
Tim malaikat vs Tim raja iblis sedang bertarung. Anael menyerang kerajaan Azazil. Dengan kekuatan doa dan kerja keras menjadi kekuatan dalam memenangkan segala hal.
" Breng*** Kau Anael !!! " Teriak Azazil sudah dalam kondisi sangat lemah.
Perlahan tubuhnya terbakar sedikit demi sedikit seperti sebuah kertas yang terbakar dan akhirnya hanya berupa abu.
" Aaaaaahhhhh..." Teriakan terakhir yang terucap dari Azazil.
Tim malaikat merasa bahagia, karna sedikit demi sedikit mereka bisa memusnahkan raja iblis berikut pengikutnya yang selama ini menghancurkan manusia.
" Selamat Anael...kau memang seorang ksatria tanggung ! " Puji sang Baginda.
" Terima kasih Baginda..."
" Apa hadiah yang kau harapkan hasil dari kemenangan mu ? Aku akan mewujudkannya..." Ucap sang Baginda.
" Benarkah ? " Wajah Anael sudah berbinar-binar.
" Ya...cepat kau katakan saja apa keinginan mu ? "
" Bolehkah aku hidup di dunia lebih lama lagi bersama istriku ? " Ucap Anael penuh pengharapan.
" Untuk itu aku tak bisa ! Hidup mu sudah d
digariskan sebagai seorang malaikat. Pahlawan cinta. "
" Aku hal itu tak bisa di rubah yang mulia ? Berat rasanya hatiku meninggalkan wanita yang aku cintai. " Ucap Anael lesu.
__ADS_1
" Jalankan saja apa yang menjadi jalan hidupmu, karna itu yang terbaik untuk hidup mu. Ingatlah rencana Tuhan lebih baik dan indah di bandingkan rencana manusia meskipun hal itu sangat menyakitkan. "
" Ku yakin kau bisa melewati semua itu dengan baik..."
" Baiklah... izinkan aku kembali lagi ke dunia nyata, karna ada istri yang sudah menunggu ku kembali. " Anael memohon dengan wajah mengiba.
" Lihatlah istri mu, tanpa kehadiran mu dirinya tetap merasa bahagia ! Jadi kau tak perlu terlalu mengkhawatirkan nya ! " Sang Baginda menunjukkan Aluna yang sedang sibuk di Restoran milik Anael.
" Kembalilah kamu ke dunia ! Temui istrimu ! " Dalam Hitungan ketiga Anael telah kembali ke dunia.
\=\=\=\=\=\=
" Sayang...." Anael memanggil nama Istri nya.
Aluna menengok ke belakang saat nama nya di panggil oleh suami tercinta.
" Hiks...Hiks..." Aluna berhambur ke pelukan suami nya, meluapkan kebahagiaan dengan tangisannya.
" Yuk...kita ke ruangan aj, malu nangis di dpn byk orang ! " Bisik Anael dan Aluna mengikutinya.
Aluna dan Anael berjalan menaiki anak tangga menuju lantai 2 ruangan mereka.
Aluna membuka pintu ruangan lebih dulu dan masuk lebih dulu sedang Anael mengekornya.
" Sayang...aku rindu...Hiks...hiks...aku kira kamu tak akan kembali lagi ke dunia. " Ucap Aluna yang masih terus memeluk tubuh kekar suaminya.
Cup...
__ADS_1
Anael mengecup kening istrinya dengan mesra.
" Terima kasih sudah sabar menunggu ku ! " Ucap Anael sambil merangkup wajah istrinya.
" Ku mohon jangan tinggalkan aku lagi ! " Mata mereka saling menatap.
" Maaf untuk itu aku tidak bisa janji, tapi yang pasti lebih baik kita nikmati kehidupan ! " Sahut Aluna.
Melihat wajah istri cantiknya, gejolak hasratnya Anael memuncak dan butuh pelepasan.
Anael mendekatkan wajah nya dengan wajah istrinya. Perlahan bibir mereka sudah menyatu. Aluna mengalungkan tangannya di leher suaminya dan menarik tengkuk nya untuk memperdalam ciuman itu. Dan akhirnya Anael mendorong tubuh sang istri ke sofa.
" Sayang... kangen. Boleh ya ? " Bisik Anael, Aluna sudah mengerti jika hasrat suaminya sudah menggelora.
" Aku buka dulu pakaian ku. Dan mengunci pintu ruangan dulu ! "
Anael pun ikut membuka pakaian yang menempel di tubuhnya. Dan kini mereka berdua dalam keadaan polos.
Anael mulai memberikan sengatan - sengatan listrik di tubuh Aluna, hingga tubuh Aluna bergelinjang.
" Aaahhh.." ******* keluar dari mulut Aluna saat Anael membenamkan mulutnya di bukti kembar milik Aluna.
Anael memberikan sentuhan - sentuhan lembut di sekujur tubuh istrinya. Melampiaskan rasa rindu yang selama ini tertahan lama.
Aluna menarik rambut Anael agar lebih dalam lagi lidahnya bermain di lubang kenikmatannya.
" Sayang...aku masukan ya ! Sudah tidak tahan. " Hal yang sama di rasakan Aluna, bahwa miliknya sudah butuh hal lebih untuk pelepasan.
__ADS_1