Suamiku Yang Terhebat

Suamiku Yang Terhebat
BAB 27


__ADS_3

...Di Rumah...


"sayang" kamu ada yang sakit tidak, sini aku malu lihat"ucap raynald


"enggak kak, aku baik-baik saja kok. kakak tenang aja"jawab diandra


"sini pokoknya aku harus cek setiap inchi tubuh kamu" kata raynald yang sudah menarik diandra dan kini posisi mereka saling berhadapan di depan tempat tidur


"bilang aja kalau kakak mau...." ucap diandra yang belum selesai langsung raynald mencium bibir diandra


diandra yang mendapat serangan mendadak, awalnya masih menolak tapi karena tubuh raynald jauh lebih kuat maka diandra hanya bisa pasrah dan menikmati semua serangan yang raynald berikan.


"kakak sayang banget sama kamu, kakak ingin kamu terus ada di samping kakak, jangan pernah pergi sendirian lagi kakak tidak akan pernah mengijinkan kamu untum jauh-jauh dari kakak" ucap Raynald dan seketika diandra langsung memeluk tubuh raynald.


Diandra tiba-tiba mendorong tubuh Raynald hingga jatuh ke ranjang tempat tidur, diandra langsung membuka kancing baju raynald dan langsung melepaskan kemeja yang raynald pakai.


"sayang... kamu beneran kalau kamu sedang capek aku bisa tah... " ucapan raynald yang belum selesai terpotong karena diandra sudah melu**t bibir suaminya itu


"kakak diam saja, biarkan diandra yang memegang kendalinya sekarang" bisik diandra pada telinga raynald yang mampu membuat raynald tersenyum dan hanya di balas anggukan sama raynald


kini diandra melepaskan semua kain yang menutupi tubuhnya, dan membuangbya entah kemana. diandra juga langsung melepaskan celana raynald dengan paksa dan membuangnya ke sembarang tempat, kini tubuh mereka sudah tidak tertup sehelai kain pun. diandra mencoba membuat keadaan semakin panas dengan menindih tubuh Raynald lalu mencium dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di tubuh raynald.


kini raynald hanya bisa merasakan sentuhan demi sentuhan yang di lakukan diandra, dan membiarkan diandra pegang kendali. diandra mencoba mempermainkan junior raynald yang sudah berdiri tegang dengan kedua tangannya seblum memasukannya di lobang kehidupan milik diandra. setelah melihat Raynald yang sudah terbang ke awan karena kenikmatan yang di bertikan diandra, kini diandra mencoba untuk memasukan junior raynald ke dalam lobang kehidupannya, dan melakukannya dengan berbagai macam gerakan. sehingga suara desahan kenikmatan terus mereka keluarkan dan rasa kasih dan sayang mereka kini semakin dalam seiring berjalannya waktu yang mereka habiskan.


setelah selesai, kini diandra terlalu lelah dan langsung tertidur di dalam pelukan suaminya, dan raynald bangga dengan apa yang sudah diandra buat untuk raynald.


"terimakasih sayang, kamu hebat sekali tadi. permainan kamu tadi harus sering-sering kamu mainkan bersama aku yah" ucap Raynald sambil mencium kening diandra

__ADS_1


lalu mereka tidur bersama sampai matahari bersinar kembali, diandra terbangun lebih dulu, dia masih di posisi yang sama dan masih di peluk erat sama Raynald. kebiasaan diandra waktu bangun tidur adalah memandang wajah suaminya yang terlihat sangat tampan untuk diandra, setelah lama memandang wajah Raynald Diandra memilih untuk mandi terlebih dahulu sebelum raynald bangun. setelah 1 jam akhirnya diandra selesai mandi dan berganti baju lalu keluar dari dalam kamar mandi untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


ceklekkk (pintu kamar mandi terbuka)


"morning" ucap Diandra ke raynald yang lagi duduk di kasur


"morning" jawab raynald


"kamu mandi sana kak, biar seger tubuh kamu" ucap Diandra


"iya tunggu sebentar lagi, aku masih nyaman duduk di sini sambil memandangi kamu" goda Raynald


"cehh" ucap Diandra sambil melirik ke arah raynald


"tapi kalau kamu tadi bilangnya gini (kak Raynald ayo mandi, biar aku yang mandiin kakak sekarang. dan kita lanjutkan yang tadi malam di kamar mandi) pasti aku langsung bilang yess tanpa penolakan" goda Raynald lagi.


~tarik nafas diandra, tarik nafas. kamu jangan mau kalah, sekarang kamu juga harus bisa menggoda Raynald sampai dia benar-benar malu~ suara hati Diandra


diandra berbalik menghadap Raynald, kini dia mulai ingin menggoda suaminya itu dengan senyuman yang mencurigakan sambil sesekali melirik ke arah junior milik Raynald. Diandra langsung menarik tangan Raynald dan membawanya ke dalam kamar mandi, diandra menyiapkan air hangat untuk raynald berendam, setelah itu dia menghampiri raynald yang ada di sampingnya dan membuka sedikit demi sedikit baju tidur yang raynald kenakan dengan sesekali mengelus dada bidang milik Raynald dan melirik ke arah junior raynald. saat semua baju itu hampir terbuka raynald langsung menghentikan ulah diandra


"oke cukup... aku malu sekarang" ucap Raynald dengan wajah yang merah


"kenapa kakak... bukannya ini yang kamu mau" jawab Diandra


"oke sekarang kamu keluar dulu, aku mau mandi" sambil terus mendorong tubuh diandra agar keluar dari kamar mandi


diandra langsung tertawa puas saat pintu di kunci Raynald dari dalan kamar mandi, dan kini ia bangga bisa menggoda suaminya itu. setelah itu Diandra menyiapkan baju raynaldyang akan di pakai setelah mandi dan diandra memilih keluar kamar sebelum Raynald membalas aksinya dengan lebih gila.

__ADS_1


******


setelah selesai makan pagi, Diandra memilih duduk di taman dan Raynald ke ruang kerjanya, untuk mengambil sesuatu. dan setelah itu Raynald menghampiri Diandra yang asik termenung sendiri.


"kamu kenapa sayang" ucap Raynald


"tidak kak, aku hanya berfikir saja. kalau kamu tau semua tentang kekurangan aku apa kamu masih bisa mencintai aku seperti saat ini" jawab diandra yang bikin Raynald penasaran


"maksud kamu apa sayang, apa ada yang kamu sembunyikan dari aku. sayang... aku cinta sama kamu itu bukan karena semua kelebihan yang kamu miliki, tapi aku juga cinta sama kamu karena semua kekurangan yang ada di diri kamu" kata Raynald yang berusaha meyakinkan Duandra


Diandra yang mendengar kata-kata itu mencoba menenangkan dirinya karena dia akan cerita semua yang dia alami sejak kecil dan apa yang membuat dia trauma.


Diandra kini berjalan dua langkah di depan Raynald dan memandang indah bunga yang ada di taman tersebut tanpa mengeluarkan kata-kata. sehingga membuat Raynald makin penasaran dan mencoba menebak sendiri sambil memeluk istrinya itu dari belakang.


"kenapa sayang, apa kamu sakit? apa sakit itu berbahaya? apa kamu berfikir kalau kamu akan meninggal dengan sakit itu? kamu tenang aja yah... kalau benar kamu memiliki sakit yang parah aku akan mencarikan dokter terbaik dunia yang akan menyembuhkan kamu" ucap Raynald dan di balas dengan senyuman pada wajah Diandra


"enak saja... emang menurut kakak aku perempuan yang penyakitan yang hampir mau mati gitu. sembarangan" gerutu diandra


"yahh habis apa? kamu suka banget buat orang penasaran " tanya Raynald


"kakak ingat nggak yang waktu dulu aku sendirian di rumah, dan aku teriak-teriak kalau akan ada yang membunuh ku dan akan menembak ku" tanya Diandra pada raynald


"iya ingat, itu kakak mau tanya ke kamu, tapi kakak takut kalau kamu tidak mau membahas soal itu" jawab Raynald


"jadi dulu waktu diandra kecil, diandra kan sering di tinggal papi ke luar kota ataupun ke luar negeri kan, dan diandra di rumah hanya di jaga sama pelayan dan penjaga saja di rumah.(diandra menceritakan semua dari A sampai Z) " cerita Diandra


"maafkan kakak, kakak tidak tau itu semua, mulai sekarang kakak janji kalau kakak tidak akan meninggalkan kamu sendirian di rumah" jawab Raynald dengan bersungguh sungguh dan mencium punggung tangan diandra

__ADS_1


Diandra sangat senang dengan respon yang di berikan Raynald dan Raynald tidak merasa ilfil sama sekali bahkan dia mau terus menjaga dirinya. beda dengan teman-teman Diandra waktu sekolah dulu yang malah menghina dan menjauhinya dan mereka berfikir kalau Diandra gila.


__ADS_2