
Hari terus berlalu, kehamilan Aluna kini sudah menginjak usia kandungan 3 bulan. Untungnya kehamilan nya tak membuat dirinya kewalahan. Bahkan tak ada acara ngidam yang di rasa, justru nafsu makan nya bertambah.
Seperti wanita pada umumnya, Aluna selalu ingin berada di dekat suami nya. Bahkan dirinya bersikap lebih manja dari biasanya. Namun hal itu tak membuat Anael merasa jenuh, dan dirinya justru menikmati perannya sebagai suami siaga.
" Sayang...hari ini kamu mau makan apa ? " Ucap Anael saat dirinya membuka matanya di pagi hari.
" Aku ingin sekali makan pizza, tapi mau nya makan di sana ga mau makan di rumah. " Ucap Aluna manja.
" Jadi hari ini aku ga usah datang ke restoran lagi ? " Tanya Anael sambil mengerlingkan matanya.
" Ya...kalau perlu seterusnya, kan sudah ada Dewi. Aku ingin menikmati waktu kebersamaan kita ! " Ucap Aluna yang matanya sudah berkaca-kaca.
Meskipun Aluna sudah mulai menerima kehamilan nya, namun hatinya tetap merasa melow saat membicarakan masalah perpisahan. Rasanya jika dirinya boleh memilih, dirinya lebih memilih untuk tidak pernah ada pertemuan dirinya dengan sang suami. Lebih baik tak saling kenal, jika akhirnya begitu menyakitkan.
__ADS_1
" Baiklah...aku akan menuruti permintaan istri cantik ku. " Sahut Anael sambil mencubit hidung mancung sang istri hingga membuat sang istri sedikit meringis.
" Bagaimana jika pagi ini aku akan membuatkan mu sarapan yang spesial. " Tanya Anael.
Selama kehamilan, Anael selalu memanjakan lidah sang istri dengan masakan dari tangannya sendiri saat dirinya sempat. Dan Anael juga sering mengikuti keinginan istri nya untuk lebih banyak di rumah menikmati sebuah kehidupan yang mungkin suatu saat nanti akan di rindukan olehnya.
Dengan cekatan Anael membuat sarapan untuk dirinya dan sang istri. Hanya dengan waktu beberapa menit, nasi goreng dan telor mata sapi sudah tersaji di meja tak lupa segelas susu hangat untuk sang istri.
" Makanlah yang banyak, nanti siang baru kita makan pizza di luar ! " Ucap Anael membuat Aluna merasa bahagia.
Setelah selesai makan, Aluna mengajak sang suami untuk duduk santai di halaman belakang. Aluna menyenderkan tubuhnya di sebuah kursi di sebuah taman yang berisi game.
" Andai saja waktu mu lebih lama dari ini, pasti aku akan merasa bahagia bisa membesarkan anak kita bersama. " Ucap Aluna membuka percakapan.
__ADS_1
Tak terasa obrolan mereka cukup panjang, dan kini sudah waktunya mereka untuk berangkat ke sebuah mall yang ada di daerah Jakarta.
Mobil Anael sudah terparkir mulus di sebuah mall..
Dengan mesra Anael menggandeng tangan sang istri, tak sedikit pun dirinya ingin melepas nya....
" Anael..." Panggil Sarah membuat Anael dan Aluna menoleh kebelakang.
Anael terkekeh saat melihat ekspresi sang istri seperti ingin menerkam.
" Anda tau dari mana nama saya Anael ? " Meskipun Anael sudah berusaha bersikap biasa, namun sang istri tetap terlihat cemburu.
" Huhft Ada saja yang menggangu !!! " Aluna terus menggerutu dalam hati.
__ADS_1
Melihat sang istri yang kesalnya berada di puncak, membuat dirinya terpaksa mengajak pergi meninggalkan Sarah dan langsung membawa sang istri ke tujuan awal yaitu tempat pizza makan.
Anael lebih memilih meninggalkan Sarah , karna dirinya tak ingin istri nya marah. Yang bisa berdampak dalam kesehatan janin dalam kandungan sang istri.