
Semua perlengkapan sudah di beli. Kamar pun sudah di dekor serba pink. Dan kini tinggal menanti saat nya sang putri launching ke dunia. Aluna hanya tinggal menunggu waktu nya sang putri menghirup udara dunia.
" Mas, bangun ! perut ku sakit dari tadi. Kenapa ya ? Apa mas tadi terlalu kencang mengguncang nya ? " Ucap Aluna yang kini sedang meringis kesakitan. Setelah guncangan yang terjadi di ranjang, Aluna sempat tertidur namun tidurnya terusik dengan sakit yang di rasa di perutnya. Hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk membangunkan sang suami. Untungnya Anael suami siaga yang kapan aja siap. Anael langsung membuka matanya dan melihat sang istri yang terus memegangi perutnya.
Aluna mencoba untuk bangkit dari ranjang, namun sakit nya semakin sakit hingga dirinya tak kuasa lagi menahan.
" Apa ini ? Rembes seperti orang ngompol. Apa aku sudah waktunya melahirkan ? " Ucap Aluna panik saat merasa ada yang keluar.
" Ayo lebih baik kita ke rumah sakit sekarang. " Anael langsung menggendong sang istri yang sudah merembes ketubannya hingga membasahi ****** ***** dan dasternya. Dengan di bantu sang asisten membawakan tas pakaian, Anael kini telah sampai di sebuah rumah sakit tempat Aluna biasa periksa. Anael langsung menggendong sang istri dan menaruhnya di brankar.
" Cepat cek sudah pembukaan berapa ! " Ucap dokter yang menangani Aluna kepada bidan yang menjadi asisten nya.
" Sudah lengkap dok ! " Sahut sang bidan.
" Siapkan semua yang di butuhkan, kita segera melakukan persalinan karna ketuban nyonya ini sudah merembes ! " Ucap Dokter yang menangani Aluna.
" Dok...saya ingin melahirkan secara normal ! Saya ikhlas melewati semuanya. " Pinta Aluna pada sang istri.
__ADS_1
" Kalau begitu ayo berjuang agar di permudah semuanya dan jangan lupa terus berdoa. " Tim medis membantu Aluna dengan terus memberi semangat.
Dan selang berapa waktu, suara tangisan sangat nyaring dari bibir mungil anak mereka. Keinginan Aluna untuk melahirkan normal, terwujud.
" Terima kasih sayang sudah mau berjuang mempertaruhkan nyawa mu untuk buah hati kita. Aku mencintaimu. " Ucap Anael sambil mengecup kening Aluna.
Tak butuh waktu lama, karna Aluna melahirkan secara normal dia langsung di pindahkan ke ruang perawatan. Meskipun Aluna masih terlihat sangat lemas karna mengeluarkan banyak tenaga.
" Sayang...aku ke kantin dulu ya belikan kamu teh manis. " Ucap Anael lembut.
" Terima kasih ya Tuhan engkau telah memberikan ku Malaikat kecil untuk ku. " Ucap Aluna. Aluna membaringkan tubuhnya di ranjang, merilekskan tubuh nya yang terasa kaku.
" Sayang...minum dulu ! " Ujar Anael sambil membantu sang istri untuk meminum teh manis hangat yang dia bawa.
" Istirahat lah, pasti kamu lelah ! " Pinta Anael. Anael membantu sang istri untuk membaringkan tubuhnya di ranjang.
Aluna dan Anael memberi nama Putri cantik nya bernama Arumi Nasha Razeta yang berarti keturunan putri Nabi Adam yang cantik seperti bunga yang wangi.
__ADS_1
" Permisi...Nyonya Aluna. " Ucap Perawat yang membawa anak Aluna.
" Coba belajar di susui ya Bu ! " Titah sang perawat sebelum pergi meninggalkan ruangan Aluna.
Anael meraih Arumi dan menggendong nya.
" Halo anak ayah yang cantik...selamat datang di dunia. Ayah berharap kelak kamu bisa menjaga bunda kamu. " Ujar Anael sambil mengelus pipi lembut sang anak.
" Sini mas, aku ingin lihat Arumi ! " Pinta Aluna.
Anael meletakkan Arumi di sebelah Aluna tidur.
" Cantik seperti kamu ! Terima kasih ya sayang..." Ucap Anael sambil mencubit lembut sang istri.
Rona bahagia tergambar dari wajah mereka. Mata mereka terlihat berbinar-binar.
Terima kasih ya masih setia dengan karya ini, terus dukung ya 🙏🙏😘😍
__ADS_1