah sang istri. Tak lupa memberikan air putih untuk sang istri.

__ADS_1


" Cape ya... ? Semangat ya demi anak kita ! " Ucap Anael yang saat ini mengelus rambut sang istri.


Aluna hanya bisa memberikan senyuman manis nya, untuk mengungkapkan perasaan nya.


" Terimakasih sudah menjadi suami siaga ! "


" Ini sudah jadi tugas ku, selama aku bisa ! " Sahut Anael. Dan kali ini tak ada suatu dramatis. Hari perpisahan semakin dekat Aluna berusaha untuk menerima nya. Meskipun rasa sesak masi menyerang nya, namun dirinya sudah bisa mengatur emosinya. Dia tak mau anak di dalam kandungan ikut bersedih.


" Ayo kita pulang, nanti siang kita belanja keperluan persalinan dan menyambut anak kita ! " Anael meraih tangan Aluna dan membantunya berjalan. Karna kini Aluna sudah mulai kesulitan berjalan.


" Mandilah dulu, setelah selesai kita akan makan ! Hari ini aku yang akan memasak makanan spesial untuk mu ! " Ujar Anael membuat Aluna bertambah bahagia. Karna suami malaikat cintanya itu, selalu saja bisa membuat dirinya tersanjung sebagai wanita.


Dengan cekatan Anael memasak di dapur, memang dirinya di bantu dengan sang asisten rumah tangga. Namun dalam urusan racikan bumbu untuk memasak, semua Anael yang memberi tahu.

__ADS_1


Dan menu makanan pagi menjelang siang kali ini, Anael membuat capcay, cumi saus Padang, ayam kecap. Sepertinya Anael berbakat dalam memasak. Bukan hanya wangi dan tampilan yang sedap di pandang matang, bahkan sang asisten rumah tangga yan di suruh mencicipi memuji hasil buatan nya. Mungkin inilah salah satu alasan Anael memilih usaha restoran, karna ketertarikan dirinya dengan dunia kuliner.


" Em...harum nya. Kamu sedang memasak apa lagi ? " Aluna keluar dari kamarnya da langsung menghampiri sang suami dan Mia asisten rumah tangganya yang sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan.


" Mengapa kamu masak sebanyak ini ? Di meja kan sudah ada cumi saus Padang dan capcay, ku rasa itu sudah cukup buat kita bertiga. " Ucap Aluna pada suami.


" Aku ingin memberikanmu makanan yang bergizi, dan membuat perut mu kenyang. Agar asupan buat anak kita cukup, dan dia berkembang menjadi anak yang sehat dan pintar. Dan terpenting kelak anak kita bisa merasakan jika ayah nya sangat menyayangi dirinya dan mama nya. " Sahut Anael membuat hati Aluna terasa nyes terasa sesak. Sungguh kata-kata sang suami, mengingatkan dirinya bahwa kehadiran suaminya hanya lah sementara.


Like


Comment


Vote

__ADS_1


Hadiah 🌷🌻🌹


__ADS_2