
" Lepasin ! Udah sana sama wanita itu aja ! " Aluna merajuk, entah mengapa hatinya saat ini terbakar cemburu. Hatinya terasa sakit, karena merasa di khianati suaminya.
" Sayang...please dengarkan aku ! Aku saat itu hanya ingin menolongnya, aku melihat dirinya sedang menangis di halte saat aku melintas. Aku hanya menjalankan tugas ku sebagai malaikat cinta, memberi tahu tentang sebuah pengkhianatan. Mana mungkin aku seorang malaikat cinta, malah mengkhianati dirimu. " Jelas Anael.
Aluna mencoba memperhatikan manik mata suaminya. Namun dirinya tak melihat sedikit pun kebohongan yang di ucap suami.
Anael tersenyum senang saat melihat respon sang istri, dirinya sangat yakin jika sang istri telah mengerti apa yang dia jelaskan.
" Ya sudah kali ini aku percaya. Tapi jika ternyata kamu di belakang ku berkhianat, aku tak akan segan-segan meninggalkan dirimu. Sama aja bohong memiliki suami malaikat cinta, jika menyakitkan juga. " Aluna merajuk membuat Anael justru terkekeh karna merasa gemas.
Bagaimana tidak, Aluna memanyunkan bibirnya cukup panjang hingga Anael menjuluki dirinya Bibir monyong 5 *s*enti.
Anael langsung menarik Aluna dalam pelukannya..
" Seperti nya kamu ingin menggodaku kan, memanyunkan bibir yang panjang. " Anael merenggangkan pelukannya sambiil mengerlingkan matanya.
__ADS_1
" Mungkin ini bukan hanya satu kali terjadi hal seperti ini, ku mohon kamu mengerti bahwa suami mu ini seorang malaikat cinta. Yang akan selalu membantu orang yang di khianati pasangan nya dan juga akan selalu bertarung dengan setan jahat yang berada di tubuh manusia. " Anael mencoba menjelaskan.
Aluna menganggukan kepala nya memberi tanda bahwa dirinya akan mencoba mengerti.
" Terima kasih atas pengertiannya. Aku akan selalu menjaga cinta mu. " Anael mengecup bibir indah sang istri yang selalu menjadi candu untuknya.
Dan perlahan kecupan itu berubah menjadi sebuah ******* hingga lidah mereka saling membelit satu sama lain.
Tangan nakal Anael meraba dan mencoba membuka kancing kemeja sang istri satu persatu. Dan bermain dengan kedua bukit kembar milik istri nya.
Anael mendorong tubuh sang istri ke sofa...
" Sayang aku menginginkan nya ! " Ucap Anael dengan suara yang sudah terdengar berat, sambil membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya, hal yang sama di lakukan Aluna.
Anael langsung mengukung tubuh sang istri, tak lupa dirinya mengunci terlebih dahulu pintu ruangannya agar tak di ganggu karyawan nya.
__ADS_1
Suara indah mereka saling bersautan memenuhi ruangan yang terasa sangat panas. Bahkan dingin nya AC terkalahkan dengan kegiatan panas mereka. Keringat bercucuran membasahi tubuhnya.
" Tu..." Awal nya Dewi ingin memanggil Tuannya, namun langkah nya terhenti saat mendengar suara gaib dari ruangan Tuannya.
" Huhft... bisa-bisa nya dia bercinta. Ya Tuhan bikin telinga ku tak perawan saja. " Umpat Dewi yang saat ini masih menjomblo.
" Barangnya Tuan Anael pasti besar, udah tubuhnya banyak roti sobeknya, wajahnya tampan...uuhhh...pasti nyonya Aluna puas banget bercinta sama dia..." Dewi malah membayangkan mesum tentang Tuannya. Dan akhirnya dirinya memilih untuk kembali ke lantai satu.
Memang benar yang di katakan Dewi, Aluna selalu merasa puas jika bercinta dengan sang suami. Dirinya selalu di ajak terbang ke Nirwana ke langit ke tujuh. Aluna sudah terbiasa dengan kemesuman suaminya.
" Sayang...sudah ! Seperti nya tadi ada suara Dewi. Nanti kita lanjut lagi. " Ucap Aluna yang mencoba menghentikan aktivitas tangan nakal suaminya. Baru saja mereka menuju puncak tinggi bersama, tangan suami sudah kreatif lagi.
Tinggalkan jejak kalian ya, author minta dukungannya...Karna karya ini sudah masuk ke karya entry lomba pacarku bukan manusia.
__ADS_1