
...Di Rumah Diandra dan Raynald...
Diandra sampai rumah terlebih dahulu, karena memang hari ini mata kuliahnya tidak sampai sore, jadi setelah selesai Diandra memutuskan untuk langsung pulang ke rumah, sedangkan Raynald masih berada di kampus untuk menyelesaikan tugasnya. saat Diandra memainkan hp nya ternyata ada notif dari Raynald suaminya.
(kak Raynald : Din hari ini aku pulang telat karena masih ada rapat dengan para dosen sebentar lagi)
(Diandra : iya kak gak papa, Diandra tunggu kakak di rumah, kakak jangan lupa makan, diandra gak mau kakak sakit)
(kak Raynald : iya tenang saja, kamu juga jangan lupa makan)
(Diandra : siap kak, jangan malam malam yahh pulangnya, Diandra takut di rumah sendiri)
(kak Raynald : iya, sampai ketemu di ruma. kakak sudah di panggil dosen untuk segera rapat)
sebenarnya dalam hati Raynald tidak tega meninggalkan Diandra sendirian di rumah, apa lagi sampai malam. yang Raynald tau Diandra orangnya penakut kalau di tinggal sendiri di rumah malam malam, sedangkan pembantunya akan pulang setiap pukul 6 sore. jadi diandra sudah pasti sendirian di rumah.
...Di Kampus...
rapat selesai pukul 7 malam, dan Raynald bergegas untuk pulang dan segera bertemu dengan istrinya di rumah, melihat Raynald keburu-buru membuat Lisa merencanakan sesuatu untuk menahan Raynald meninggalkan ruangannya.
"Bapak dan Ibu dosen yang terhormat, maaf sebentar ini kan sudah pukul 7 malam, apa salahnya kalau kita pergi ke cafe dekat kampus ini untuk sekedar makan malam bersama dan menghilanglan penat" seru lisa pada semua dosen yang ada di ruangan tersebut
benar saja semua dosen menyetujui permintaan lisa tersebut, karena memang benar mereka semua belum makan dan perut mereka sudah keroncongan sedari tadi
__ADS_1
"benar juga kata bu lisa" seru semua dosen yang ada di sana. tapi tidak dengan Raynald, yang dia fikirkan sekarang adalah Diandra yang sendirian di rumah, dia tidak mau terjadi apa apa sama Diandra.
"maaf saya tidak bisa ikut, karena di rumah masih ada urusan yang lebih penting dan tidak bisa di tinggalkan" suara Raynald yang menolak ajakan lisa tersebut.
"sudahlah Ray gak usah alasan, kapan lagi kita bisa kumpul dan makan bersama seperti ini, jarang banget lohhh" bujuk jimmi yang di sauti sama beberapa dosen
"iya pak Raynald, pokoknya bapak harus ikut"
sehingga Reynald tidak bisa berbuat apa apa lagi selain menuruti keinginan para dosen.
...Di Rumah Diandra dan Raynald...
haduhhh kak Raynald kapan pulang sihhh ini sudah jam 8 malam, aku benar benar takut sendirian di rumah....
~kak Raynald cepat pulang, jangan biarkan aku sendiri di rumah seperti ini~ suara hati Diandra yang sedang cemas.
...flashback masa lalu Diandra...
Diandra dari kecil memang sudah tidak memiliki mami, yahh dikarenakan mami nya meninggal saat Diandra di lahirkan. sedari bayi sampai dewasa yang dia tau hanyalah papi yang menyangi dia, dan mami hanyalah sebatas cerita baik dari mulut papi. di bilang rindu, Diandra memang sangat merindukan mami yang sudah melahirkannya, tapi Diandra hanya bisa melihat maminya dari foto mulai papi mami nya menikah, sampai maminya hamil Diandra.
saat Diandra ber umur 10 tahun Diandra suka sekali di tinggal papi nya keluar kota atau bahkan ke luar negeri dan itu tidak sebentar bisa ber bulan-bulan, tapi Diandra kecil tidak takut akan hal itu, karena masih banyak pembantu yang menemani dia di rumah. sampai suatu kejadian di mana saat papinya keluar kota rumah Diandra di masuki beberapa perampok yang membawa pistol, dan mereka langsung memb*nt*i habis semua pegawai yang ada di rumah tersebut.
Diandra yang mulanya tidur akhirnya terbangun karena suara ribut di rumahnya, terdengar suara tembakan yang bersaut sautan, membuat Diandra penasaran dengan hal tersebut. walaupun takut tapi rasa penasaran nya jauh lebih besar, sehingga dia membulatkan tekat untuk membuka pintu kamarnya. betapa terkejutnya Diandra saat tau banyak d*r*h yang tergenang di rumah mewah miliknya itu Diandra hanya bisa diam mematung tanpa mengeluarkan kata kata. sampai terlihat seorang pegawai berlari dan teriak sama diandra
__ADS_1
"NON DIANDRAA SEMBUNYI NONNN SRKARANGG" suara teriakan dari salah seorang pelayan di rumah Diandra
dan tak lama DORRR pelayan itu ambruk di depan Diandra dan bersimbah d*r*h, seketika membuat Diandra tersadar dari lamunannya dan berlari masuk kamar lalu mengunci pintu. saat di kunci dari dalam pintu kamar Diandra memang hampir mustahil untuk bisa di dobrak Sekalipun, kecuali papi Diandra yang tau cara membuka pintu tersebut.
rampok tersebut mencoba membuka paksa pintu itu, karena dia tau ada saksi mata yang melihat kejadian tersebut. sehingga Diandra menjadi target yang harus di bunuh juga, di dalam kamar Diandra benar benar ketakutan dan menangis. dia mencoba untuk berfikir cara bersembunyi yang aman dimana "papi pulanggg diandra takut, papi pulang diandra takut" suara lirih diandra
mata Diandra tertuju sama box mainan yang bertumpuk di kamarnya, akhirnya dengan secepat kilat Diandra masuk ke dalam box tersebut untuk bersembunyi, tak lupa Diandra juga membuka pintu jendela kamarnya lalu menaruh selimut menggantung di jendela tersebut, sehingga terlihat seakan akan Diandra melarihkan diri keluar rumah. tak lama perampok tersebut berhasil masuk ke dalam kamar Diandra dengan membuat lobang di pintu menggunakan gergaji mesin yang ada di gudang rumah Diandra. tapi betapa terkejutnya saat perampok tau jendela kamar diandra terbuka
"SIALAN ANAK ITU KABUR LEWAT SINI" seru perampok tersebut
"iya boss di dalam lemari dan bawah kolong tempat tidur juga tidak ada bos anak itu" saut anak buah perampok itu.
"AYO SEGERA PERGI SEBELUM PEMILIK RUMAH DATANG DAN AMBIL SRMUA BARANG-BARANG YANG BERHARGA"
"SIAP BOSS" kata kata yang bisa Diandra dengar dari dalam box mainan tersebut.
karena salah satu CCTV rumah Diandra langsung terhubung dengan kantor polisi, sehingga beberapa polisi melihat kejadian itu langsung bertindak untuk menyelamatkan penghuni rumah, dan salah satu polisi mengabarkan kepada pak Wijaya papi diandra kalau rumahnya di serang perampok. tapi naas nya kejadian itu terlalu cepat dan polisi agak terlambat datang sehingga semua pengguni rumah sudah tewas, tapi untung saja perampok tersebut belum sempat melarikan diri sehingga semua perampok bisa langsung tertangkap.
papi Diandra sangat terkejut mendengar kabar dari polisi sehingga dengan bergegas langsung pulang ke rumahnya dengan menyewa helikopter agar lebih cepat sampai ke rumah. karena yang ada di fikiranya saat ini hanyalah putri sematawayangnya Diandra.
sampainya di rumah, wajah pak wijaya sangat tegang, cemas, dan dingin. sehingga semua anak buahnya tidak ada yang berani membuka mulut untuk berbicara, seakan-akan pak wijaya kali ini bisa membunuh siapa pun yang di rasa mengacaukan perasaannya. tapi suara mungil dari Diandra kecil dengan memanggilnya papi langsung bisa merubah perasaan pak wijaya menjafi lebih tenang.
"papi jangan tinggalin Diandra sendirian lagi....pi.... hiksss... hiksss.... Diandra takut pi sendiri.... nanti mereka mau membunuh Diandra juga... hikss" suara Diandra sambil memeluk pak wijaya karena ketakutan dan nangis
__ADS_1
"papi janji sayang, papi tidak akan tinggalkan diandra lagi.... papi janji" ucap pak wijaya untuk menenangkan putrinya
setelah kejadian itu Diandra memiliki trauma tersendiri saat di tinggal sendiri di rumah tanpa adanya orang yang dia percaya mampu menjaganya. walaupun di rumah ada pembantu yang menjaga, tetap, Diandra tidak merasa dirinya aman.