
"haiii kok nangis... iya iya aku makan buburnya... jangan nangis dong" ucap Raynald sambil mengusap air mata Diandra
"aku tidak nangis, mata ku hanya kelilipan debu saja mangkanya jadi agak pedih" ucap Diandra sambil terus tersenyum
Raynald labgsung mengambil mangkuk yang ber isi bubur itu dan menaruhnya di atas meja samping tempat tidurnya, dan tiba-tiba Raynald mencium kening istrinya dan memeluknya sangat erat untuk menenangkan Diandra dan meyakinkan istrinya kalau dia sudah tidak apa apa, setelah beberapa menit Diandra melepas pelukannya itu dan berkata
"kakak mau makan apa, aku buatkan yahh.. atau mau beli makanan biar aku belikan di luar, yang penting kakak makan" ucap Diandra
"enggak.... bubur ini aja sudah cukup, cepet suapin kakak lagi, sudah lapar ini" saut Raynald untuk menyenangkan hati istrinya
melihat Raynald makan dengan lahapnya membuat Diandra tersenyum dan lega kalau suaminya akhirnya makan tanpa memuntahkan isi perutnya. Raynald juga tidak sadar kalau dia terus makan makanan yang di suapin istrinya itu, tanpa merasakan pahit dan mual lagi mungkin dikarenakan saat makan dia terus menatap wajah istrinya yang tersenyum, sehingga tanpa sadar dia sudah menghabiskan satu mangkuk bubur.
"saudah yahhh kakak kenyang" ucap Raynald
"yahh memang sudah habis kak, kalau kakak tidak kenyang yahh harus di pertanyakan" jawab Diandra
"HAHHHH BENERAN HABIS" jawab Raynald yang kaget
"iya sayang habis.... tuhh lihat habis tak bersisa... yah udah sekarang kakak minum obatnya yahhh setelah itu istirahat" ucap Diandra sambil menyiapkan obat yang harus diminum Reynald
setelah selesai minum obat, Diandra langsung menyuruh Raynald untuk istirahat agar bisa cepat pulih, karena saat di periksa sama termometer suhu tubuh Raynald belum juga turun.
__ADS_1
"kakak tidur yahh sekarang" ucap Diandra "temanin kakak yahhh... jangan di tinggal, kepala kakak masih pusing. kamu di sini saja jangan kemana-mana" pinta Raynald pada Diandra yang di setujui sama Diandra
Diandra terus mengompres kening Raynald dan memijat pelan kepala suaminya itu, dan tak lama hp Diandra berbunyi karena ada pesan masuk yang ternyata dari papinya
(wijaya : sayang bagaimana kabar kamu? apa kamu bahagia menikah sama Raynald?)
(Diandra : papiiiiiii.... Diandra rindu papi... kapan papi datang menemui Diandra, jangan ke luar negeri terus. Diandra di sini bahagia banget pi, terimakasih yahh pi, karena papi sudah memilihkan Diandra suami yang baik kaya kak Raynald)
(wijaya : iya sayang syukur kalau kamu bahagia sama Raynald, papi ikut senang. maaf papi belum bisa menemui kamu sekarang ini demi keselamatan kamu juga. setelah papi membereskan semua ini papi janji papi akan pulang menemui kamu)
(Diandra : Diandra tau pi... hati-hati yahh disana jaga kesehatan, Diandra sayang papi)
(wijaya : papi juga sayang sama kamu nak)
setelah menikah sama Raynald, wijaya sudah berani meninggalkan Diandra lagi karena dia sangat percaya kalau Raynald bisa menjaga Diandra baik dari serangan musuh ataupun ketakutan akan sendirian. dulu wijaya sangat berusaha keras menjaga Diandra karena dia tidak bisa meninggalkan Diandra sendirian di rumah, walaupun sudah banyak pengawal dan juga asisten rumah tangga yang ada di rumah tapi tetap wijaya ridak bisa percaya untuk meninggalkan Diandra sama mereka. tapi sekarang wijaya sudah bisa bernafas tenang karena Diandra sudah berada di tempat yang aman.
...^^^Di Kampus^^^...
pak johan sudah sampai di depan kampus dan bersiap-siap untuk masuk ke ruangan Raynald untuk menggantikan tugasnya sementara, melihat kedatangan pak johan membuat semua orang bertanya-tanya kenapa kok tumben pak johan datang ke kampus ini. pak johan langsung memerintahkan asistennya untuk memberikan informasi kepada semua dosen agar segera kumpul di ruang rapat sebentar, karena akan di adakan rapat dan akan ada informasi penting yang harus di sampaikan.
setelah semua dosen berkumpul di ruang rapat dan menunggu kedatangan pak johan untuk memimpin rapat hari ini, tak lama akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga.
__ADS_1
"selamat pagi semuanya" sapa pak johan pada seluruh dosen yang ada di ruang rapat
"PAGIII" jawab seluruh dosen
"saya tahu kalian pasti bertanya-tanya kenapa saya hadir di kampus ini, dan mungkin kalian pasti mencari dimana pak Raynald kok tidak ikut di acara ini... baik langsung saja, tadi pagi saya menerima telepon dari keluarga pak Raynald kalau hari ini beliu lagi sakit dan perlu istirahat beberapa hari ke depan, jadi sebelum pak Raynald masuk saya yang akan menggantikan beliu di sini" ucap pak johan
mendengar ucapan pak johan itu lantas semua dosen kaget, tentang keadaan pak Raynald, temasuk Lisa
"maaf pak, kalau boleh tahu pak Raynald sakit apa? sampai harus istirahat beberapa hari" tanya lisa
"saya juga kurang tau, tentang sakit pak Raynald. karena saya hanya di kabari seperti itu saja sama keluarganya" jawab pak johan
mendengar jawaban yang masih menggantung seperti itu lisa masih penasaran tentang keadaan pujaan hatinya itu, sehingga dia terus melempar pertanyaan pada pak johan
"hemmm kalau gitu kenapa kalau kita tidak kosongkan jam kuliah nanti siang, kita berangkat bersama-sama menjenguk pak Raynald... bagaimana ibu-ibu bapak-bapak apa setuju" usul lisa yang di jawab dengan anggukan kepala para dosen semua
"untuk itu saya tidak ijinkan, karena pesan dari keluarga pak Raynald tadi mereka tidak mau di temui siapapun bahkan untuk menjenguk pak Raynald tidak di perbolehkan, karena pak Raynald harus benar-benar istirahat dan tidak boleh menerima tamu, untuk beberapa hari kedepan" ucap pak johan dan segera menutup rapat pagi itu dan menyuruh para dosen untuk meni ggalkan ruang rapat dan kembali ke tugas masing-masing
memang seluruh dosen yang ada di kampus ridak pernah tau dimana rumah Raynald yang baru, karena dia sangat merahasiakan rumah yang dia tempati dengan Diandra. bahkan jimmi teman Raynald pun hanya tau rumah lamanya saja yang berada sangat jauh dari linglungan kampus, sedangkan teman-teman Diandra juga hanya tau rumah lamanya saja yang dia tempati Bersama papinya dulu. yang tau rumah baru milik Raynald itu cuma orang kepercayaannya saja dan juga keluarga dekat selain itu tidak ada yang tahu lagi.
mendengar kapar kalau Raynald sedang sakit membuat fikiran lisa menjadi kacau dia tidak semangat dalam mengajar, karena memang tujuan awal dia menjadi dosen di kampus itu hanya untuk mendekatkan diri pada Raynald saja, juka tidak ada Raynald maka dia akan bermalas malasan dalam mengajar mata kuliah. hari ini lisa hanya masuk kelas untuk absen para mahasiswa saja setelah itu keluar lagi dan jam kuliah hari ini benar-benar dia kosongin, untuk mencari tahu alamat rumah Raynald.
__ADS_1
para mahasiswa juga sudah tau kabar mengenai Raynald sakit dari omongan para dosen saat mengajar ataupun saat bergosip. dan beberapa mahasiswa juga ada yang bilang kalau iti salah satu alasan bu lisa todak semangat mengajar hari ini. bahkan banyak sekali mahasiswa yang bertanya-tanya tentang alamat rumah pak Raynald karena mereka ingin menjenguk dosen idola mereka itu.