
Semenjak kelahiran putri tercintanya. Aluna baik Anael menikmati perannya sebagai orang tua. Kebahagiaan selalu menyertai mereka. Mereka kompak mengurus bersama. Tak jarang Anael menggantikan popok sang anak yang basah karna mengompol. Anael juga selalu mengajak mengobrol sang anak.
Rasanya momen kebersamaan ini tak ingin berubah. Namun sayangnya kontrak hidup di dunia tak bisa di rubah. Pada akhirnya mereka akan berakhir.
Anael menatap wajah sang istri yang sedang tertidur pulas bersama dengan sang putri.
" Aku akan meminta pada sang Baginda agar tetap bisa dekat dengan mu meskipun tak bersama. Rasanya begitu berat meninggalkan kalian berdua. " Ucap Anael lirih.
\=\=\=\=\=
Tiba-tiba sang sahabat datang dengan membawa sebuah kotak hitam.
" Apa ini ? " Tanya Anael saat sang sahabat datang menghampiri dirinya memberikan dirinya sebuah kotak.
" Bukalah ! Ini kiriman dari sang Baginda untuk mu ! " Titah sang sahabat.
__ADS_1
Anael Perlahan membuka kotak berwarna hitam dan ternyata sebuah kalung yang indah.
" Untuk apa kalung indah ini ? " Tanya Anael ingin tahu.
" Kalung ini untuk di pakai istri dan anakmu, ini pesan dari Baginda. Dan kau harus tau jika kalung ini bukan sekedar kalung biasa. Kelak jika istri dan anakmu memakainya, kalung ini akan melindungi mereka dan bisa melihat dirimu ! Meskipun hanya mereka saja yang bisa melihat dirimu. " Jelas sang sahabat dan tentunya Anael sangat bahagia.
Setelah selesai berkomunikasi, Anael menaruh kotak itu di ruang kerjanya. Besok dirinya baru akan memasangkan kalung itu di leher sang istri dan juga Arumi anaknya.
Anael menaiki ranjang untuk menyusul anak dan istrinya tidur.
\=\=\=\=\=
Mendengar suara sang anak, perlahan Anael pun ikut membuka mata. Sosok dua wanita cantik yang dia lihat saat pertama kali membuka mata.
Anael bangkit dan mendekat dengan sang istri.
__ADS_1
" Anak ayah haus ya ? Semangat banget Mimi nya. " Ucap Anael sambil mengelus lembut pipi anaknya.
Arumi menghentikan menghisap puti** sang bunda, melihat ke arah sang ayah dan tersenyum seperti sudah mengerti.
Anael bangkit dari ranjang dan memilih mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Hal yang sama di lakukan Aluna saat sang anak sudah tidur. Setelah suami nya mandi, dia pun gantian mandi.
" Sayang...ini sarapan untuk mu ! " Anael meletakkan nampan berisi makanan di sebuah meja yang berada di meja dan menyuruh sang istri sarapan. Dua lembar roti berisi selai coklat kesukaan Aluna dan satu gelas susu rasa coklat menjadi menu sarapan pagi ini
Anael selalu menjadi suami siaga, dirinya sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menyenangkan sang istri termasuk memberikan perhatian.
Aluna menikmati sarapan yang di sediakan oleh sang suami. Wajah cantik sang istri selalu memberikan kedamaian untuk Anael. Bukannya ikut sarapan, kini dirinya hanya terus memperhatikan sang istri makan.
Anael berjalan ke ruang kerjanya, mengambil kotak hitam yang berisi kalung dan masuk ke dalam kamar membawa kotak tersebut.
" Sayang aku punya sesuatu. Kalung ini bukan sekedar kalung. Kalung ini untuk melindungi dirimu dan juga Arumi, dan saat aku pergi nanti kalian tetap bisa merasakan kehadiran ku dan bisa melihatku meskipun orang lain tak bisa melihat diriku ! " Jelas Anael.
__ADS_1
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya author lainnya. Jangan lupa berikan dukungan selalu ya untuk karya-karya Author 😄🤗😍😘🙏🌷