Suamiku Yang Terhebat

Suamiku Yang Terhebat
BAB 11


__ADS_3

jam pertama kelas Diandra di isi oleh Bu Lisa, dosen cantik, putih dan suka berpakaian membentuk lekuk tubuhnya, sehingga para mahasiswa laki-laki suka melihatnya, walaupun dia seorang janda.



bu lisa sudah masuk ke dalam ruang kelas Diandra, dan matanya langsung melihat ke sebelah kiri dan menemui Diandra yang sedang duduk sambil melamun. ~anak ini kan yang kemarin numpahin jus buah di baju ku.... ohhh dia ada di kelas ini ternyata AWASS AJA YAHH kamu...~ suara hati lisa sambil terus mebatap Diandra.


Diandra yang tau sedari tadi di tatap oleh dosennya akhirnya buka suara. "maaf bu... kenapa ibu memandang saya dengan begitu yahh bu" suara diandra sambil memasang wajah yang waspada, karena dia tau kejadian kemarin tidak akn mudah untuk di lupakan sama dosen itu.


tak lama bu lisa segera memulai mata kuliahnya dan menjelaskan bab yang akan di pelajari hari ini, tapi bu ilsa memiliki ide untuk mempermalukan Diandra di dalam kelas, dengan menunjuk Diandra agar menggantikan dia menjelaskan di depan teman-temannya tanpa melihat buku. mendengar hal itu diandra mulai mengepalkan tangannya tanda dia tidak terima dengan apa yang di suruh dosennya itu, karena dia tahu bahwa bu lisa saat menjelaskan juga selalu membawa dan membaca ulang buku itu di depan para mahasiswa dan terkadang dia tidak memahami apa yang tengah dia sampaikan itu.


akhirnya Diandra menurut dengan apa yang di perintah dosen tersebut dan berdiri lalu berjalan kedepan tanpa membawa buku, untung saja Diandra terlahir sebagai anak yang pintar sehingga walaupun dia tadi malam tidak belajar karena ulah suaminya Raynald, Diandra masih bisa menjelaskan di depan teman-temannya menurut sepahaman dia sendiri, tanpa melihat tulisan dan kata-kata yang ada di buku.


__ADS_1


setelah selesai Diandra berjalan lagi ke depan untuk menemji bu lisa dan bertanya "ada pertanyaan bu lisa yang terhormat" dengan tatapan Diandra yang tajam dan menantang gurunya itu


melihat kejadihan itu teman-tan Diandra memberikan pujian dan tepuk tangan dengan sangat meriah, sehingga Diandra tersenyum karena dia menang dan tidak bisa di pungkiri bahwa teman-teman Diandra jauh lebih faham dengan penjelasan yang di berikan Diandra dari pada dosen yang mengajar mata kuliah tersebut.


mata kuliah bu lisa berlangsung selama 1 jam, padahal di jadwal tertulis kalau mata kuliah ini berlangsung selama 2 jam. dikarenakan lisa gagal membuat malu Diandra akhirnya dia memilih untuk meninggalkan kelas karena tidak bisa di pungkiri kalau dia sekarang yang merasa malu. dengan hati yang jengkel dia berjalan dengan tergesa-gesa menuju rang kantor para dosen.


BRUGGGG


"KALAU PUNYA MATA ITU DI PAKAI, JANGAN DI JADIKAN PAJANGAN SAJA" suara lisa dengan sedikit berteriak tanpa tahu siapa yang dia marahi


"bukanya anda yang menabrak saya, kenapa anda yang malah marah sekarang? " saut orang yang sedari tadi berdiri di depan lisa hanya memandang lisa yang sedang membereskan bukunya yang terjatuh


dan seketika saat mendengar suara itu, lisa terkejut karena yang dia tabrak dan marahin tadi adalah dosen dan juga pemilik kampus dimana dia mengajar. "PAK RAYNALD!! maaf...maaf pak saya tidak melihat kalau yang saya tabrak itu bapak, sekali lagi saya minta maaf" suara lisa yang mencoba membuat suasana menjadi akrab

__ADS_1


"hemmmm" hanya di balas singkat sama Raynald lalu di tinggal pergi


"Awwwuuuuu tolong pak Raynald, sepertinya kaki saya terkilir" pekik lisa sambil memegang kakinya, agar lebih Dramatis


namun Raynald hanya acuh dan tidak peduli dengan kejadian itu, tapi secara tidak sengaja mata Raynald melihat ada tukang kebun yang lagi menyiram tanaman di taman kampus. " pak Tarjo...sini pak" teriak Raynald pada tukang kebun yang bernama Tarjo itu


"iya Pak, kenapa bapak memanggil saya" jawab Tarjo sambil berlari mendekati Raynald


"pak saya minta tolong bantuin bu lisa yang katanya kakinya lagi sakit itu, kalau dia tidak mau gak papa gak usah di paksa" saut Raynald dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua


mendengar itu Lisa benar-benar terkejut dan hatinya merasa sakit, karena Raynald benar-benar tidak peduli dengan apa yang tengah terjadi "kurang ajar, bisa-bisanya dia tidak peduli sama sekali. awas aja kamu Ray, aku belum menyerah.... bukan lisa kalau aku gak bisa mendapatkan kamu" Gumam Lisa, sambil berdiri dan berjalan masuk ke dalam kantor


melihat lisa yang tiba-tiba berdiri membuat pak Tarjo kaget, dan bingung dengan apa yang di lihatnya. tanpa kata-kata Tarjo kembali ke taman untuk menyelesaikan tugasnya dan tarjo berjalan pelan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


__ADS_2