
TOK.. TOK.. TOK..
"non maaf ini obatnya non.. " suara bi ina di balik pintu kamar Raynald dan Diandra
"iya bi... sebentar" saut Diandra dari dalam kamar
ceklekkk...
"bi... Diandra minta tolong yahh bi... buatkan bubur untuk kak Raynald makan, dia katanya mau makan masakan bibi hari ini" ucap Diandra
"tuan tidak apa-apa kan non? sakitnya tidak parah kan? " tanya bi ina
"tidak bi... kak Raynald hanya kecapekan saja, tidak perlu khawatir, aku minta tolong yahh bi... sama buatkan susu hangat yahhh dan jangan lupa bawa juga air pilutih" jawab Diandra
"iya non... bibi buatkan sekarang yahh" saut bi ina sambil pergi ke lantai bawah
sementara itu hp Diandra berbunyi karena ada telepon masuk, saat di lihat ternyata temannya Rara yang telepon
"bentar kak yahh... Diandra angkat hp dulu" ucap Diandra yang hanya di jawab dengan anggukan kepala Raynald
(Diandra : iya hallo Ra... kenapa?)
(Rara : kamu di mana Dra... kita semua nungguin kamu, ini mau masuk kuliahnya) (Diandra : maaf Raaa... hari ini dan dua hari ke depan aku tidak masuk kuliah deh, karena suami ku lagi sakit Ra.. dia butuh istirahat)
(Rara : ohhh gituu.... iya deh nanti kita ijinkan sama dosen pengajarnya)
(Diandra : makasihh yahhh.... yah udah aku tutup dulu yahhh)
__ADS_1
(Rara : oke oke)
...Di Kampus...
"Diandra hari ini dan dua hari ke depan tidak masuk, pak Raynald sakit" ucap Rara
"sakit apa parah tidak" ucap Raisa
"enggak cuma butuh istirahat aja" jawab Rara
"yahh udah ayo kita masuk dulu... sebelum telat" saut karina sambil berjalan ke arah ruang kelas
...Di Rumah...
"kak aku pinjam hp kakak yahh... sebentar buat menghubungi Pak johan" ucap Diandra sambil meminta hp yang Raynald pegang
"sini hp nya kak Raynald Daniyan Argadinata" suara Diandra sambil terus mengulurkan tangannya
"iya... iya... ni hp kaka... kamu kalau gini serem banget sayang" ucap Raynald yang merasa takut dengan ekspresi Diandra
Diandra langsung duduk di soffa samping kasur, dan Diandra mulai membuka kontak yang ada di hp Raynald untuk mencari nomer pak Johan. setelah ketemu Diandra langsung menghubungi nomer tersebut
(johan :iya selamat pagi pak Raynald) ucap pak johan saat mengangkat telepon dari diandra
(Diandra : maaf pak johan, ini Diandra)
(johan : ohhh iya maaf maaf bu Diandra, saya tidak tahu, kalau boleh tahu ada apa yahh bu Diandra?)
__ADS_1
(Diandra : iya pak johan langsung saja yah... ini kan suami saya lagi sakit dan kata dokter dia harus istirahat minimal 3 hari. jadi dia tidak bisa datang ke kampus dan tidak mungkin kan kampus di tinggal begitu saja sedangkan tugas di kampus akhir-akhir ini lagi banyak. jadi bisa tidak pak johan menggantikan sebentar tugas kak Raynald)
(johan : ohhh begitu... iya iya bu bisa... sekarang saya akan berangkat ke kampus untuk menggantikan sementara tugas pak Raynald)
(Diandra : iya pak terimakasih yahh, maaf merepotkan bapak. ohh iya pak nanti kalau di kampus bapak jangan pernah kasih tau siapa nama istri dari kak Raynald yah... bapak boleh bilang kalau kak Raynald sudah menikah, tapi jangan pernah kasih tau siapa nama istrinya. dan nanti kalau ada dosen yang ingin menjenguk atau apalah, bilang saja kak Raynald tidak bisa di ganggu dia harus istirahat total)
(johan : iya bu siap... saya akan ingat semuanya, semoga pak Raynald lekas sembuh yahh bu, dan salam sama bapak juga)
(Diandra : iya pak terimakasih)
Diandra langsung menutup telepon tersebut dan mengembalikan hp milik Raynald
TOK... TOK... TOK...
"non ini buburnya sudah siap" suara bi ina dari balik pintu
"iya bi... sebentar" jawab Diandra
ceklekkkk
Diandra langsung menerima nampan yang berisi bubur dan juga minuman, dan langsung mengucapkan terimakasih pada bi ina lalu Diandra masuk kamar lagi dan membawa bubur tersebut mendekat ke Raynald.
"kak ini buburnya.... makan yahhh, setalah iti minum obat dan kakak istirahat " ucap Diandra
"gak mau... mulit kakak pahit sayang, gak enak kalau di buat makan" jawab Raynald
"tapi kakak harus makan... di baksain aja yahhh sedikit saja, tidak pwrlu sampai habis juga tidak apa-apa" saut Diandra sambil menyuapin bubur ke mulut Raynald
__ADS_1
Raynald baru makan satu suap saja sudah ingin muntah karena yang dia rasakan hanya pahit yang ada di mulut nya dan itu cukup membuat perutnya bergejolak ingi mengeluarkan semua isinya. Diandra yang melihat itu hanya bisa memasang wajah tersenyum untuk menutupi kesedihanya, tapi tanpa Diandra sadari air matanya sudah jatuh mengenai tangan Raynald, Raynald yang langsung tau ada air yang mengenai tangannya langsung melihat ke wajah istrinya tersebut, dan benar saja di mulut Diandra bisa tersenyum tapi mata tidak bisa menyembunyikan kesedihan yang tengah dia rasakan.